Olahraga

Joan Capdevila Memohon kepada Donald Trump setelah Ditolak Izin Perjalanan ke AS Jelang Final Piala Dunia 2026

×

Joan Capdevila Memohon kepada Donald Trump setelah Ditolak Izin Perjalanan ke AS Jelang Final Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: Joan Capdevila appeals to US President Donald Trump after travel permit denial

jurnalistik.co.id – Mantan bek Spanyol, Joan Capdevila, dilaporkan mengajukan permohonan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah ia mengatakan izin perjalanannya ke AS ditolak menjelang final Piala Dunia 2026 pada hari Minggu.

Capdevila, 48 tahun, menyampaikan bahwa ia tak lagi bisa terbang untuk menyaksikan pertandingan ketika Spanyol menghadapi Argentina di MetLife Stadium pada Minggu pukul 20:00 BST.

Menurut kabar, peluang masuk tanpa visa untuk masa kunjungan hingga 90 hari bergantung pada Electronic System for Travel Authorization (ESTA), dan Capdevila mengatakan sistem tersebut justru tidak memberikan persetujuan.

Ia menyebut penolakan itu membuatnya kehilangan kesempatan datang bersama anak-anaknya. Dalam unggahan di X pada Jumat, Capdevila menulis, “I NEED HELP @realDonaldTrump!”

Ia melanjutkan, “They just told me that I can’t travel to the final with my kids because my ESTA has been denied.” Dalam rangkaian kalimat berikutnya, ia menambahkan, “Can anyone help me with this?”

Capdevila juga menegaskan rasa antusiasnya untuk bertemu para pemain yang ia kenal dari era 2010. Ia menulis, “You have no idea how excited I was to be there with all my 2010 team-mates and this team to cheer them on.”

Ia menyatakan ketidakpercayaannya atas keputusan tersebut. Capdevila menulis, “I can’t believe they’re not letting me into the USA… and that I’ll miss a moment like this with my kids who love soccer so much.”

Unggahan itu ditutup dengan permintaan bantuan yang ia harapkan bisa segera menemukan jalan keluar. Capdevila menulis, “If anyone knows how to fix this, I’ll be grateful to you for life.”

Selain menujukan permohonan itu kepada Donald Trump, Capdevila juga disebut meminta dukungan kepada Marco Rubio selaku Menteri Luar Negeri AS, serta menandai kementerian olahraga pemerintah Spanyol dalam postingannya.

Dalam wawancara dengan radio Spanyol COPE, Capdevila menyampaikan keyakinannya bahwa penolakan izin masuk berkaitan dengan pertandingan yang ia mainkan di Iran pada 2016.

Ia menyebut pada 2016, Capdevila berada dalam sebuah rangkaian pertandingan yang menampilkan “La Liga legends” berhadapan dengan tim all-stars dari Iran di Teheran.

BBC Sport juga melaporkan bahwa pihaknya telah menghubungi Gedung Putih untuk mendapatkan tanggapan. Sampai saat naskah ini disusun, belum ada komentar resmi yang dipaparkan.

Final menampilkan Spanyol vs Argentina

Kasus Capdevila bukan satu-satunya insiden penolakan masuk ke AS untuk kebutuhan terkait Piala Dunia. Pada turnamen ini, seorang wasit asal Somalia, Omar Artan, disebut dikeluarkan dari tugas sebagai pengadil setelah ditolak masuk ke negara tersebut bulan lalu.

Dalam keterangan pejabat AS, Omar Artan—yang merupakan “referee of the year” untuk CAF pada 2025—ditolak setelah tiba di Miami International Airport pada 8 Juni. Alasannya disebut terkait “association with suspected members of terror organisations”.

Final Minggu di MetLife Stadium digadang menjadi final Piala Dunia pertama yang mempertemukan juara Eropa, Spanyol, dengan pemenang Copa America, Argentina.

Spanyol melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Belanda untuk memastikan tampil di final Piala Dunia mereka yang kedua kalinya. Argentina sendiri disebut memastikan tempat setelah mengalahkan Prancis 2-0 di Dallas pada Selasa.

Selain itu, Argentina kemudian mencapai final lewat kemenangan 2-1 atas Inggris pada Rabu, dengan comeback yang terjadi di fase akhir pertandingan. Hasil itu membuat mereka memesan tiket untuk final kedua beruntun.

Kemenangan 2010 juga menjadi bagian latar yang membuat Capdevila ingin hadir. Ia pernah menjadi anggota tim Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Belanda di final.

Dengan pembahasan yang kini bergeser ke kemungkinan ia dapat memperoleh izin baru, permohonan Capdevila kepada pihak berwenang AS menjadi sorotan di saat tenggat jelang final semakin dekat, sementara Spanyol dan Argentina bersiap untuk pertandingan penentu juara.