Internasional

AS Serang Iran Malam Ketujuh Berturut-turut setelah Trump Nyatakan Jeda Berakhir

×

AS Serang Iran Malam Ketujuh Berturut-turut setelah Trump Nyatakan Jeda Berakhir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US strikes hit Iran for seventh consecutive night

jurnalistik.co.id – Serangan udara dan operasi militer Amerika Serikat ke sasaran di Iran kembali berlanjut untuk malam ketujuh secara berurutan setelah Presiden Donald Trump menyatakan jeda sementara perundingan berakhir.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyebut pihaknya menjalankan serangkaian serangan pada malam tersebut, dengan narasi bahwa perintah terkait jeda itu sudah “over” menurut pengumuman Trump.

Dalam keterangannya, Centcom menyatakan pasukannya “hit surveillance sites, military logistics infrastructure, underground weapons storage, and maritime capabilities”. Rincian itu menegaskan fokus serangan pada infrastruktur dukungan militer, penyimpanan senjata di bawah tanah, kemampuan maritim, serta fasilitas pengawasan.

Menurut laporan tersebut, operasi dihentikan pada pukul 21:30 ET (02:30 BST) setelah berlangsung selama beberapa jam.

Centcom juga menyebut penggunaan pesawat tempur, drone udara, kapal perang, dan sejumlah aset lain dalam pelaksanaan serangan.

Sementara itu, otoritas Iran menyatakan respons dilakukan dengan menarget sekutu Amerika di kawasan. Kuwait menjadi salah satu negara yang menyebut dampak serangan, setelah laporan awal bahwa pembangkit listrik serta fasilitas minyak terkena serangan.

Kementerian listrik dan air Iran melaporkan, “Another electricity and water distillation plant was targeted by a hostile attack that led to a fire erupting in one of the plant’s components,” yang berujung pada pemadaman sebagian unit pembangkit.

Langkah itu juga diikuti keterangan bahwa beberapa unit produksi listrik dimatikan sebagai akibat insiden kebakaran di salah satu komponen fasilitas.

Kemudian, kantor berita milik negara Kuwait menyampaikan bahwa sebuah fasilitas minyak mengalami kerusakan signifikan. Kuwait juga melaporkan adanya korban luka dari “repeated Iranian attacks”.

Di sisi lain, militer Yordania menyebut pihaknya mengintersep 10 rudal Iran yang ditembakkan ke wilayah udara Yordania pada malam hari, tanpa laporan kerusakan.

Kerajaan Bahrain menyatakan pertahanan udaranya “thwarted” serangan Iran yang dilaporkan terjadi.

Centcom juga merilis informasi dampak di beberapa wilayah di Iran. Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di kota Yazd, di Pulau Qeshm, serta di kawasan pelabuhan Bandar Abbas yang berdekatan dengan Selat Hormuz.

BBC Persian menyatakan telah memverifikasi dua video yang menampilkan kerusakan dan puing di sekitar terowongan kembar Shahid Mirzaei. Terowongan itu merupakan rute yang berada di sebelah utara Bandar Abbas.

Pihak berwenang lokal juga menyampaikan bahwa serangan terhadap fasilitas listrik dan pompa penyulingan air laut di sebuah instalasi dekat Jask menyebabkan sekitar 10.000 orang di 20 desa kehilangan akses air minum.

Gangguan lain juga dilaporkan di wilayah Hormozgan bagian utara. Media Iran menyebut lebih dari 100 menara telekomunikasi tumbang, yang mengganggu layanan sambungan telepon rumah, seluler, dan internet.

Perubahan kondisi infrastruktur itu menambah gambaran bahwa dampak operasi tidak hanya bersifat militer, tetapi juga berpengaruh langsung pada layanan dasar masyarakat.

Perkembangan ini terjadi di tengah memburuknya hubungan setelah kesepakatan berhenti berperang pada Juni untuk membuka ruang pembicaraan mengakhiri perang. Meski jeda itu “largely observed”, serangan Iran terhadap kapal tanker minyak sempat terjadi guna memaksa pihak kapal meminta otorisasi saat menyeberang Selat Hormuz.

Serangan terhadap pengangkutan itu kemudian diikuti serangan AS terhadap sasaran di Iran. Namun, pembicaraan disebut tidak menunjukkan kemajuan, hingga Trump menyatakan jeda berakhir “last week”.

Sejak pengumuman tersebut, AS juga disebut telah memberlakukan blokade angkatan laut kembali terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran mengklaim Selat Hormuz ditutup untuk pelayaran dan pergerakan kapal sebagian besar berhenti.

Untuk konteks dampak ekonomi global, disebutkan “A fifth of the world’s oil and liquefied natural gas used to transit through the strait” dan Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, menyatakan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Centcom juga membantah laporan dari media Iran, Fars, yang menyebut dua kapal tanker “exploded and caught fire while passing through a mined route south of the Strait of Hormuz”. Dalam bantahan itu, Centcom mengatakan: “Like most IRGC claims, this is false.”

Selain klaim tentang serangan, konflik informasi juga terjadi di kawasan Teluk. Pada Jumat, militer Iran menyatakan mereka menyerang beberapa fasilitas militer AS di wilayah Kuwait, Bahrain, Jordan, dan untuk pertama kalinya disebut terjadi di Syria, meski pihak AS menolak klaim tersebut.

Sumber yang berbicara kepada mitra BBC, CBS News, menyebut beberapa personel layanan Amerika mengalami cedera akibat serangan Iran terhadap dua pangkalan di Yordania dalam pekan sebelumnya.

Di sisi lain, AS menolak tuduhan Tehran bahwa serangan dilakukan terhadap infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan, stasiun kereta, dan bandara.

BBC Verify dan BBC Persian menyatakan telah memverifikasi rekaman kerusakan pada Gariveh Bridge. Rekaman malam menunjukkan kepulan api di bagian atas jembatan, lalu foto siang memperlihatkan bentangan jalan yang runtuh dengan puing di sekitar bagian jembatan yang rusak.

Pemerintah provinsi di wilayah terdampak, yakni Provinsi Hormozgan, menyebut tujuh orang tewas akibat serangan tersebut.

Dalam penjelasan terpisah, juru bicara Gedung Putih menyampaikan bahwa AS “carried out strikes exclusively on military targets, including military logistics infrastructure”. Pernyataan itu menegaskan klaim bahwa sasaran yang diserang berada pada lingkup militer.

AS juga mengklaim telah menghancurkan menara kontrol di pelabuhan Chabahar. Menteri Pertahanan Pete Hegseth membagikan gambar menara yang ambruk setelah tersambar serangan, sementara Centcom menyebut menara tersebut merupakan bagian dari jaringan pengawasan maritim IRGC.