jurnalistik.co.id – All Blacks memetik kemenangan meyakinkan 40-21 atas Irlandia di Eden Park, dengan permainan yang menekan sejak menit awal dan membuat lawan berkali-kali terjebak kesalahan. Kemenangan ini sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka di venue tersebut dalam rentang 32 tahun, serta memperpanjang rangkaian tanpa kalah di Eden Park menjadi 53 pertandingan.
Dalam pertandingan Nations Championship ronde tiga, tuan rumah tampil dominan. New Zealand mencatat lima try pada fase awal untuk mengamankan bonus poin, sebelum akhirnya menutup laga dengan total enam try dan lima keberhasilan konversi dari Love.
Try New Zealand dicetak oleh Tuipulotu, Savea, Jordan, Aumua, McKenzie, dan Lienert-Brown. Di kubu Irlandia, Conan, McCarthy, dan Keenan menjadi pencetak angka lewat try, sementara Prendergast sukses tiga kali menambah poin lewat konversi.
Satu-satunya gol Irlandia pada babak pertama baru datang dari Jack Conan. Skor itu muncul setelah Luke Jacobson mendapat kartu kuning akibat insiden berbahaya terhadap Josh van der Flier, dan ia terhindar dari kartu merah setelah peninjauan di luar lapangan.
Meski demikian, keunggulan Irlandia tidak bertahan lama. Try Tuipulotu tercipta berawal dari umpan yang diterima Jordan dari rekan barisan kedua Josh Lord, lalu ia melewati Keenan dan menyentuh bola untuk mengubah skor. Setelah itu, Savea menggandakan keunggulan New Zealand.
Ketika Jacobson berada di luar lapangan, Irlandia sempat menipiskan keadaan lewat Conan dari jarak dekat. Namun jelang jeda, peluang Irlandia kembali buyar ketika Jordan memperoleh try karena umpan yang kurang rapi dari Stuart McCloskey di dekat garis coba mereka sendiri.
Jordan lalu melanjutkan catatan produktifnya dengan menjadi pencetak try yang mengubah permainan menjelang jeda. Ia kini mengoleksi 51 try dalam 57 penampilan bersama All Blacks, dan mencetak enam try dalam tujuh penampilan kontra Irlandia.
Dua menit sebelum turun minum, Asafo Aumua menambah skor sebagai pengganti, dan try tersebut efektif mematikan tantangan Irlandia sebelum babak kedua dimulai. Setelah jeda, McCarthy mencetak try lebih awal sehingga Irlandia kembali mendekat dalam jarak 14 poin, tetapi mereka gagal membangun momentum yang lebih berarti.
New Zealand kemudian merapikan serangan dan menambah poin melalui gerakan yang rapi hingga McKenzie mencetak try. Ruben Love—yang untuk pertandingan ini tampil sebagai starter ketiga beruntun sementara Beauden Barrett kembali tidak dimainkan—mengkoversi try McKenzie dan membawa jumlah poinnya dari tendangan menjadi 10.
Berita Terkait
Irlandia kembali mendapat harapan ketika Hugo Keenan menyelesaikan dengan mudah di sudut lapangan untuk memperbesar peluang setidaknya meraih try bonus. Namun satu menit menjelang waktu normal berakhir, Anton Lienert-Brown, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak try penutup untuk memastikan kemenangan All Blacks tetap tegas.
Di sisi Irlandia, peningkatan terjadi pada babak kedua, tetapi kesalahan pada 40 menit awal membuat mereka mengejar tim yang bermain lebih solid. Andy Farrell mengakui bahwa kesalahan beruntun pada fase awal itu menjadi penyesalan utama bagi timnya.
Kapten New Zealand, Ardie Savea, menilai kemenangan ini lahir dari kesiapan mental dan determinasi untuk menekan lebih dulu. Ia mengatakan, “Sangat bangga pada para pemain yang datang dan menghadirkan penampilan seperti ini malam ini. Saya rasa semuanya ada pada mindset. Kami membicarakan untuk melancarkan pukulan pertama, dan Anda tahu kami sudah unggul di lima menit pertama, jadi itu jadi awal yang baik. Anda harus memberi kredit kepada Irlandia, mereka punya kualitas nyata. Tapi kami senang bisa meraih kemenangan.”
Sementara itu, Dan Sheehan menyatakan bahwa Irlandia memang menghadapi lawan berkualitas yang akan menghukum jika tidak tampil pada level terbaik. Ia menambahkan, “All Blacks adalah tim yang sangat kelas. Mereka akan menghukum Anda bila Anda tidak berada pada performa terbaik, dan di beberapa momen kami memang tidak. Kami ingin menguji diri kami melawan yang terbaik. Kami tahu di mana posisi kami sekarang, dan kami tahu pekerjaan yang harus kami lakukan karena ini tahun yang besar—tahun yang besar—menuju Piala Dunia.”
Susunan Pemain
New Zealand: McKenzie; Jordan, Tupaea, J Barrett, Moorby; Love, Roigard; De Groot, Taylor, Lomax, Lord, Tuipulotu, Vaa’i, Jacobson, Savea (capt). Cadangan: Aumua, Numia, Newell, Segner, Lakai, Ratima, Lienert-Brown, Clarke. Irlandia: Keenan; Baloucoune, Ringrose, McCloskey, J O’Brien; Prendergast, Gibson-Park; O’Toole, Sheehan (capt), Furlong, McCarthy, Ryan, Beirne, Van der Flier, Conan. Cadangan: Kelleher, Loughman, Clarkson, Timoney, Jansen, Casey, Frawley, Aki.
Wasit dan Pejabat Pertandingan
Referee: Nic Berry (RA). Assistant referees: Luc Ramos & Damon Murphy (RA). Television match official: Ben Whitehouse (WRU). Foul play review officer: Andrew Jackson (RFU).
Dengan hasil ini, Irlandia akan berangkat dengan kepala tertunduk karena kekalahan keempat beruntun di hadapan New Zealand. New Zealand selanjutnya akan bersiap untuk seri empat tes melawan South Africa bulan depan, setelah meraih maksimal 15 poin dari tiga laga kandang mereka di Nations Championship.











