Internasional

Kadar Sungai Danube Terendah Memaksa Paks, Satu-satunya PLTN Hongaria, Ditutup Total

×

Kadar Sungai Danube Terendah Memaksa Paks, Satu-satunya PLTN Hongaria, Ditutup Total

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Danube's record low levels force shutdown of Hungary's only nuclear plant

jurnalistik.co.id – Kadar air Sungai Danube yang mencapai titik terendah memaksa pemerintah Hungaria menghentikan total PLTN Paks, satu-satunya pembangkit nuklir di negara itu, untuk pertama kalinya.

Perdana Menteri Péter Magyar mengatakan penutupan tersebut dipicu rekor rendahnya level air sungai, yang membuat sistem pendingin tidak lagi bisa berfungsi optimal.

PLTN Paks yang dibangun pada era Soviet memanfaatkan Danube sebagai media pendingin. Namun, ketika permukaan air terlalu rendah, nosel hisap instalasi tidak mampu menjangkau sumber air.

Magyar memperingatkan pasokan energi nasional berpotensi menjadi “critical” mulai Senin. Kekhawatiran ini muncul seiring penutupan Paks dan gelombang panas yang masih berlangsung.

Sang Perdana Menteri menyebut suhu diperkirakan bertahan di kisaran 37°C selama sekitar satu pekan. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan musim panas yang dibarengi curah hujan sangat rendah dan temperatur tinggi di berbagai wilayah Eropa.

Menurut Magyar, perairan Danube juga turun ke level terendah selama 30 tahun di beberapa negara, termasuk Serbia dan Rumania yang berbatasan langsung dengan Hungaria.

Untuk mengurangi tekanan pada sistem kelistrikan, Magyar meminta masyarakat membatasi aktivitas yang membutuhkan konsumsi energi besar pada jam-jam puncak 17:00 hingga 22:00. Pembatasan itu mencakup pengisian daya mobil listrik dan penggunaan peralatan pendingin udara.

Ia menambahkan bahwa “rotational shutdown regime” bisa diterapkan bila upaya gabungan lain belum cukup untuk menjaga keseimbangan jaringan listrik nasional. Pemerintah, katanya, akan menyusun daftar pihak konsumen listrik dan air yang penggunaan energinya bisa dibatasi.

Dampak ke sektor nuklir Rumania

Di Rumania, rendahnya level Danube juga memukul produksi listrik berbasis nuklir. Salah satu dari dua reaktor nuklir negara itu telah dimatikan di Pembangkit Cernavoda.

Otoritas menyebut Cernavoda menyumbang sekitar 20% pasokan listrik Rumania. Reaktor 706 megawatt pertama dihentikan lebih awal pekan ini, sementara perusahaan milik negara Nuclearelectrica berupaya mencegah penutupan reaktor kedua pada Kamis.

Jika reaktor kedua juga ditutup, Rumania akan mengalami kondisi sementara tanpa produksi energi nuklir, seperti halnya Hungaria setelah Paks berhenti beroperasi.

Cuaca ekstrem dan tekanan pada perairan Eropa

Laporan tersebut menempatkan penyebab jangka panjang pada perubahan iklim yang meningkatkan suhu di seluruh dunia. Di Eropa, pemanasan terjadi “dua kali lebih cepat” dibanding rata-rata global menurut layanan iklim Copernicus.

Kondisi itu memperparah gelombang panas musim panas, meningkatkan tekanan pada perairan Eropa, serta membuat kebakaran hutan lebih sering dan lebih intens.

Di area aliran Danube menuju Rumania, Institut Nasional Hidrologi Rumania menyampaikan data yang menunjukkan penurunan yang tajam. Rata-rata debit sungai saat memasuki Rumania pada bulan Juli sebesar 4.700 meter kubik per detik, sementara pada Rabu turun menjadi kurang dari sepertiganya, yakni 1.600 cm per detik.

Institusi tersebut memperkirakan debit akan terus turun hingga 1.500 cm per detik pada Selasa.

Gambaran bentang Danube dan temuan yang muncul

Sungai Danube mengalir sepanjang 2.857 km (1.775 mil) melalui 19 negara. Bagian Upper Danube membentang dari Jerman hingga ibu kota Slovakia, Bratislava, sedangkan middle basin berjalan dari Bratislava sampai perbatasan Serbia dan Rumania.

Adapun Lower Danube melewati Rumania dan Bulgaria, lalu masuk ke tiga cabang utama Delta Danube yang bermuara ke Laut Hitam.

Rendahnya muka air juga memunculkan sejumlah penemuan tak terduga. Di Kroasia, reruntuhan kapal kargo Hungaria yang tenggelam muncul kembali ke permukaan, sedangkan di Serbia terlihat bagian-bagian kapal dari flotila sungai Jerman.

Di kota Ruse, Bulgaria, seorang warga menemukan tulang di dasar sungai. Para ahli kemudian menyimpulkan itu berasal dari sisa-sisa mamut, dengan temuan berupa rahang bawah, dua gading, dan kemungkinan tulang rusuk mamut.

Pelabuhan dan kapal di Bulgaria ikut terganggu

Masalah tidak berhenti pada sektor energi dan temuan arkeologis. Di Bulgaria, pelayaran di Danube juga mengalami perlambatan karena kadar air yang terlalu rendah.

Polisi perbatasan bahkan harus mengevakuasi 186 penumpang kapal pesiar sungai Viking Ullur pada awal pekan ini setelah kapal kandas dekat Vidin, sebuah kota yang berada di perbatasan dengan Rumania.

Penumpang sempat mengalami kekurangan makanan dan air karena kapal tidak dapat berlabuh di Vidin. Kapal lain yang dipanggil untuk membantu juga tidak bisa mendekat cukup dekat karena kondisi kedalaman sungai.

Ivan Zhekov, kepala pengawasan sungai di badan administrasi maritim Bulgaria, mengatakan kepada kantor berita BTA: “I have never heard of such low levels over the years. There has certainly not been a similar situation since 1990,”.

Serbia, tributari, dan proyeksi sampai pertengahan September

Penurunan permukaan air tidak hanya terjadi di Danube. Di Serbia, level pada anak sungai Sava dan Tisa juga sangat rendah karena keduanya merupakan tributari Danube.

Hidrolog Serbia Dejan Vladiković menilai persoalan ini bukan semata akibat tingginya suhu saat ini, tetapi juga berhubungan dengan curah hujan yang rendah pada musim semi. Ia menyampaikan kepada saluran televisi Serbia N1 bahwa Danube berada pada level yang tidak pernah terjadi dalam 50 hingga 60 tahun terakhir.

Menurut Vladiković, para klimatolog tidak memperkirakan adanya perbaikan sebelum pertengahan September. Suhu di Serbia diperkirakan meningkat hingga 38°C pada Jumat, bahkan mencapai 40°C di beberapa wilayah setempat, dengan suhu malam di Belgrade bisa mencapai 26°C.

Risiko kebakaran meluas di Eropa

Di tempat lain, prakiraan cuaca menyebut kondisi yang rawan kebakaran diperkirakan menyebar menuju Eropa tengah. Yunani dan Turki disebut menjadi negara yang paling terdampak.

Sementara itu, wilayah luas di Prancis dan Spanyol baru saja mengalami kebakaran hutan dengan intensitas dan penyebaran yang sangat luas, hingga memicu ratusan ribu evakuasi.