jurnalistik.co.id – Lebih dari separuh wilayah Inggris kini dinyatakan berada dalam kondisi kekeringan. Cuaca panas dengan curah hujan yang rendah berdampak pada ketersediaan air, sekaligus mengubah lanskap sungai, taman, dan fasilitas olahraga di berbagai daerah.
Periode kekeringan ini juga menandai pola berulang dalam beberapa tahun terakhir. Pengumuman terbaru menyebut ini merupakan kekeringan ketiga yang terjadi dalam lima tahun terakhir, yakni pada 2022, 2025, dan sekarang 2026.
Kekeringan tidak memiliki satu definisi tunggal. Umumnya istilah tersebut merujuk pada masa panjang dengan cuaca yang luar biasa kering, yang dapat menimbulkan konsekuensi bagi manusia, alam, dan lingkungan.
Ketika hujan tidak turun dalam waktu cukup lama, ketinggian badan air cenderung menurun. Dampaknya terlihat pada sejumlah sungai yang mengalami surut hingga dasar sungai muncul, termasuk Sungai Thames di London.
Di London, bagian dasar Thames terlihat karena permukaan air turun. Kondisi seperti ini menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana kekurangan curah hujan memengaruhi aliran dan volume air.
Paparan serupa juga ditemukan pada Sungai Redlake di Bucknell, Shropshire. Di lokasi penyeberangan (ford), penanda tinggi sungai tertinggal dalam keadaan benar-benar kering.
Di Hereford, Sungai Wye juga memperlihatkan kondisi yang sama. Setelah berminggu-minggu tanpa curah hujan, dasar sungai di area tersebut terlihat tanpa air yang menutupi permukaan.
Selain sungai yang menyusut, musim panas yang berlanjut juga memperkuat gambaran kekeringan. Sejumlah wilayah kini bahkan masuk ke gelombang panas keempat yang terjadi dalam tahun ini.
Akibatnya, berbagai spot wisata dan ruang terbuka terlihat menguning serta tampak kering. Di antaranya, kondisi tersebut disebut terjadi di Greenwich Park, Blackheath, Primrose Hill, Hackney Marshes, Peckham Common, dan Leyton Flats.
Berita Terkait
Bukan hanya taman kota, elemen perairan yang biasanya menjadi bagian dari lanskap juga ikut menyusut. Di London timur, Hollow Pond terlihat berkurang ukurannya dibanding kondisi normal.
Keterbatasan air turut terasa pada aktivitas yang bergantung pada kondisi lahan dan kelembapan. Di Woldingham Golf Club, lapangan yang biasanya hijau dipenuhi bercak-bercak hijau yang tidak merata, seolah mengikuti pola penurunan kelembapan tanah.
Situasi serupa juga muncul dalam kegiatan olahraga lainnya. Para pemain kriket disebut memainkan pertandingan di lahan yang menjadi semacam pulau hijau yang mengecil, pada Maidenhead & Bray club di desa Bray, Berkshire.
Pengaruh kekeringan juga terlihat pada kapasitas tampungan air. Sejumlah waduk dilaporkan mengalami penyusutan, termasuk Walthamstow Wetlands.
Di wilayah Peak District, Howden Reservoir berada dalam kondisi dengan garis tepian yang terlihat mundur. Foto dan catatan lapangan menunjukkan pantai waduk tampak memiliki bagian yang lebih sedikit terisi, seiring menurunnya volume air.
Meski kekeringan dapat muncul secara alami, para ilmuwan menekankan adanya peningkatan risiko yang terkait perubahan iklim. Suhu musim panas yang lebih tinggi membuat tanah menjadi lebih cepat kering, sehingga kondisi kering dapat bertahan lebih lama.
Dalam pandangan tersebut, kombinasi cuaca panas dan minim hujan berpotensi membuat kekeringan menjadi lebih berat sekaligus lebih sulit dipulihkan. Artinya, kejadian yang sama dapat berlangsung dalam periode yang lebih panjang dibanding pola kekeringan sebelumnya.
Gambaran di berbagai tempat—dari sungai yang surut hingga taman yang menguning, dari padang olahraga yang menyusut hingga waduk yang menyusut—memperlihatkan bahwa dampak kekeringan tidak berhenti pada satu sisi saja. Gangguan terjadi pada ekosistem, ruang publik, serta aktivitas harian yang membutuhkan ketersediaan air dan kondisi lingkungan yang stabil.
Dengan kekeringan yang kini menyelimuti lebih dari setengah Inggris dan terjadi berulang dalam waktu yang relatif dekat, isu ini menjadi tantangan yang menuntut perhatian. Dampak yang terlihat di lapangan menunjukkan betapa curah hujan yang rendah dapat mengubah kondisi alam secara cepat, terutama ketika panas terus berlanjut.












