jurnalistik.co.id – BPBD Solo melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan menyiapkan langkah respons di sejumlah kelurahan.
Kepala BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo, menjelaskan pemetaan itu memisahkan risiko berdasarkan kondisi wilayah, khususnya bagian selatan dan utara kota.
Pemetaan wilayah rawan kekeringan
Ari menyebut wilayah selatan yang masuk kategori rawan kekeringan adalah Kelurahan Mojo dan Kelurahan Semanggi.
Untuk bagian utara, BPBD memasukkan Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Joglo, dan Kelurahan Kadipiro sebagai wilayah yang perlu diantisipasi.
Ia merinci, “Kemarin ada beberapa kelurahan yang sudah kita petakan. Kalau yang di wilayah selatan ada Mojo sama Semanggi. Kemudian yang di utara ada Mojosongo, Joglo dan Kadipiro,” kata Ari di Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dalam penjelasan berikutnya, Ari menautkan kondisi kekeringan dengan sumber air yang paling memengaruhi wilayah tersebut.
Alasan risiko di wilayah selatan dan utara
Menurut Ari, Kelurahan Semanggi dan Mojo berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo.
Ia mengatakan, bila tinggi muka air Bengawan Solo surut, suplai air yang berdampak pada wilayah tersebut ikut terpengaruh.
“Karena kalau kita lihat Semanggi dan Mojo berada di pinggiran wilayah Sungai Bengawan Solo. Otomatis kalau tinggi muka air Bengawan Solo habis mereka akan terdampak juga,” ujar Ari.
Pola yang berbeda muncul pada wilayah utara yang disebutkan lebih memiliki karakter tanah yang tinggi.
Ari menilai kondisi itu berpengaruh pada ketersediaan air tanah saat musim kemarau.
Berita Terkait
“Jadi mungkin air tanahnya turun (saat musim kemarau),” kata Ari.
Langkah antisipasi: tandon dan hidran
Sebagai antisipasi kekeringan, BPBD telah menyiapkan dukungan logistik berupa pengiriman tandon air ke sejumlah wilayah rawan.
Langkah tersebut, kata Ari, difungsikan sebagai tempat penyimpanan air ketika wilayah mengalami kekurangan air bersih.
Ia menyampaikan, “Jadi kemarin dari BPBD sudah kirimkan toren, tandon air ke beberapa tempat. Harapannya kalau memang terjadi kekeringan di wilayah itu nanti akan dropping air,” ungkap dia.
Selain penyiapan tandon, Pemkot juga disebut Ari telah menyiagakan hidran di sejumlah titik sebagai sumber pasokan air bersih bagi warga.
Menurutnya, penggunaan hidran dilakukan dengan kerja sama bersama PDAM agar pemenuhan kebutuhan air untuk warga dapat berjalan dalam kondisi darurat.
“Kita ada hidran. Nanti kita kerja sama dengan PDAM juga terkait penggunaan untuk logistik warga masyarakat,” kata dia.
Dengan pemetaan yang mengaitkan risiko pada posisi wilayah serta kondisi air, BPBD Solo berupaya memastikan langkah penanganan dapat merespons bila kekeringan benar-benar terjadi pada kelurahan-kelurahan yang sudah ditentukan.
Pemetaan yang disusun BPBD Solo dibuat untuk menyiapkan respons sejak jauh hari. Dengan pendekatan itu, petugas dapat mengarahkan perhatian pada kelurahan-kelurahan yang dinilai paling berisiko mengalami kekurangan air saat kondisi cuaca memburuk, sehingga penanganan tidak dilakukan secara serempak tanpa mempertimbangkan perbedaan karakter wilayah.
Dalam konteks ini, wilayah selatan yang sudah masuk daftar rawan dijelaskan berkaitan dengan kedekatannya pada kawasan pinggiran Sungai Bengawan Solo. Ketika indikator pasokan dari sungai berubah, dampaknya dinilai ikut terasa pada suplai yang dibutuhkan di kelurahan-kelurahan tersebut, sehingga langkah antisipasi diarahkan pada penguatan ketersediaan air bersih.
Untuk menghadapi situasi bila kekeringan benar-benar terjadi, BPBD menyiapkan tandon dan skema dropping air sebagai cadangan sementara. Tandon tersebut berfungsi menampung air agar kebutuhan warga dapat dipenuhi pada fase darurat, sementara penyaluran dapat lebih terukur mengikuti kebutuhan di masing-masing kelurahan yang sudah ditetapkan.
Selain penyiapan cadangan melalui tandon, Pemkot juga menyiagakan hidran dan mengatur penggunaannya melalui kerja sama dengan PDAM. Dengan koordinasi itu, penggunaan hidran dimaksudkan agar pemenuhan air bersih tetap berjalan ketika kondisi di lapangan menuntut respons cepat, sekaligus memastikan langkah penanganan selaras dengan hasil pemetaan BPBD Solo.












