jurnalistik.co.id – Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan modal kemenangan atas Norwegia, dan kini mereka bersiap menghadapi Argentina. Tim asuhan Thomas Tuchel akan bertanding di Atlanta pada Rabu pukul 20:00 BST, dengan siaran langsung melalui BBC One dan iPlayer.
Langkah itu terasa seperti prasyarat menuju target yang lebih besar. Inggris mengejar trofi Piala Dunia pertamanya sejak 1966, setelah perjalanan di fase gugur penuh tensi hingga akhirnya memaksa laga ditentukan melalui tambahan waktu.
Harry Kane, yang memimpin lini serang, menilai skuadnya memiliki potensi untuk naik level. Ia menggunakan keyakinan tersebut sebagai respons atas dinamika yang muncul selama pertandingan dan evaluasi yang diberikan menjelang laga berikutnya.
Inggris sebenarnya butuh waktu tambahan sebelum memastikan kemenangan 2-1 atas Norwegia pada Sabtu. Menjelang babak semifinal melawan Argentina, Kane mengingatkan bahwa performa mereka sejauh ini belum memperlihatkan kapasitas penuh yang mereka yakin mampu dicapai.
Tuchel menyoroti detail yang belum konsisten
Setelah perempat final, Thomas Tuchel menyatakan ketidakpuasannya terhadap penampilan Inggris. Menurutnya, tim “got lucky”, tampil “sloppy”, melakukan “a lot of technical mistakes”, serta “not fast enough, not repetitive enough”.
Kane memahami arah kritik tersebut. Ia menilai frustrasi Tuchel muncul karena pemain belum mampu meniru apa yang mereka kerjakan saat latihan, terutama saat tempo permainan menuntut repetisi dan eksekusi yang lebih rapi.
Kapten Inggris lalu menggambarkan harapan Tuchel melalui kutipan yang menekankan kedekatan tim ketika berlatih. “When he sees us train and sees the closeness of us and sees what we can do, especially with the players we have, the way we attack, our one-on-ones and the skills, he just wants to see that version of us,” kata Kane.
Namun Kane juga menegaskan bahwa menyamakan latihan dan pertandingan tidak sesederhana itu. “He knows as much as anyone that it’s not as simple as that, we’re playing against good opposition and good teams.”
Kane: “another level we can reach” belum terlihat sepenuhnya
Di titik ini, Kane menghubungkan kritik Tuchel dengan keyakinannya tentang peningkatan yang masih mungkin terjadi. Ia menyebut ada “another level we can reach” yang belum sepenuhnya tampil di laga-laga penting.
“He’s trying to drag it out of us and we know ourselves we have another level we can reach. We haven’t seen that yet, we’ve shown it in glimpses.”
Kane menempatkan contoh dari perjalanan Inggris, termasuk ketika laga melawan Norwegia menghadirkan momen-momen yang menunjukkan kualitas tersebut. “Against Norway it was in glimpses. But we haven’t had full control that we would like and I feel we can have.”
Baginya, posisi semifinal adalah bukti bahwa tim mampu melampaui fase sulit, sekaligus memberi ruang untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang. “We’ll be playing against one of the best teams in the world in the semi-final, so the most pleasing thing is we are in a semi-final and still feel we can improve.”
Walau optimistis, Kane tidak ingin menjadikannya slogan berlebihan. “But I don’t think it is something to get really over the top about. We are showing a lot of good things.”
Berita Terkait
Dengan sudut pandang itu, Kane menempatkan laga Argentina sebagai ujian yang sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan versi permainan yang lebih utuh. Terlebih, Inggris belum pernah menjuarai Piala Dunia sejak 1966, dan semifinal kali ini menjadi babak yang sangat menentukan.
Bellingham melihat sisi lain: kerja keras tim
Sementara Kane bersandar pada pesan Tuchel tentang ketidaksesuaian antara latihan dan pertandingan, Jude Bellingham justru memandang laga melalui perspektif yang berbeda. Bellingham, yang mencetak dua gol pada dua pertandingan terakhir Inggris, memilih menekankan kesulitan pertandingan sebagai bagian dari proses.
“It’s difficult out there, it’s a tough shift,” kata Bellingham setelah pertandingan. Ia menambahkan bahwa seluruh pemain menjalani pekerjaan berat yang sama. “All the players have put in a tough shift. My thoughts and appreciation goes to the players out there.”
Bellingham juga menyentuh konteks yang menurutnya tidak selalu dipahami sepenuhnya oleh orang di luar pengalaman menghadapi kondisi tertentu. Ia berkata, “Maybe he [Tuchel] doesn’t know what it’s like to play in those conditions against Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa and Alexander Sorloth.”
Menurut Bellingham, lawan seperti Norwegia memiliki karakter yang menuntut adaptasi, sehingga menilai performa lewat satu sudut saja bisa kurang tepat. “They’re not an easy team to play against. I can’t speak highly enough of the lads.”
Perbedaan penekanan itu menunjukkan dua cara membaca situasi yang sama: Kane menyoroti ruang perbaikan yang masih terbuka, sedangkan Bellingham menegaskan pentingnya kerja keras kolektif dan rasa hormat pada upaya tim.
Catatan perjalanan Inggris dan target yang belum selesai
Inggris adalah juara dunia pada 1966, dan mereka kini berada di semifinal untuk hanya keempat kalinya setelah sebelumnya kalah pada tahap tersebut dari West Germany pada 1990 dan dari Croatia pada 2018. Selain itu, mereka juga pernah mengalami kegagalan di final Kejuaraan Eropa.
Di Euro, Inggris kalah lewat adu penalti melawan Italia di Wembley pada 2021, lalu juga tersingkir dari Spanyol di Berlin dua tahun lalu. Rekam jejak itu membuat laga-laga penentu semakin sarat arti, termasuk semifinal kali ini.
Kane, yang kini bermain untuk Bayern Munich, menyebut era tim nasional Inggris sebagai periode yang sangat berhasil sekaligus menekankan bahwa bagian terakhir masih belum diraih. “It’s been an extremely successful era of our national team.”
Ia kemudian menegaskan fokus utama: finis dengan hasil akhir yang tepat. “Of course, we want to get over the line. That is the missing piece now.”
Menurut Kane, Inggris sedang berada di ambang pencapaian yang besar, dan momen semifinal menjadi pekan yang layak dimaksimalkan. “We’re knocking on the door. We’re getting to these semi-finals and finals. It’s a big week.”
Ia menambahkan bahwa kebersamaan tim sudah terjalin selama enam minggu, dan motivasi mereka diarahkan untuk dorongan yang lebih besar pada fase terakhir. “We’ve been together six weeks and shown every bit of desire for the badge and we’re going to need an even bigger push now for the last week or so.”
Di akhir, Kane menekankan bahwa berada di semifinal Piala Dunia tidak selalu menjadi kenyataan bagi tim nasional ini, sehingga ada kebutuhan untuk menikmati proses sambil tetap menjaga target. “Ultimately we are in a semi-final of the World Cup and that has not always been the case for this national team, so we have to enjoy it.”












