jurnalistik.co.id – William, Pangeran Wales, menyampaikan bahwa kebakaran hutan yang terus meluas di Eropa dan Inggris menjadi “peringatan tegas” atas tantangan iklim yang semakin ekstrem.
Pernyataan itu muncul di tengah gelombang panas ekstrem, ketika api masih berkobar di berbagai wilayah. Di Prancis dan Spanyol, lebih dari 300.000 orang dilaporkan telah dievakuasi dari bagian-bagian yang terdampak.
Di Inggris, situasi dinilai serius terutama setelah sejumlah titik api terus menyala. Di Skotlandia, pada akhir pekan lalu, insiden besar (major incident) diumumkan akibat kebakaran hutan yang besar di kawasan Cairngorms, sementara di wilayah lain terdapat beberapa kebakaran skala lebih kecil.
Pangeran William menuliskan pesan dukungan melalui akun X. Ia menyatakan, “Our thoughts are with everyone affected by the devastating wildfires across France, Spain and the UK.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang bekerja di lapangan. “We are deeply grateful to the firefighters, emergency services and volunteers working tirelessly in extraordinarily difficult conditions.”
Dalam pesannya, William menegaskan bahwa rangkaian kejadian ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan cerminan perubahan iklim yang makin nyata. “These events are a stark reminder of the challenges posed by an increasingly extreme climate and the importance of protecting both people and nature.”
Menurut layanan iklim Copernicus, perubahan iklim mendorong kenaikan suhu dunia, namun Eropa mengalami pemanasan yang paling cepat. Wilayah itu disebut memanas dua kali lebih cepat dibanding rata-rata pemanasan global, sehingga gelombang panas musim panas makin sering dan intens, serta memberi tekanan lebih besar pada ketersediaan air.
Berita Terkait
Kondisi tersebut turut memperkuat risiko kebakaran hutan yang lebih dahsyat. Api saat ini terus menerjang Prancis dan Spanyol, dan di Prancis kebakaran tercatat sebagai yang terburuk dalam dua dekade terakhir.
Di Spanyol, pihak berwenang di ibu kota Madrid menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi merupakan yang terparah yang pernah dialami kawasan tersebut.
Di Inggris, penilaian Met Office menunjukkan kemungkinan dampak yang sangat berat apabila kebakaran mulai muncul di beberapa area tertentu. Met Office menyebut kebakaran berpotensi menjadi luar biasa parah pada hari Rabu, bila titik api muncul di bagian-bagian London, wilayah tenggara, atau timur Inggris akibat cuaca panas dan kering.
London Fire Brigade melaporkan telah menangani lebih dari 1.300 insiden selama akhir pekan. Penanganan itu mencakup kebakaran lahan/rumput (grass fires), kebakaran properti, serta upaya menyelamatkan seseorang dari Sungai Thames.
Otoritas juga mengimbau langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak meluas. London Fire Brigade meminta masyarakat menghindari penggunaan pemanggang barbekyu sekali pakai, membuang bahan-bahan merokok dengan benar, serta tidak membuang sampah sembarangan; sampah harus dimasukkan ke tempat sampah atau dibawa pulang.
Perkiraan cuaca menunjukkan suhu akan naik lagi pada pekan ini. Gelombang panas keempat tahun ini diperkirakan masih akan datang untuk beberapa wilayah, sementara peringatan kesehatan karena panas (amber heat health alerts) telah dikeluarkan untuk sebagian besar wilayah Inggris bagian timur.
Met Office juga merilis data sementara yang menunjukkan bulan Juli berada 3C di atas rata-rata di seluruh Inggris. Dengan kondisi tersebut, Inggris berpeluang mengakhiri bulan Juli sebagai salah satu periode Juli terpanas yang pernah tercatat.
Di tengah eskalasi ini, pesan William menempatkan kebakaran hutan sebagai indikator penting dari tantangan iklim ekstrem. Seruan untuk melindungi manusia dan alam menjadi benang merah yang menyertai perhatian publik terhadap dampak gelombang panas dan meningkatnya risiko kebakaran.












