jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan yang melanda Prancis kini berada pada jarak sekitar 15 km dari Bordeaux. Wali kota Bordeaux, Thomas Cazenave, mengatakan pihaknya mulai menyiapkan penampungan bila evakuasi kembali diperintahkan.
“We are preparing to accommodate a large number of people should further evacuations be ordered,” ujar Cazenave. Ia juga menyebut situasi yang dihadapi saat ini tergolong sangat serius.
Di wilayah Gironde, petugas pemadam menghadapi keadaan yang disebut “unprecedented”. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan kebakaran itu menghadirkan tantangan karena “has a life of its own”.
Selain ancaman jarak yang kian dekat, upaya penanganan juga diperkirakan bakal makin sulit akibat gelombang panas berikutnya pada Selasa. Faktor suhu ekstrem dikhawatirkan menghambat operasi pemadaman dan memperburuk kondisi lapangan.
Secara keseluruhan, Prancis telah mengevakuasi sekitar 220.000 orang. Di Spanyol, lebih dari 100.000 orang juga telah dievakuasi akibat kebakaran yang “uncontrolled” di wilayah barat Madrid.
Wali kota Cestas, Jerome Steffe, yang berada di selatan Bordeaux, menyampaikan penilaiannya bahwa bencana ini “will be the fire of the century”. Ia menceritakan evakuasi terhadap 17.000 warga dari kotanya pada malam hari saat api membesar dua hari lalu.
Steffe menyebut hingga saat ini wilayah terdampak telah membakar sekitar 42.000 hektare lahan. Ia juga menyatakan 240 rumah hangus dalam kebakaran tersebut.
“In my city the situation is really catastrophic,” tambahnya. Meski laju api disebut tidak lagi bergerak secepat sebelumnya, ia menegaskan risiko masih bertahan karena bara yang beterbangan serta perubahan arah angin secara mendadak.
Menurut Steffe, timnya terus mengupayakan perlindungan melalui sekat bakar. “We put all our energy into creating protective firebreaks,” katanya, namun ia mengakui bahwa “we are all scared in front of this situation”.
Pihak pemerintah Prancis juga menilai musim kebakaran saat ini tidak biasa. Perdana Menteri Sébastien Lecornu memperingatkan bahwa negara sedang menghadapi “is going through an unprecedented fire season”.
Dalam unggahan di X pada Senin, Lecornu menuliskan “116,085 hectares [286,852 acres] have already burned and 13,566 fire starts have been recorded since January”. Ia menyampaikan data itu untuk menggambarkan skala kebakaran yang terjadi sejak awal tahun.
Lecornu juga menyebut sembilan dari 10 kebakaran bermula karena faktor manusia. Ia menjelaskan sebagian besar berasal dari kelalaian, seperti “a cigarette butt, a barbecue, work carried out without precaution”.
Namun, ia juga menegaskan tidak semua kebakaran merupakan kecelakaan. “not all these fires are accidents” dan “some are deliberately set,” tulisnya, seraya menambahkan sejak 6 Juli telah terjadi 162 penangkapan.
Berita Terkait
Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan mengunjungi beberapa kawasan yang terdampak bencana di Gironde. Tujuannya, kata laporan, untuk menunjukkan dukungan kepada para petugas pemadam dan tim-tim yang merespons kebakaran.
Wilayah lain ikut terdampak
Kebakaran hutan juga membakar beberapa wilayah Prancis lain, termasuk Var dan Landes. Api dilaporkan juga terjadi di Haute-Corse, di pulau Korsika.
Di Spanyol, kebakaran di barat Madrid telah memasuki hari kelima status darurat nasional. Kondisi ini berlanjut di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan oleh otoritas setempat.
BBC Verify menyatakan telah menganalisis citra satelit untuk memantau penyebaran kebakaran di barat Madrid. Berdasarkan pemantauan itu, kebakaran kini memengaruhi lebih dari 27.000 hektare.
Citra satelit yang diambil pada 24 dan 26 Juli menunjukkan bagaimana api menyebar selama dua hari. Perkembangan cepat itu terjadi setelah beberapa kebakaran di wilayah Almorox, Villa del Prado, dan San MartĂn de Valdeiglesias melebur menjadi satu kebakaran besar.
Gambar-gambar tersebut juga memperlihatkan meluasnya bekas bakaran seiring pergerakan api. Otoritas setempat menyebut kawasan mereka menghadapi “the worst fires in its history”.
Gelombang panas dan perubahan iklim memperparah risiko
Laporan tersebut juga mengaitkan meningkatnya intensitas kebakaran dengan perubahan iklim. Copernicus Climate Change Service menyatakan Eropa menjadi benua yang paling cepat memanas, yakni “heating up twice as fast as the global average”.
Kenaikan suhu ini mendorong frekuensi gelombang panas musim panas yang lebih tinggi. Kondisi tersebut, menurut laporan, turut memberi tekanan pada pasokan air di Eropa.
Tekanan pada ketersediaan air serta meningkatnya suhu disebut dapat memicu kebakaran hutan yang lebih intens. Dengan kata lain, tantangan pemadaman bukan hanya berasal dari jarak api, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran.
Di tengah situasi yang terus berubah, pemerintah dan petugas lapangan menekankan kewaspadaan. Perubahan arah angin dan bara yang beterbangan menjadi faktor yang dapat mengubah peta ancaman dalam waktu singkat.
Wali kota Bordeaux menegaskan langkah antisipasi telah disiapkan untuk kemungkinan evakuasi lanjutan. Sementara itu, otoritas di wilayah lain melanjutkan respons, termasuk persiapan darurat di Prancis dan Spanyol.












