jurnalistik.co.id – Savannah Guthrie kembali menyampaikan permohonan mendesak kepada penculik ibunya, Nancy Guthrie, melalui video terbaru yang ia unggah di media sosial.
Dari rekaman itu, jurnalis dan pembawa acara televisi AS tersebut memohon agar para penculik segera membagikan lokasi Nancy, agar keluarga bisa menemukan keberadaannya.
“I’m asking you, begging you, to do the right thing now,” ujar Savannah dalam video yang dirilis baru-baru ini.
Ia menambahkan, “Help us find her – tell us where to look for her.”
Menurut penyelidik, Nancy Guthrie terakhir kali terlihat pada 31 Januari. Ia diduga dibawa paksa dari rumahnya di dekat Tucson, Arizona.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkap kemungkinan motif, dan belum ada tersangka yang ditangkap.
Dalam hari-hari setelah penculikan, muncul catatan tebusan yang menyatakan bahwa Nancy telah meninggal. Keterangan itu disampaikan kepada penyelidik, sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan.
Catatan tebusan tersebut dinilai sebagai salah satu dari dua catatan tebusan yang dianggap kredibel dan ditujukan kepada keluarga Nancy Guthrie, lalu dikirim ke media berita tak lama setelah penculikan Januari terjadi.
Catatan pertama meminta “millions in Bitcoin” untuk membebaskannya, sementara catatan kedua menyebut bahwa Nancy telah meninggal dunia, menurut laporan media AS yang mengutip sumber tanpa nama.
Permohonan terus berlanjut di tengah “ketiadaan perubahan”
Dalam video terbarunya yang diposting pada Senin, Savannah Guthrie mengarahkan pesan langsung kepada pihak yang diduga menculik ibunya.
“It has been months since our mom was taken from us,” kata Savannah.
Ia menyebut keluarganya berada dalam kondisi yang sangat berat: “Our family is in agony. We are in a nightmare that will not end. Nothing about our situation has changed.”
Menurut Savannah, keluarganya merasa sudah melakukan bagian mereka dan tetap tidak akan berhenti mencari.
Berita Terkait
“We have done our part, and we will never stop looking for her. We will always ache for her and feel that hole in our hearts.”
Ia kemudian meminta agar situasi itu segera berakhir dan menegaskan keyakinannya tentang kemungkinan pulang.
“Help us bring this situation to an end. For all of us, no matter where we’ve been and what we’ve done, I believe there is always a way home. Please make the right choice.”
Hingga kini, Departemen Kepolisian Sheriff Kabupaten Pima (Pima County Sheriff’s Department) belum memberi komentar mengenai isi catatan tebusan yang diduga.
Meski demikian, departemen tersebut menyatakan penyelidikannya “remains active and ongoing”.
Berdasarkan laporan mitra AS BBC, CBS, serta beberapa media lain, penegak hukum sempat meminta agar media menahan publikasi rincian catatan tebusan selama penyidikan berlangsung.
Sementara itu, FBI dan pihak Pima County telah menghabiskan berbulan-bulan untuk menyelidiki penculikan yang masih menyisakan banyak misteri dari rumah Nancy Guthrie di Arizona.
Menurut laporan, Nancy Guthrie membutuhkan pengobatan harian. Ia menghilang setelah—menurut keterangan yang beredar—ia dijatuhkan di rumahnya pada malam Januari oleh kerabat, sekitar hampir enam bulan sebelum waktu pemberitaan.
Hari berikutnya, ia juga tidak muncul di rumah seorang teman untuk menonton layanan gereja virtual pada hari Minggu.
Lebih awal tahun ini, otoritas merilis gambar seorang tersangka yang memakai penutup wajah dan bersenjata. Dalam rilisannya, disebut bahwa tersangka tersebut menutupi kamera pintu depan di rumah Nancy Guthrie sebelum ia menghilang.
Catatan tebusan awal disebut dikirim pada hari setelah Nancy dinyatakan hilang, dan menuntut “millions in Bitcoin” untuk pembebasannya.
Catatan itu juga dilaporkan memuat rincian spesifik tentang rumah Nancy, termasuk kondisi kamar tidurnya serta detail lingkungan di sekitarnya—keterangan tersebut disampaikan kepada CBS oleh penyelidik.
Di sisi lain, Savannah Guthrie pernah menyatakan bahwa beberapa catatan tebusan yang dikirim kepada keluarga diduga merupakan “fake”.
Ia juga mengatakan bahwa ibunya mungkin tidak lagi hidup, meski statusnya hingga kini masih belum dapat dikonfirmasi oleh pihak berwenang.










