Olahraga

Kejuaraan Evian: Charley Hull berbagi posisi tiga besar seusai ronde awal

×

Kejuaraan Evian: Charley Hull berbagi posisi tiga besar seusai ronde awal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Evian Championship: Charley Hull in a tie for third after opening round

jurnalistik.co.id – Charley Hull memulai Kejuaraan Evian dengan catatan solid dan langsung menempatkan dirinya di kelompok terdepan. Petenis 30 tahun itu menyelesaikan ronde awal dengan skor 66 atau lima-under par, sehingga menempati posisi berbagi tempat ketiga setelah hari pertama di Prancis selatan.

Hull finis dengan selisih tiga pukulan dari pemimpin klasemen, Aki Iwai. Iwai mencatat delapan-under par tanpa bogey, sementara Perrine Delacour dari Prancis berada di enam-under par. Di belakang mereka, Hull berbagi tempat ketiga bersama tiga pemain lain: M Stark, R Haeran, dan I Jin Hee, yang sama-sama mengemas lima-under par.

Di grup berikutnya, skor empat-under par menempatkan Charley Hull versi rekan setimnya serta sejumlah nama lain. Catatan empat-under par dimiliki oleh Charley Gainer dan Lottie Woad, bersama J Yan, R Yin, B Henderson, E Hara, dan M Kang. Sementara itu, pada daftar “selected others”, E L Maguire dari Irlandia muncul tanpa angka skor yang dicantumkan di teks, sedangkan L Walsh (Irlandia) berada di +2, N Korda (AS) di +3, dan M Rhodes (Inggris) di +5.

Kisah menarik muncul ketika Hull menanggapi dugaan bahwa es krim yang dibawa kaddie berperan pada performanya. Ia bahkan sempat tertangkap memegang camilan manis tersebut di hole ke-15. Hull kemudian mengunggah penjelasannya dengan nada bercanda, “I didn’t eat it,” dan menambahkan, “My boyfriend got it for my caddie, so I held it for a minute when he was putting my club in the bag!”

Dalam kondisi panas yang disebut mencapai sekitar 30C, perjalanan Hull memang tidak langsung mulus sejak awal. Ia sempat dua-over par setelah enam hole pertama, sebelum bangkit lewat rangkaian pukulan efektif. Dari 11 hole berikutnya, Hull membukukan lima birdie, kemudian menambah dua pukulan pada hole par-lima ke-18 untuk mengunci total 66.

Skor 66 tersebut menjadi pencapaian ronde pertama Hull yang sama-sama rendah untuk kategori mayor. Hull juga menegaskan bahwa tahun ini ia berhasil berbeda dari edisi sebelumnya. Pada Kejuaraan Evian tahun lalu, Hull terpaksa mundur setelah mengalami collapse dua kali selama ronde pertama. Ia kemudian menjelaskan tengah “battling a virus” dan mendapatkan penanganan di area Evian-les-Bains tanpa perlu menjalani perjalanan ke rumah sakit.

Menurut Hull, meski ia tidak menikmati es krim tersebut, ia justru merasa nyaman dengan cuaca. “I like the heat on my back because I have a few injuries,” katanya. “The warmer it is, the more I am able to move.” Ia juga merinci kebiasaan di lapangan: “I just drink loads of water on every hole and have loads of electrolytes. I eat every other hole – but I didn’t eat the ice cream.”

Meski masih menantikan gelar mayor pertamanya, Hull menunjukkan konsistensi di level turnamen besar. Sejak kemunculan perdananya pada 2012, ia mengoleksi total lima kali menjadi runner-up di ajang-ajang terbesar dalam golf. Di sirkuit LPGA, ia juga mengakhiri tiga dari lima turnamen terakhirnya sebagai peringkat dua, termasuk penampilannya di US Open bulan lalu.

Di sisi lain lapangan, Nelly Korda menghadapi pekerjaan berat untuk kembali ke jalur atas setelah ronde pertama. World number one itu—yang meraih dua mayor pertama musim 2026—menyelesaikan hari pertama dengan skor 74 atau tiga-over par. Hasil tersebut membuatnya berbagi posisi hingga tempat ke-99. Ia membuka dengan double bogey, lalu tertinggal empat-over setelah lima hole, sebelum menemukan dua birdie di momen pergantian permainan. Akan tetapi, ia menutup ronde dengan bogey sehingga tertinggal 11 pukulan dari pemimpin klasemen.

Korda hanya sekali berada di luar top 10 dalam 10 turnamen musim ini, sehingga peluangnya bergantung pada penampilan lanjutan besok. Dalam skema turnamen, untuk melanjutkan kompetisi ia harus melewati cut yang ditetapkan untuk peringkat 65 terbaik dan ties.

Sementara itu, peluang dari Inggris juga tampak hidup lewat Lottie Woad. Di Kejuaraan Evian musim lalu, Woad menjadikan turnamen tersebut sebagai penampilan terakhirnya sebagai amatir, dan nyaris keluar sebagai juara dengan finis satu pukulan di belakang pemenang Grace Kim serta Jeeno Thitikul yang sama-sama mencatat 13-under par. Dengan ronde awal 66, Woad kembali masuk radar persaingan. Di sembilan hole pertamanya, ia membukukan lima birdie dan satu eagle di tengah tiga bogey.

Woad juga menilai keuntungan yang ia rasakan di lapangan yang lebih familier. “I played pretty solid,” ujar Woad. Ia menambahkan, “It’s nice coming somewhere you’re more familiar with as this year so far every course has been new.”

Adapun Cara Gainer menyelesaikan ronde awal dengan ritme yang lebih bersih. Ia pernah berbagi memimpin pada 54 hole di 2025 sebelum akhirnya finis imbang di tempat ke-14 setelah menutup dengan 74 yang berujung tiga-over par. Pada ronde awal yang dibahas, Gainer mencatat clean card dan mengemas empat birdie saat membukukan skor 67.