jurnalistik.co.id – PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mencatat pendapatan bersih Rp 168,7 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 152,5 miliar.
Perusahaan menilai kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis jasa angkutan antar kota. Segmen angkutan antar kota menjadi penyumbang utama kenaikan pendapatan konsolidasian sepanjang enam bulan pertama 2026.
Dalam laporan kinerja tersebut, segmen angkutan antar kota menyumbang sekitar 94,4 persen dari total kenaikan pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari segmen angkutan penumpang tumbuh 2,9 persen.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain mengalami penurunan 15,1 persen. Perubahan komposisi pendapatan ini ikut mewarnai dinamika kinerja operasional perusahaan pada paruh awal tahun berjalan.
“Pertumbuhan pendapatan pada Semester I 2026 menunjukkan permintaan terhadap layanan transportasi Perseroan tetap terjaga, terutama pada bisnis angkutan antar kota,” ujar Direktur Finance & Accounting PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk Edgar Surjadi melalui keterangan pers pada Sabtu (1/8/2026).
Edgar Surjadi menambahkan, strategi perusahaan juga diarahkan agar pertumbuhan bisnis tetap berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. “Kami akan terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan operasional, sekaligus menjaga pengelolaan biaya agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” kata Edgar.
Seiring meningkatnya pendapatan, laba bruto WEHA juga bertumbuh. Laba bruto perseroan naik 13,9 persen menjadi Rp 60,6 miliar pada semester I 2026.
Perusahaan mencatat margin laba bruto bergerak naik 1,0 poin persentase menjadi 35,9 persen. Artinya, efisiensi pada level laba kotor masih menunjukkan perbaikan meski perseroan menghadapi tekanan pada biaya.
Namun demikian, beban usaha tercatat meningkat 18,9 persen. Di tengah kenaikan tersebut, WEHA masih membukukan laba usaha sebesar Rp 18,1 miliar atau naik 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski laba usaha bertambah, margin laba usaha mengalami penurunan. Margin laba usaha tercatat 10,8 persen, turun 0,7 poin persentase seiring meningkatnya rasio beban usaha terhadap pendapatan dari 23,4 persen menjadi 25,1 persen.
Kinerja berbasis operasional yang tercermin lewat EBITDA turut tumbuh. EBITDA perseroan meningkat 3,9 persen menjadi Rp 47,7 miliar, tetapi margin EBITDA turun menjadi 28,3 persen dari 30,1 persen pada semester I 2025.
Berita Terkait
Performa laba yang lebih bawah menunjukkan tekanan lebih kuat. Laba bersih WEHA pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp 11,7 miliar, turun 14,0 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan laba bersih juga tercermin pada margin. Margin laba bersih berubah menjadi 7,0 persen dari 8,9 persen pada semester I 2025.
Menurut perseroan, penurunan laba bersih terutama dipengaruhi oleh beban lain-lain bersih yang meningkat menjadi Rp 3,2 miliar dari sekitar Rp 0,03 miliar pada semester I 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan penurunan keuntungan atas penjualan aset tetap dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari gambaran tersebut, pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan laba bersih. Laba bruto dan laba usaha memang naik, namun pergerakan beban usaha serta beban lain-lain bersih menjadi penahan laju perbaikan kinerja di tingkat paling akhir.
Fokus strategi pada semester II 2026
Memasuki semester II 2026, WEHA menyiapkan sejumlah strategi pada masing-masing lini usahanya. Langkah-langkah yang disusun menargetkan penguatan layanan, optimasi operasional, serta perluasan basis pelanggan di segmen yang relevan.
Pada bisnis penyewaan bus pariwisata White Horse, perseroan akan memprioritaskan proyek kerja sama jangka panjang. Tujuannya menyediakan layanan shuttle bagi pelanggan korporasi dan institusi.
Untuk lini usaha intercity shuttle DayTrans, perusahaan akan melakukan uji coba armada minivan listrik atau electric vehicle (EV) di sejumlah rute strategis. Inisiatif ini akan dievaluasi sebagai salah satu opsi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Selain uji coba armada EV, DayTrans juga akan mengoptimalkan rute yang telah berjalan. Perusahaan menyiapkan pengembangan rute-rute strategis sesuai potensi pasar agar kapasitas layanan dapat lebih tepat sasaran.
Pada lini usaha Explorer.ID, perseroan akan memperkuat penawaran paket private trip untuk kebutuhan outing dan gathering perusahaan. Strategi ini ditujukan untuk memperluas basis pelanggan korporasi sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis jasa wisata.
Dengan kombinasi penguatan layanan angkutan, percobaan efisiensi melalui kendaraan listrik, serta pengembangan produk untuk segmen korporasi, WEHA berharap momentum permintaan yang terjaga pada paruh pertama tahun ini dapat terus berlanjut. Perusahaan juga menegaskan komitmen menjaga kualitas layanan dan pengelolaan biaya sebagai kunci keberlanjutan pertumbuhan.












