Bisnis & Ekonomi

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun, Perjalanan Domestik Justru Menguat

×

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun, Perjalanan Domestik Justru Menguat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wisatawan Asing Turun, Wisata Domestik Justru Makin Ramai

jurnalistik.co.id – Libur sekolah yang jatuh pada Juni biasanya menjadi salah satu momen paling padat bagi sektor pariwisata. Di periode itu, arus penumpang cenderung meningkat, hotel mulai terisi, dan destinasi wisata kembali ramai. Namun, gambaran yang muncul dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kenaikan mobilitas tersebut tidak lagi bergerak dengan laju yang sama untuk semua kelompok wisatawan.

Untuk bulan Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,39 juta kunjungan. Angka itu naik tipis sebesar 0,32 persen dibandingkan Mei 2026. Meski begitu, dibandingkan Juni 2025, kunjungan wisman justru turun 2,15 persen, mengindikasikan mulai adanya perlambatan jika dilihat dalam basis tahunan.

Pola serupa juga tampak ketika menempatkan Juni sebagai bagian dari tren sepanjang semester pertama. Walaupun pada Juni laju kedatangan wisman melemah dibanding periode setahun sebelumnya, BPS masih mencatat bahwa akumulasi kunjungan wisman Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan kata lain, pelemahan yang terlihat di Juni belum menghapus pertumbuhan yang terbentuk sejak awal tahun.

Wisata domestik bertambah, sementara wisata mancanegara melambat

Di sisi lain, pertumbuhan wisata domestik justru terlihat menguat. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, naik 1,98 persen secara tahunan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri pada periode yang sama mencapai 766,78 ribu perjalanan atau naik 5,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari kombinasi data tersebut, mobilitas pariwisata di dalam negeri menunjukkan dorongan yang lebih kuat dibandingkan kedatangan wisatawan asing. Secara paralel, masyarakat Indonesia juga tercatat semakin banyak bepergian ke luar negeri. Di saat yang sama, tingkat hunian hotel terus membaik, yang memperlihatkan bahwa permintaan perjalanan domestik tetap memiliki daya tarik pada periode ini.

Data BPS tentang dinamika bulanan wisman juga menunjukkan pergerakan yang tidak monoton. Pada Januari 2026, kunjungan wisman tercatat 1,19 juta kunjungan. Angka tersebut turun menjadi 1,16 juta pada Februari, lalu kembali melemah ke 1,09 juta pada Maret. Memasuki April, tren berbalik dengan kenaikan menjadi 1,25 juta kunjungan, kemudian meningkat lagi ke 1,38 juta pada Mei dan mencapai 1,39 juta pada Juni.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Indonesia masih mampu menarik lebih banyak wisatawan asing pada Juni 2026. Namun, ketika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, pertumbuhan wisman tidak mampu menyamai capaian sebelumnya, sehingga perlambatan yang mulai terlihat pada level bulanan ikut menonjol dalam basis tahunan.

Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar, disusul Singapura, Australia, dan China

Untuk asal wisatawan, komposisinya relatif tidak banyak berubah: negara-negara tetangga masih menjadi penyumbang utama kunjungan ke Indonesia. Pada Juni 2026, wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbesar dengan 258,69 ribu kunjungan atau sekitar 18,66 persen dari total wisman. Setelah Malaysia, posisi berikutnya ditempati Singapura dengan 169,91 ribu kunjungan atau 12,25 persen, disusul Australia sebanyak 167,50 ribu kunjungan atau 12,08 persen, serta China dengan 117,51 ribu kunjungan atau 8,47 persen.

Kecenderungan ini juga terlihat pada moda transportasi. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total 184.740 turis asing menggunakan layanan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Dari jumlah tersebut, 74.902 di antaranya berasal dari Malaysia. Sementara itu, turis asing lainnya juga datang dari sejumlah negara lain, termasuk Singapura, Australia, dan China yang tercermin dalam proporsi kunjungan wisman selama periode yang sama.

Selain melalui catatan perjalanan kereta cepat, data pengangkutan juga tercatat dalam layanan kereta di wilayah tertentu. Selama Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 126.325 penumpang WNA yang jumlahnya naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini memperkuat gambaran bahwa arus wisatawan mancanegara tetap bergerak, meskipun pada Juni laju kedatangan mengalami perlambatan bila dibanding tahun sebelumnya.

Laporan mengenai perkembangan tersebut dimuat pada 4 Agustus 2026 pukul 16.43 WIB oleh Sakina Rakhma Diah Setiawan. Dengan data BPS Perkembangan Pariwisata Juni 2026 sebagai rujukan, kesimpulan yang terlihat adalah adanya ketidaksamaan laju antara wisatawan asing yang mulai melambat dan perjalanan domestik yang justru makin ramai pada periode pertengahan tahun.