Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Net Beli Rp 1,62 Triliun, IHSG Tanjak 10,51% pada Juli 2026

×

Investor Asing Net Beli Rp 1,62 Triliun, IHSG Tanjak 10,51% pada Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Asing Borong Saham Rp 1,62 Triliun, IHSG Melonjak 10,51 Persen pada Juli 2026

jurnalistik.co.id – Investor asing mencatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,62 triliun di pasar saham domestik pada Juli 2026. Pergerakan tersebut dibarengi menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 10,51% secara month to month (mtm).

IHSG mencatat penutupan pada level 6.236,13 pada akhir Juli 2026, setelah meningkat 10,51% dari posisi sebulan sebelumnya. Dalam rilis dan konferensi pers daring, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan pasar saham pada periode tersebut menunjukkan perbaikan sentimen pelaku pasar.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan bahwa arah pergerakan pasar mengarah pada penguatan. “Pasar saham tanah air pada Juli 2026 dinilai menunjukkan arah penguatan karena ditopang oleh perkembangan positif baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Hasan.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan jual dari investor asing di sepanjang bulan berjalan menunjukkan pelonggaran. Sepanjang Juli 2026, investor asing masih berada dalam posisi net buy dengan nilai Rp 1,62 triliun, yang tercermin dari pergerakan harga dan aktivitas transaksi di bursa.

Selain dukungan dari sisi aliran dana, Hasan menyoroti aspek resiliensi dan likuiditas pasar. Menurutnya, jarak harga antara sisi beli (bid) dan sisi jual (ask) terpantau berada di angka 1,33%.

Nilai tersebut, sambung Hasan, menyempit dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di area 1,75%. “Ini tentu sejalan dengan arah pemulihan pergerakan harga-harga saham di pasar kita,” paparnya.

Meski demikian, Hasan tetap mengingatkan bahwa dari perspektif year-to-date (YTD), investor asing masih mencatat aksi jual bersih (net foreign sell). Secara kumulatif, net foreign sell investor asing tercatat sebesar Rp 95 triliun.

Penguatan di pasar obligasi dan minat investor pada SBN

Perkembangan positif tidak hanya terlihat di pasar saham. Pada pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 430,46 pada Juli 2026 atau naik 0,14% secara bulanan.

Di sisi Surat Berharga Negara (SBN), minat investor asing juga tetap terlihat positif. Hal ini tercermin dari posisi net buy investor asing di pasar SBN yang mencapai Rp 6,39 triliun secara month to date hingga 29 Juli 2026.

Kinerja reksa dana, pertumbuhan jumlah investor, dan aktivitas penghimpunan dana

Hasan menyebutkan bahwa menguatnya kinerja pasar turut mendorong industri pengelolaan investasi untuk membukukan pertumbuhan positif selama Juli 2026. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana menyentuh Rp 663,26 triliun per 30 Juli 2026, atau meningkat 1,59% secara month to date.

Di sisi partisipasi investor, reksa dana juga mencatat arus masuk bersih. Investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp 3,43 triliun secara month to date, sementara secara year-to-date nilainya tercatat Rp 1,29 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Hasan memaparkan bahwa jumlah investor di pasar modal terus menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang Juli, jumlah investor bertambah sekitar 1,1 juta secara bulanan sehingga total investor pasar modal mencapai 30,06 juta atau tumbuh 47,63% secara year to date.

Lebih lanjut, aktivitas korporasi di pasar modal domestik juga dinilai tetap kuat. Hingga akhir Juli, nilai fundraising tercatat sebesar Rp 121,96 triliun secara year to date, dan pada saat yang sama terdapat 15 rencana penawaran umum yang masih berada dalam pipeline.

Sementara itu, penghimpunan dana melalui skema Securities Crowdfunding (SCF) secara agregat telah mencapai Rp 2,01 triliun. Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan ritme penerbitan dan pembiayaan yang masih terjaga di tengah dinamika pasar.

Aktivitas derivatif selama Januari hingga Juli 2026

Di pasar keuangan derivatif, volume transaksi selama periode Januari hingga Juli 2026 tercatat mencapai 297.853 lot secara akumulatif. Angka tersebut mencerminkan keberlanjutan aktivitas pada instrumen derivatif di sepanjang semester awal tahun berjalan.

Dengan rangkaian indikator tersebut, OJK memandang pergerakan pasar pada Juli 2026 sebagai sinyal pemulihan. Pelonggaran tekanan jual asing, penguatan IHSG, serta membaiknya sejumlah parameter likuiditas dan partisipasi menjadi bagian dari gambaran yang dilaporkan OJK pada periode tersebut.