jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, menyatakan dukungannya terhadap revitalisasi Keraton Solo yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kebudayaan. Langkah tersebut, menurut Pemkot, akan dimulai pada Juli dan menyasar sejumlah kawasan bersejarah di kota Bengawan.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan bahwa dukungan Pemkot diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga serta menghormati peninggalan kebudayaan yang ada di Solo. Ia menegaskan revitalisasi tidak hanya dipandang sebagai agenda fisik, melainkan juga bentuk perhatian terhadap warisan budaya.
Dukungan Pemkot Solo terhadap revitalisasi
Respati Ardi menyebutkan, “Kami mendukung langkah dari Pemerintah Pusat terkait revitalisasi Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran dan fasilitas pendukungnya,” kata Respati Ardi di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menyoroti pentingnya penataan kawasan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, revitalisasi diharapkan mampu memajukan dan meningkatkan pariwisata di Kota Bengawan. Dalam pandangannya, sektor pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Surakarta yang perlu dirawat agar terus memberi dampak.
Respati menambahkan harapan yang sama terhadap kelancaran pelaksanaan. “Saya berharap berjalan lancar dan mementingkan kepentingan masyarakat, khususnya di bidang pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi kota Surakarta,” ujarnya.
Mulai Juli, 13 titik kawasan bersejarah
Revitalisasi Keraton Solo direncanakan dimulai pada Juli ini dengan menyasar 13 titik kawasan. Pemerintah daerah memandang penetapan sejumlah lokasi tersebut sebagai strategi agar proses penataan dapat berjalan terarah.
Respati menekankan pentingnya fokus pada aspek yang berkaitan dengan kebudayaan sekaligus kepentingan publik. Dengan begitu, diharapkan ada peningkatan pengalaman kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi yang ikut terdampak secara positif.
Rencana awal dimulai Kamis (23/7/2026)
Dalam informasi yang menyertai rencana pelaksanaan, revitalisasi 13 titik kawasan Keraton Solo disebut akan memulai pengerjaan pada Kamis (23/7/2026). Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya disebutkan bahwa proses revitalisasi tidak bisa ditunda lagi.
Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi menyatakan hal tersebut saat berbicara pada Selasa (21/7/2026). Ia menegaskan urgensi langkah yang akan segera dijalankan, “Ya ini baru mau dimulai. Ini yang ini kita upayakan dulu karena sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ya ini mengupayakan dulu yang atas untuk supaya tidak menjadi beban,” ujar PB XIV Mangkubumi.
Berita Terkait
Ia juga menjelaskan bahwa tahap awal akan menyasar beberapa bagian. Salah satu lokasi yang disebut akan menjadi sasaran pada tahap awal adalah Bangsal Pradonggo.
Titik-titik yang akan direvitalisasi
Selain Bangsal Pradonggo, pihak Keraton menyebut sejumlah area lain yang akan dirawat melalui revitalisasi. Di antaranya adalah Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen, hingga Keputren dan Ndalem Ageng.
PB XIV Mangkubumi menjelaskan bahwa Keraton Kilen mencakup beberapa tempat. “Itu Keraton Kilen kan mencakup beberapa tempat memang itu. Nanti semuanya Pakubuwanan, Langen Katong itu semuanya nanti didandani serempak. Tapi mungkin mulainya dari museum dulu,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa pendandanan atau penataan akan dilakukan secara serempak untuk bagian-bagian yang termasuk dalam area Pakubuwanan dan Langen Katong. Pernyataan itu memperlihatkan adanya rencana sinkronisasi pengerjaan pada beberapa lokasi agar hasil penataan tidak terputus.
Museum Keraton Solo jadi fokus utama
Dalam pemaparan yang sama, fokus utama revitalisasi disebut berada pada Museum Keraton Solo. Alasannya, koleksi yang ada di dalamnya perlu ditata melalui mekanisme yang tepat serta memastikan perawatan berjalan sesuai prosedur.
PB XIV menjelaskan bahwa meski ada 13 titik, bagian yang diprioritaskan diyakini paling banyak berada di area museum. “Ada 13 titik. Tapi mungkin nanti fokusnya paling banyak ada di museum karena koleksi-koleksi ini juga harus segera dikonservasi semua, didata semua, diinventaris semua. Harus melalui mekanisme yang benar karena memang menyimpan banyak koleksi-koleksi yang harus benar-benar terawat untuk ke depannya,” terangnya.
Pernyataan itu menekankan kebutuhan konservasi, pendataan, dan inventarisasi sebagai bagian dari tahapan kerja. Ia juga mengaitkan proses tersebut dengan tujuan menjaga kondisi koleksi agar tetap terpelihara untuk masa mendatang.
Harapan terhadap manfaat bagi pariwisata
Dengan dimulainya revitalisasi pada Juli dan rincian sasaran yang meliputi 13 titik kawasan, Pemkot Solo berharap pelaksanaan berjalan lancar. Harapan tersebut diposisikan agar proses penataan dapat memberi dampak terhadap pariwisata yang menjadi penggerak ekonomi Surakarta.
Respati Ardi menegaskan agar pelaksanaan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pariwisata. Dari sudut pandang Pemkot, penataan kawasan bersejarah yang dilakukan dengan terarah diharapkan menjadi dorongan bagi peningkatan kunjungan serta aktivitas ekonomi di kota.












