jurnalistik.co.id – Mixue Indonesia mencatat penjualan lebih dari dua juta produk untuk seri terbaru Blueberry Series hanya dalam waktu 20 hari sejak peluncurannya.
Kehadiran gerai-gerai populer seperti Mixue dan Excelso yang dipadati antrean pengunjung menggambarkan ekosistem ekonomi mikro yang mulai bergerak cepat di kawasan KIPP IKN.
Pihak perusahaan menyampaikan, capaian itu diraih melalui perpaduan inovasi produk, perluasan jaringan gerai, serta pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi agar harga tetap terjangkau bagi konsumen.
Aditya Putra Pramono yang mewakili Mixue TangCity Mall mengatakan, “Hanya dalam waktu 20 hari sejak peluncuran, penjualan produk baru ini telah melampaui dua juta produk. Produk tersebut benar-benar disukai konsumen,” tutur Aditya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Menurut keterangan yang disampaikan, perusahaan menjalankan siklus peluncuran produk baru secara berkala di tengah kompetisi bisnis minuman siap saji dan es krim yang terus mengencat ketat.
Upaya itu dipadukan dengan mempertahankan strategi harga yang tetap berada pada level terjangkau. Dengan cara tersebut, perusahaan menilai inovasi dapat menjaga minat konsumen sekaligus mendorong frekuensi kunjungan ke gerai.
Peluncuran Blueberry Series juga tidak berjalan sebagai perkenalan produk semata. Aktivitas promosi ikut dihadirkan untuk memperluas jangkauan, mulai dari merchandise, permainan interaktif, hingga kehadiran influencer Rachel Vennya sebagai “Manajer Toko Sehari”.
Inovasi produk sebagai pemicu minat dan kunjungan
Dalam pendekatan bisnisnya, perusahaan menempatkan inovasi sebagai elemen yang menjaga pasar tetap hidup tanpa mengubah komitmen harga. Inovasi yang dimaksud bukan hanya memperkenalkan varian baru, tetapi juga merancang momentum peluncuran agar konsumen punya alasan untuk datang dan mencoba.
Perusahaan menyebut, di tengah persaingan yang kian padat, konsistensi menghadirkan pembaruan produk menjadi cara untuk mempertahankan ketertarikan pelanggan. Pembaruan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke gerai.
Seiring periode peluncuran berulang, perusahaan berusaha menumbuhkan kebiasaan konsumsi yang lebih teratur. Dengan demikian, rangkaian produk baru bisa menjadi penarik yang menjaga produk tetap relevan di mata konsumen.
Berita Terkait
Perluasan gerai hingga lebih dari 2.000 outlet
Strategi inovasi didukung oleh ekspansi jaringan gerai yang terus berjalan. Hingga kini, Mixue mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di Indonesia.
Penyebaran gerai tidak hanya terkonsentrasi di kota besar. Perusahaan menyebut jaringan tersebut juga menjangkau kawasan permukiman, daerah wisata, hingga kota-kota lain di berbagai wilayah.
Penanggung Jawab Pengembangan Kemitraan (Franchise) Mixue Indonesia, Selly, mengatakan ekspansi dilakukan untuk memperlebar akses masyarakat terhadap produk Mixue.
Selly menyampaikan, “Selain kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, kami juga memiliki banyak gerai di berbagai daerah termasuk Bali. Jenis gerainya pun semakin beragam, mulai dari gerai di pusat perbelanjaan, kawasan permukiman, hingga destinasi wisata, sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen,” ujarnya.
Perluasan tersebut, menurut perusahaan, memungkinkan lebih banyak masyarakat menikmati produk tanpa harus datang ke kota-kota besar terlebih dahulu. Ragam lokasi gerai juga dimaksudkan agar gerai bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen di berbagai konteks aktivitas.
Seiring penambahan gerai, perusahaan turut mengklaim telah menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja langsung di Indonesia.
Rantai pasok terintegrasi untuk menjaga kualitas dan biaya
Di sisi operasional, perusahaan menekankan peran rantai pasok yang dikelola dari produksi hingga distribusi. Model ini dinilai membantu menjaga kualitas produk agar tetap seragam di banyak titik penjualan.
Perusahaan juga menyebut pengelolaan rantai pasok terintegrasi ikut berfungsi menekan biaya sehingga mitra franchise dapat mempertahankan harga bahan baku agar tetap kompetitif.
Dengan mekanisme tersebut, gerai di luar pusat-pusat ekonomi besar dapat beroperasi secara lebih efisien. Perusahaan memandang efisiensi itu sebagai faktor penting untuk keberlanjutan operasional jaringan yang terus bertambah.
Secara keseluruhan, perusahaan melihat strategi yang menggabungkan inovasi produk, ekspansi gerai, serta rantai pasok terintegrasi sebagai satu paket yang saling menguatkan. Kombinasi itu diarahkan agar produk baru seperti Blueberry Series bisa diterima cepat oleh konsumen sekaligus tetap menjaga daya beli melalui harga yang terjangkau.












