jurnalistik.co.id – Kepolisian menyatakan Ann Widdecombe tewas akibat serangan yang “targeted” (terarah). Hingga kini penyidik masih berupaya memahami motif di balik penyerangan tersebut.
Assistant Commissioner Laurence Taylor, Kepala Counter Terrorism Policing, menyebut penelusuran juga menaruh perhatian pada kemunculan Widdecombe di Talk TV pada pagi hari sebelum ia ditemukan tewas. Widdecombe dikenal sebagai mantan politisi Konservatif yang kemudian menjadi juru bicara Reform UK.
Dalam pembaruan penyidikan yang disampaikan di New Scotland Yard, Taylor menyatakan pihaknya tidak ingin menutup kemungkinan jika pelaku menargetkan tokoh Reform UK lainnya. Pernyataan itu disampaikan ketika ia ditanya apakah pembunuh memiliki sasaran lebih luas.
Polisi juga mengungkap telah mengeluarkan surat perintah penahanan dengan dasar Terrorism Act. Surat itu digunakan untuk menahan tersangka berusia 28 tahun yang ditangkap di Rotherham karena dugaan pembunuhan, dengan masa penahanan hingga tujuh hari.
Tubuh Widdecombe, yang berusia 78 tahun, ditemukan pada Kamis, 9 Juli, di rumahnya di Haytor. Polisi meyakini serangan yang menyebabkan luka serius terjadi sehari sebelumnya.
Tersangka pria kulit putih berusia 28 tahun ditangkap pada Sabtu. Ia kemudian ditangkap kembali pada Senin dengan dugaan terkait “commission, preparation or instigation of acts of terrorism”.
Taylor menegaskan arah investigasi yang berjalan paralel. Ia menyatakan penyelidikan kontra-teror berjalan bersamaan dengan penyidikan pembunuhan, namun pembunuhan yang diduga terjadi “has not been declared a terrorist incident at this stage”.
Dalam keterangan kepada wartawan, Taylor mengatakan, “It is clear that this was a targeted attack. We are still working to understand the extent of any planning or preparation, and the motivation that sits behind that attack. "I wouldn’t want to comment on what that motivation was."”
Ia menambahkan bahwa penyidik mengejar sejumlah jalur investigasi dengan cepat. Taylor juga menyebut langkah tersebut mencakup sejumlah pemeriksaan forensik digital.
Selain itu, Taylor menyatakan dirinya tidak akan berkomentar mengenai apakah ada keterlibatan negara asing, maupun rincian perencanaan dan persiapan serangan. “We are working through what the motivation for the attack currently is,” ujarnya.
Keterangan Taylor juga dibarengi informasi dari pemerintah. Pada Senin, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menyampaikan kepada House of Commons bahwa tersangka tidak dikenal dalam skema Prevent anti-teror.
Terkait kemungkinan adanya tindak pidana teror yang berdiri sendiri di luar kasus pembunuhan, Taylor menolak memberikan komentar. Ia juga enggan menyebut apakah ada politisi lain yang mungkin menjadi sasaran.
Ia merangkum fokus itu dengan kalimat, “This is a murder investigation following a brutal attack on a 78-year-old woman in her own home.”
Taylor menegaskan dampak yang dirasakan keluarga Widdecombe. “There has been a deeply distressing impact on Miss Widdecombe’s family,” tambahnya.
Berita Terkait
- Warren Buffett Menghentikan Donasi ke Yayasan Amal Bill Gates: Sorotan Muncul Beberapa Pekan Setelah Gates Tampil di Kongres AS soal Jeffrey Epstein
- Ayah korban serangan Southport menuding layanan ambulans melanggar kepercayaan
- Meutya Hafid Singgung Rekening Bank dan E-Wallet yang Jadi Jalur Dana Pelaku Judol
Dalam konteks penampilan Widdecombe di Talk TV, Taylor menyebut mereka masih menjajaki segala jalur pertanyaan. “We are exploring all lines of inquiry and that is one of the lines of inquiry that we’ll be exploring.”
Ia juga meminta agar publik tidak terlalu berspekulasi. “My request is that we don’t over speculate and that we go where the investigation takes us. In terms of motive it would be wrong for me to ascribe either an ideology, or what the motivation might be at this stage.”
Pengambilalihan penanganan kasus dan respons kepolisian
Polisi menyatakan penyidikan atas kematian Widdecombe sempat diambil alih oleh unit kontra-teror dari Devon and Cornwall Police pada Senin. Pengambilalihan itu mengikuti pernyataan sebelumnya dari kepolisian setempat yang menyatakan, dengan tetap membuka kemungkinan, tidak ada indikasi bahwa pembunuhan bermotif politik.
Taylor mengatakan pengambilalihan terjadi setelah muncul informasi baru. “Based on new information we felt it was appropriate that we took over the investigation.”
Di sisi lain, commissioner kepolisian dan kejahatan Devon and Cornwall Police membela penanganan kepolisian setelah kasus diserahkan kepada petugas kontra-teror. Alison Hernandez mengakui adanya “commentary” mengenai cara polisi berkomunikasi pada tahap awal, tetapi menilai respons yang diberikan tetap tepat.
Hernandez menyatakan respons itu “substantial and professional” dan menyebut keterlibatan kontra-teror pada fase berikutnya “not unusual”.
Wawancara radio yang direkam sebelum serangan
Selain detail penyidikan, informasi baru juga muncul mengenai kegiatan Widdecombe sebelum serangan. Disebutkan bahwa Widdecombe, yang pernah menjabat sebagai anggota parlemen Konservatif untuk Maidstone di Kent selama 23 tahun, memberikan wawancara radio yang direkam sebelumnya sekitar 20 menit sebelum polisi meyakini ia diserang.
Ia berbicara dengan stasiun radio Kristen Britania, TWR-UK, selama sekitar sembilan menit melalui video link. Namun, wawancara itu tidak disiarkan.
Setelah itu, stasiun tersebut membagikan sebagian rekaman kepada Times Radio. Times Radio kemudian menayangkan bagian wawancara itu pada Selasa.
Dalam wawancara tersebut, Widdecombe menyampaikan dukungannya kepada pemimpin Reform UK, Nigel Farage. Dukungan itu ia kaitkan dengan keputusan Farage untuk kembali bertanding memperebutkan kursi di Essex melalui pemilihan sela, meski terdapat perhatian publik atas keuangan Farage dan adanya penyelidikan parlementer.
Sejauh ini, polisi terus melakukan rangkaian pemeriksaan dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Dengan adanya surat perintah penahanan berdasarkan Terrorism Act, penyidik menyatakan bahwa proses pengungkapan motif dan skala persiapan tetap menjadi bagian penting dari investigasi.
Kepolisian juga menegaskan bahwa, meski unsur kontra-teror terlibat, status insiden teror belum ditetapkan pada tahap ini. Publik diimbau menunggu perkembangan lebih lanjut, karena pihak berwenang menyatakan akan mengikuti temuan penyidikan tanpa mengunci kesimpulan sejak awal.












