jurnalistik.co.id – Xabi Alonso resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Chelsea di Stamford Bridge pada Senin. Dalam kesempatan pertamanya berbicara luas kepada media, ia langsung menyinggung sejumlah prioritas tim, termasuk masa depan Enzo Fernández.
“We have spoken. But, as you can understand, what we said will remain private.” kalimat itu disampaikan Alonso saat ditanya apakah ia ingin mempertahankan Fernández. Saat pertanyaan serupa diajukan secara langsung, Alonso menjawab “yes”.
Fernández, yang berusia 25 tahun, sedang menyiapkan partai semifinal Piala Dunia bersama Argentina melawan Inggris. Ia terbuka terhadap kemungkinan hengkang, dan pekan sebelumnya sempat dikaitkan dengan Real Madrid.
Namun, klub asal Spanyol tersebut membantah tengah mengejar Fernández. Dengan situasi itu, pemain tersebut tidak memiliki tujuan lain yang diketahui publik, sekaligus menghadapi banderol permintaan besar sebesar £120m.
Di sesi konferensi pers, Alonso juga menyampaikan perkembangan rencana skuad untuk pramusim. Ia menegaskan striker Nicolas Jackson akan kembali masuk dalam perhitungan tim, minimal untuk rangkaian tur pramusim di Australia dan Asia setelah Bayern Munich memutuskan tidak menjadikan masa pinjamannya permanen.
“Nico Jackson is joining the tour in Asia and we are looking forward to him working with us,” kata Alonso. Perubahan jadwal dan komposisi ini, menurut cara Alonso memandangnya, menjadi bagian dari penyusunan ulang persiapan tim.
Untuk area sayap, Alonso mengatakan winger Alejandro Garnacho belum kembali berlatih dalam era kepelatihan barunya. Alonso memulai tugasnya sejak Kamis pekan lalu, dan menyebut ada kesepakatan agar Garnacho tidak masuk skuad tim utama selama ia mencari peluang kepindahan.
Ia menambahkan bahwa Roma termasuk klub yang memiliki ketertarikan terhadap Garnacho. Selain itu, kondisi ini menjadi gambaran bagaimana Alonso mengatur dinamika pemain yang sedang berada dalam situasi transfer.
Fokus Eropa dan penguatan skuad
Proses pergantian pelatih terjadi ketika Chelsea masih berpeluang mengamankan tiket kompetisi Eropa, tetapi akhirnya gagal setelah kekalahan di hari terakhir oleh Sunderland. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah absennya sepak bola Eropa berarti skuad perlu dipangkas.
Alonso menjawab, “[It changed] the small details for sure but the main focus about how we want to start the competition in August, it doesn’t change much,”. Ia melanjutkan dengan menekankan keselarasan tim pelatih dan jajaran direksi olahraga terkait target yang ingin dicapai.
Menurut Alonso, “We are aligned with the sporting directors on what we want to reach. The team is good and where we want to reinforce in terms of positions is clear.” Ia menegaskan masih ada waktu beberapa pekan untuk persiapan, tetapi proses berjalan dengan koordinasi yang serasi.
Berita Terkait
Saat konferensi berlangsung, Alonso juga merespons fakta bahwa midfielder Andrey Santos bergabung ke Manchester United satu jam sebelum acara. Kondisi tersebut turut menjadi bagian dari konteks skuad yang sedang bergerak, menjelang pembukaan kompetisi musim baru pada Agustus.
Alonso menegaskan, perubahan-perubahan kecil memang terjadi, tetapi arah kerja utama tidak berubah. Ia juga memposisikan rencana penguatan sebagai sesuatu yang sudah ditetapkan bersama direksi olahraga, sambil menunggu kesiapan penuh tim.
Makna bergabung ke Chelsea
Dalam bagian lain konferensi, Alonso masuk ke Drake Suite yang menjadi ruang penghormatan bagi para manajer Chelsea yang pernah meraih gelar liga. Ia menyebut tugas ini sebagai “privilege and honour” untuk memimpin klub dengan sejarah kemenangan yang panjang.
Usai membangun awal kerja di Cobham, Alonso melatih skuad besar yang mencakup Cole Palmer, Joao Pedro, dan Levi Colwill. Ia juga menyebut hanya delapan pemain Chelsea yang tidak berada di tempat karena sedang menjalani tugas di Piala Dunia.
Pelatih berusia 44 tahun itu menjelaskan alasannya memilih Chelsea setelah Enzo Maresca meninggalkan klub pada Januari. Ia juga menyinggung perjalanan kepelatihan sebelumnya, ketika penggantinya Liam Rosenior diberhentikan setelah kurang dari empat bulan menjabat.
“The excitement is the club, the squad and the opportunity, through this ownership, to be at this great club, create a bond with the supporters, win games and be successful,” ungkap Alonso. “I want to enjoy it, be part of this group and work together with the sporting directors, the players and the staff here.”
Ia menambahkan, “We need to make important decisions – the right decisions – but I think the foundations have already been built.” Ia kemudian menekankan pentingnya membangun mentalitas agar tim tetap kompetitif di lapangan, sekaligus menikmati proses meraih kemenangan.
Target Eropa sebagai tujuan
Secara tradisional, Chelsea menargetkan kualifikasi Liga Champions sebagai standar minimal setiap musim. Saat ditanya apakah ia perlu memastikan sepak bola Eropa, Alonso menyebut hal itu sebagai tujuan yang jelas.
“For sure, that’s a goal. But to reach that goal you have to do many things right.” Ia menegaskan bahwa peran pelatih adalah mengatur cara bermain, cara tim memandang dirinya sendiri, serta pendekatan pada setiap pertandingan.
Alonso juga mengatakan ia menantikan ketersediaan seluruh skuad untuk bekerja bersama. “We have only just started and these have been happy early days so far, but for sure we want to be there [in Europe]. Time will tell, but we are ambitious, and at Chelsea you need to share that energy and hunger to succeed.”












