jurnalistik.co.id – Aston Villa mendapat peringatan terkait kesepakatan sponsorship baru dengan Visit Rwanda, setelah klub Premier League itu mengumumkan kerja sama senilai 20 juta poundsterling per tahun. Peringatan tersebut datang dari Amnesty International UK, yang menilai hubungan komersial itu berisiko dipakai untuk mengalihkan perhatian dari catatan pelanggaran HAM.
Visit Rwanda akan menjadi sponsor utama pada bagian depan jersey Aston Villa untuk tim putra, putri, dan akademi dalam perjanjian multi-tahun. Perusahaan tersebut menggantikan Betano yang sebelumnya mengisi posisi tersebut.
Amnesty melalui Felix Jakens, kepala kampanye Amnesty International UK, menyampaikan keberatan setelah melihat pola yang sama dilakukan Rwanda. Menurut Jakens, kemitraan seperti ini dapat dimanfaatkan untuk membangun citra positif meski isu pelanggaran HAM masih menjadi sorotan.
Jakens menyoroti potensi sportswashing
Jakens menegaskan bahwa tidak ada hal baru dari cara Rwanda meredam kritik dengan sportswashing. Ia menyebut Aston Villa seharusnya memahami upaya negara tersebut untuk mengubah kemitraan menjadi keuntungan citra.
Dalam pernyataan kepada BBC Sport, Jakens mengatakan, “It’s not new that Rwanda is using sportswashing to deflect attention from its terrible human rights record. Aston Villa should be well aware that Rwanda is seeking to leverage this partnership to create positive PR.”
Ia menambahkan bahwa Rwanda disebut “prolific in arbitrary detention, torture and the repression of free speech” atau kerap dikaitkan dengan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, serta represi terhadap kebebasan berbicara. Jakens lalu menyoroti konflik di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo), yang menurutnya masih berlangsung.
Jakens juga menyampaikan, “We are seeing bloodshed right before our eyes in the Democratic Republic of Congo, and Rwanda is playing a significant role in fuelling that conflict – both through its support to the M23 rebels and the direct actions of its military in Eastern Congo. Rwanda’s sportswashing needs to be called out, and we’d like Aston Villa and the Premier League to play their part in this.”
Menurut Jakens, kritik harus diarahkan, termasuk kepada klub-klub Liga Premier yang bermitra dengan pihak yang dinilai berada di balik konflik dan pelanggaran tersebut.
Selain Amnesty, konteks sengketa internasional juga menjadi bagian dari sorotan. Bulan lalu, DR Kongo mengajukan perkara terhadap Rwanda di International Court of Justice (ICJ), dengan tuduhan pelanggaran terhadap beberapa perjanjian internasional.
DR Kongo menyatakan Rwanda mengirim pasukan dan mendukung kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan operasi militer yang dinilai tidak sah di wilayahnya setelah peristiwa genosida Rwanda pada 1994. Rwanda disebut telah lama membantah bukti yang diajukan, tetapi sejumlah ahli PBB serta pemerintah Barat dikabarkan termasuk pihak yang menyebut Rwanda mendukung M23, kelompok bersenjata besar di wilayah timur DR Kongo.
Alasan penggantian sponsor dan peran Francesco Calvo
Di sisi lain, Aston Villa mengganti sponsor karena kebutuhan kepatuhan komersial. Klub disebut perlu mencari pengganti Bentano setelah klub-klub Premier League menyetujui untuk menarik sponsor perjudian dari bagian depan jersey pada hari pertandingan, yang berlaku hingga akhir musim lalu.
Kesepakatan sponsorship dengan Visit Rwanda kemudian dinegosiasikan oleh Francesco Calvo. Jabatan itu merupakan kerja utama pertamanya sejak ia menggantikan Chris Heck pada tahun sebelumnya, dan Calvo yang memimpin proses perjanjian baru tersebut.
Melalui pernyataan resmi klub, Calvo menyebut kerja sama ini sebagai sesuatu yang menandai perluasan jangkauan internasional Aston Villa. Ia juga memandang kemitraan itu sebagai bagian dari upaya pertumbuhan klub di pasar lintas negara.
Berita Terkait
Calvo mengatakan, “This is a very exciting partnership for Aston Villa and a symbol of the club’s continuing expansion and growth into international markets. There is a great range and depth of opportunities for collaboration, learning and innovation and we are looking forward to working with Visit Rwanda to deliver meaningful activations through tourism, investment and sporting development.”
Klub juga menggambarkan langkah tersebut sebagai nilai strategis. Aston Villa, dalam keterangan yang dikutip, menyebut perpindahan sponsor itu sebagai “the most important sponsorship deal in the history of the football club”.
Aston Villa disebut telah dihubungi untuk komentar lanjutan terkait keberatan yang muncul, namun belum ada tanggapan tambahan pada laporan tersebut.
Jejak sorotan di klub-klub besar lain
Polemik serupa sebelumnya juga pernah dialami oleh sejumlah klub yang bekerja sama dengan Visit Rwanda. Hubungan sponsorship bersama Visit Rwanda disebut menjadi perhatian publik di berbagai kompetisi, termasuk saat mitra ditempatkan di jersey tim.
Di antaranya, kesepakatan dengan Arsenal, Bayern Munich, dan Paris St-Germain pernah ditelusuri dan mendapat protes. Para pendukung PSG, misalnya, memulai petisi agar juara Ligue 1 itu mengakhiri kerja sama dengan Visit Rwanda.
Pada Arsenal, fans juga melakukan kampanye menentang perpanjangan sponsor tersebut. Kelompok Gunners for Peace pada saat itu menilai Tottenham akan menjadi opsi lengan sponsor yang lebih tepat.
DR Kongo juga disebut pernah mendorong klub-klub tersebut untuk menghentikan kemitraan yang digambarkan “blood-stained” atau berlumuran darah. Dorongan itu disampaikan di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang dinilai makin memburuk di negara tersebut.
Menteri Luar Negeri DR Kongo, Therese Kayikwamba Wagner, menulis kepada pemilik Arsenal dan PSG, serta kepada presiden Bayern, Herbert Hainer, untuk “question the morality” atau mempertanyakan moralitas kerja sama. Dalam suratnya, ia menulis, “It is time Arsenal ended its blood-stained sponsorship deals with this oppressor nation. If not for your own consciences, then the clubs should do it for the victims of Rwandan aggression.”
Atas respons tersebut, Rwanda Development Board menyatakan DR Kongo mencoba “undermine” kemitraan olahraga lewat “misinformation and political pressure”. Lembaga itu menilai inisiatif Visit Rwanda menunjukkan komitmen Rwanda terhadap perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan yang inklusif.
Langkah pemutusan dan perpanjangan
Setelah mengembuskan protes, Arsenal akhirnya mengumumkan penghentian kerja sama delapan tahun dengan Visit Rwanda. Keputusan itu berlaku saat kontrak berakhir pada akhir musim 2025-26.
Kemitraan lengan jersey tersebut dimulai pada 2018, dan kesepakatan akhirnya disebut bernilai lebih dari 10 juta poundsterling per tahun. Selain Arsenal, PSG kemudian memperpanjang kerja sama pada April 2025 hingga 2028.
Sementara itu, Atletico Madrid disebut menandatangani kerja sama tiga tahun untuk menampilkan logo Visit Rwanda pada jersey tim putra dan putri. Bayern, pada Agustus tahun sebelumnya, juga mengumumkan langkah untuk beralih dari sponsorship komersial Visit Rwanda.
Dalam peralihan tersebut, Bayern menyatakan fokusnya adalah memperluas akademi di Kigali bekerja sama dengan Ministry of Sports Rwanda.
Dengan masuknya Visit Rwanda ke jersey Aston Villa untuk berbagai level tim, debat mengenai sportswashing kembali mencuat. Peringatan Amnesty menempatkan klub-klub sepak bola di tengah pertanyaan mengenai bagaimana sponsor komersial berhubungan dengan isu kemanusiaan, terutama ketika tuduhan konflik dan pelanggaran HAM masih menjadi bagian dari perbincangan internasional.












