Olahraga

Maxstream TV Jadi Opsi Baru Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia

0
×

Maxstream TV Jadi Opsi Baru Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Maxstream TV Opsi Baru Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Siaran Piala Dunia 2026 di Indonesia dipastikan juga akan bisa dinikmati melalui Maxstream TV. Kerja sama resmi dijalin TVRI dan Telkomsel untuk menayangkan seluruh laga Piala Dunia 2026 melalui platform over-the-top atau OTT Maxstream TV.

Peluncuran kemitraan TVRI selaku pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia dengan Telkomsel dilakukan di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Langkah ini menambah jalur akses bagi pencinta sepak bola di Indonesia untuk mengikuti turnamen empat tahunan tersebut.

Direktur Teknik TVRI Bernardus Satriyo Dharmanto mengatakan pemilihan Telkomsel dilakukan karena jangkauannya dinilai paling luas. “Karena kami melihat Telkomsel jangkauannya paling luas,” kata Bernardus, dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, “saat ini anak muda rata-rata juga pakai Telkomsel dan mereka kuat di daerah,”. Menurut Bernardus, pemilihan mitra penayangan digital itu dilakukan melalui proses yang transparan dan mempertimbangkan kemampuan layanan menjangkau pengguna di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut diharapkan bisa menghadirkan kemeriahan Piala Dunia 2026 ke seluruh pelosok Indonesia. Saat ini, TVRI memiliki cakupan siaran terestrial hingga 75 persen wilayah Indonesia, sehingga kemitraan dengan Maxstream menjadi alternatif tambahan bagi publik untuk menikmati pertandingan.

Selain Maxstream, TVRI sebelumnya juga telah mengumumkan kemitraan dengan platform over-the-top lain, yakni Folaplay. Bernardus menyebut dua jalur distribusi itu saling melengkapi karena menggabungkan jaringan terestrial dan jaringan telekomunikasi yang mobile.

“Kerja sama ini adalah kombinasi yang sangat menguatkan dan saling melengkapi, karena ada satu jaringan terestrial dan satu jaringan telekomunikasi yang mobile, sehingga akhirnya masyarakat punya banyak pilihan untuk mengakses siaran itu,” ujar Bernardus.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026. Sebanyak 104 pertandingan bakal tersaji selama turnamen berlangsung.

Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada Kamis (11/6/2026) atau Jumat dini hari WIB. Duel itu akan menjadi penanda dimulainya pesta sepak bola terbesar di dunia pada edisi 2026.

Dari sisi layanan digital, Telkomsel berupaya menjaga kualitas siaran agar tetap bisa dinikmati secara real time oleh konsumen. Paket menonton Piala Dunia 2026 di Maxstream TV juga akan dilengkapi dengan program dan paket hiburan lain.

Nantinya, paket tersebut bisa didapatkan pelanggan Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel. Vice President (VP) Digital Lifestyle Telkomsel Kemas Muhammad Fadhli mengatakan, “Kita membuka akses seluas-luasnya buat pelanggan Telkomsel menggunakan paket ini dan aktivasi pembelian dilakukan di aplikasi MyTelkomsel sehingga pengguna harus menggunakan kartu Telkomsel,”.

Dengan demikian, penonton di Indonesia akan memiliki lebih dari satu pilihan untuk mengakses siaran Piala Dunia 2026. Kehadiran Maxstream TV bersama Folaplay melengkapi jalur siaran terestrial TVRI, sekaligus memperluas cara masyarakat menikmati seluruh pertandingan turnamen tersebut.

Kehadiran jalur siaran tambahan ini juga memberi ruang bagi penonton untuk memilih cara menonton yang paling sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Bagi sebagian pengguna, akses melalui perangkat seluler dan aplikasi menjadi pilihan yang lebih praktis, terutama ketika pertandingan berlangsung di luar rumah atau saat mobilitas tinggi. Di sisi lain, siaran terestrial tetap menjadi pegangan utama bagi masyarakat yang mengandalkan jangkauan televisi gratis.

Dengan kombinasi tersebut, distribusi siaran Piala Dunia 2026 di Indonesia tampak semakin berlapis, tanpa bergantung pada satu kanal saja. Pola ini memperlihatkan bagaimana penyelenggara dan mitra siaran berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumsi konten, khususnya pada penonton muda yang makin akrab dengan layanan digital. Pada saat yang sama, pendekatan ini diharapkan membuat pengalaman menonton tetap stabil, mudah diakses, dan lebih merata di berbagai wilayah.