Daerah

Sudin KPKP Jakarta Timur Awasi 200 Lokasi Penyembelihan Kurban, Daging Dipastikan Aman Dikonsumsi

1
×

Sudin KPKP Jakarta Timur Awasi 200 Lokasi Penyembelihan Kurban, Daging Dipastikan Aman Dikonsumsi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sudin KPKP Jaktim Awasi 200 Lokasi Penyembelihan Hewan Kurban, Pastikan Daging Aman Dikonsumsi

jurnalistik.co.id – JAKARTA TIMUR — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur mengawasi pemeriksaan hewan dan daging kurban di sekitar 200 lokasi penyembelihan. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyakit pada daging kurban dan memastikan hasil penyembelihan tetap aman dikonsumsi.

Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan. Langkah tersebut dipakai untuk melihat kondisi hewan kurban serta memastikan daging yang dihasilkan layak dikonsumsi dan tidak membawa penyakit berbahaya. Dengan pola pemeriksaan berlapis, petugas menelusuri proses dari awal hingga akhir agar tidak ada bagian yang terlewat.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengatakan jumlah lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan hari itu mencapai sekitar 200 titik. Menurut dia, angka tersebut mengacu pada data yang sudah dimiliki pihaknya dan menjadi dasar penempatan petugas di lapangan.

“Untuk targetnya kurang lebih hari ini sesuai dengan data yang ada sekitar 200 lokasi penyembelihan hewan kurban untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Taufik Yulianto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (27/5/2026).

Untuk mendukung pemeriksaan di lapangan, sebanyak 177 petugas dikerahkan ke 10 kecamatan di Jakarta Timur. Mereka tidak bekerja sendiri, melainkan dalam tim gabungan yang disusun untuk menjangkau seluruh lokasi penyembelihan yang masuk dalam pemantauan hari itu.

Gabungan petugas itu berasal dari Dinas KPKP DKI Jakarta, Sudin KPKP Jakarta Timur, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jakarta, serta Sekolah Kedokteran Hewan dan Geomedis IPB. Keterlibatan unsur-unsur tersebut membuat pemeriksaan dapat dilakukan lebih menyeluruh, baik dari sisi kesehatan hewan maupun kondisi daging setelah penyembelihan.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Theresia Elita, menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada dua tahap utama, yakni sebelum penyembelihan dan setelah penyembelihan. Pola itu penting untuk memastikan hewan yang dipotong dalam keadaan baik dan hasil dagingnya tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Theresia, sampai sejauh ini belum ditemukan organ yang tidak layak konsumsi. Pemeriksaan tetap diarahkan untuk menutup kemungkinan adanya temuan yang memerlukan penanganan khusus, terutama jika ada bagian yang menunjukkan tanda penyakit atau tidak memenuhi syarat untuk dimakan.

“Sejauh ini belum ada temuan organ yang tidak laik konsumsi. Kalau ditemukan penyakit atau tak laik konsumsi harus segera dimusnahkan,” ungkap Elita.

Di lapangan, penekanan utama pemeriksaan adalah pada kepastian bahwa daging kurban aman dikonsumsi. Karena itu, petugas tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mencermati kondisi hewan dan organ setelah penyembelihan. Setiap temuan yang tidak sesuai ketentuan harus segera ditangani agar tidak masuk ke rantai konsumsi.

Langkah pengawasan di 200 lokasi ini menunjukkan upaya pencegahan yang dilakukan sejak awal. Pemeriksaan sebelum penyembelihan memberi ruang untuk memastikan kondisi hewan, sementara pemeriksaan setelah penyembelihan membantu memastikan daging yang dibagikan ke masyarakat tetap berada dalam kondisi yang aman. Dua tahap itu menjadi dasar kerja petugas dalam menjaga kualitas daging kurban di wilayah Jakarta Timur.

Dengan penyebaran 177 petugas ke 10 kecamatan, pengawasan dilakukan secara merata agar seluruh lokasi yang masuk data dapat diperiksa. Model kerja gabungan antara pemerintah daerah, organisasi profesi dokter hewan, dan unsur pendidikan kedokteran hewan membuat proses pengawasan berjalan lebih terarah dan seragam di setiap titik.

Hingga pemeriksaan yang dilakukan hari itu, tidak ada temuan organ yang tidak laik konsumsi. Namun, petugas tetap bersiaga untuk memusnahkan bagian yang tidak memenuhi syarat bila sewaktu-waktu ditemukan penyakit atau daging yang tak layak dikonsumsi. Bagi Sudin KPKP Jakarta Timur, kepastian keamanan daging kurban menjadi prioritas utama dalam setiap lokasi penyembelihan yang diawasi.