jurnalistik.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mulai mengoperasikan secara komersial kereta wisata mewah Nusantara Explorer pada 28 September 2026. Kereta ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan dengan nuansa “ala sultan”, berfokus pada kenyamanan sekaligus panorama alam, budaya, dan beragam kekayaan Indonesia.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa peluncuran komersial Nusantara Explorer dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pariwisata nasional. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026).
“Nanti akan kita mulai komersialkan itu di tanggal 28 September, kita akan launching-kan secara komersial kereta Nusantara Explorer ini,” kata Bobby dalam kesempatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa konsep kereta wisata ini dikembangkan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bobby, Nusantara Explorer tidak sekadar memindahkan penumpang dari satu lokasi ke lokasi lain. Di dalam perjalanan, penumpang diharapkan dapat menikmati berbagai karakter khas Indonesia yang hadir sepanjang rute, sehingga perjalanan terasa menjadi bagian dari pengalaman pariwisata itu sendiri. Hal itu sejalan dengan tujuan KAI menghadirkan perjalanan yang lebih bernuansa dan menyatu dengan identitas Nusantara.
“Atas arahan dari Bapak Presiden juga, untuk mendukung pariwisata Indonesia, kita meluncurkan kereta Nusantara Explorer yang menghadirkan wajah baru perjalanan kereta api untuk menikmati keindahan alam dan keberagaman Nusantara,” ujar Bobby.
Kapasitas penumpang dan skema rangkaian
Dari sisi kapasitas, Nusantara Explorer disiapkan untuk mengangkut 36 penumpang dalam satu rangkaian utama. KAI juga membuka kemungkinan untuk merangkaikan kereta ini dengan dua unit kereta Panoramic agar kapasitas dapat ditingkatkan.
Bobby menjelaskan skema penggabungan tersebut dengan menyebutkan bahwa jika Nusantara Explorer digandeng dengan 2 kereta Panoramic, jumlah penumpang bertambah menjadi 76. Dalam skenario lanjutan, jika kereta Panoramic dirangkai sehingga total kapasitas menjadi 112 penumpang, KAI menargetkan pengalaman perjalanan yang tetap terasa terkurasi.
“Jadi kalau kita gandeng dengan 2 Panoramic itu akan bertambah 76, jadi ada 112 penumpang. Kalau kita gandeng dia dengan 2 kereta Panoramic tentunya ini menghadirkan hospitality, heritage-nya Indonesia, alam Indonesia yang indah, bangunan-bangunan heritage di stasiun-stasiun kami dan terutama kita menghadirkan nuansa sangat Indonesia banget gitu ya di dalam keretanya,” bebernya.
Dengan demikian, Nusantara Explorer dirancang tidak hanya untuk satu ukuran layanan, melainkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan yang lebih besar melalui penambahan kereta pendukung.
Pengujian dan dasar konsep layanan
Berita Terkait
KAI melaksanakan uji statis dan uji dinamis terhadap dua kereta Nusantara Explorer Luxury Sleeper Train yang telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses pengujian ini menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum pengoperasian komersial dimulai.
Dari segi layanan, KAI menempatkan Nusantara Explorer sebagai layanan yang berbeda dari kereta penumpang reguler. Unsur pelayanan, budaya lokal, pemandangan alam, hingga bangunan bersejarah yang berada di sejumlah stasiun dimasukkan ke dalam pengalaman perjalanan.
Bobby juga menyebut bahwa konsep kereta wisata ini terinspirasi dari layanan kereta wisata mewah Orient Express di Eropa. Kereta tersebut disiapkan untuk menyasar pasar wisata khusus yang mengutamakan pengalaman perjalanan, sehingga tarifnya diperkirakan berada di segmen premium.
Dalam konteks Nusantara Explorer, target layanan ini ditujukan untuk wisatawan yang mencari bentuk perjalanan yang lebih berkesan, bukan semata berpindah tempat. Karena itu, penyelenggaraan layanan ditekankan pada pengalaman menyeluruh yang lebih terarah.
Interior Luxury Sleeper dan pembagian ruang
Dari sisi interior, Nusantara Explorer merupakan hasil modifikasi kereta Luxury Sleeper yang dikerjakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Penataan bagian dalam disusun dengan sejumlah area yang memiliki fungsi berbeda-beda untuk mendukung kebutuhan para penumpang sepanjang perjalanan.
Kereta ini dilengkapi area seperti Signature Class, Advance Class, Compact Class, Lounge, Grand Restaurant, hingga Kitchen & Crew. Setiap area ditempatkan untuk memberi pengalaman layanan yang menyeluruh selama perjalanan berlangsung.
Secara keseluruhan, satu trainset Nusantara Explorer dapat menampung hingga 91 pelanggan, yang dibagi berdasarkan ruang di dalam kereta. Sebanyak 36 pelanggan berada di area ruang kamar, sedangkan 55 pelanggan lainnya dapat menggunakan area Lounge dan Grand Restaurant.
Dengan pembagian ruang seperti itu, layanan Nusantara Explorer dirancang agar kebutuhan interaksi dan kenyamanan tetap terwadahi, baik saat penumpang berada di area kamar maupun ketika berada di ruang publik dalam kereta.
Rute yang direncanakan
Sejalan dengan rencana layanan kereta wisata ini, Nusantara Explorer sebelumnya disebut akan menghubungkan beberapa kota tujuan wisata di Pulau Jawa. Rute yang direncanakan mencakup Jakarta, Yogyakarta, Semarang, hingga Banyuwangi.
Rangkaian rute tersebut diharapkan dapat menghadirkan variasi perjalanan yang sesuai dengan gagasan “menghadirkan wajah baru perjalanan kereta api”. Nuansa budaya dan pemandangan alam yang melekat pada setiap segmen perjalanan menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa oleh kereta wisata ini.












