jurnalistik.co.id – Kepolisian telah menangkap seorang pria berusia 29 tahun dalam kasus serangan bernuansa rasis terhadap seorang pengemudi pengantaran di Glasgow, Inggris. Pelaku diduga melakukan tindakan itu setelah insiden kerucut lalu lintas dilemparkan saat kerusuhan yang terjadi awal bulan lalu.
Dalam penyelidikan yang diumumkan pada Agustus 2026, polisi menyebut kerucut lalu lintas dilemparkan kepada Muhammad Jawad Yaqoob (31). Aksi tersebut terjadi setelah demonstrasi anti-imigran di Glasgow Green pada 25 Juli.
Petugas kemudian mengajukan dakwaan kepada tersangka atas penyerangan yang “racially-aggravated”, yakni penyerangan yang dipersulit dengan motif ras. Insiden itu sempat direkam dan luas dibagikan di media sosial.
Menurut keterangan aparat, tersangka ditangkap di wilayah Govan. Sebelum penangkapan ini, kepolisian juga mencatat bahwa pada hari protes terjadi, total 15 orang telah diamankan.
Kepolisian Skotlandia menyatakan telah membentuk tim investigasi besar untuk mengidentifikasi tersangka lain serta merencanakan penangkapan lanjutan. Fokus penyelidikan diarahkan pada pelaku yang terlibat di lokasi-lokasi berbeda pada saat gangguan massa berlangsung.
Di Glasgow Green, sebuah aksi anti-rasisme telah berlangsung sebelum sejumlah orang yang datang untuk melakukan kontra-protes tiba di lokasi. Polisi menggambarkan adanya “disparate groups” yang terlibat dalam tindak kekerasan, gangguan ketertiban, intimidasi, dan delik yang bermotif kebencian di berbagai tempat.
Dalam penjelasan operasi yang dilakukan, kepolisian mengaitkan insiden tersebut dengan akhir pekan pembukaan Commonwealth Games. Aparat menyebut ada sekitar 1.700 orang yang menghadiri rangkaian kegiatan, dan operasi dilakukan untuk menjaga keselamatan publik serta meminimalkan gangguan.
Yaqoob, yang pindah ke Glasgow dari Pakistan, sebelumnya menceritakan kepada BBC Scotland News bahwa ia merasa terlalu takut untuk meninggalkan rumah maupun kembali bekerja setelah serangan tersebut. Ia mengatakan kejadian bermula saat ia baru saja mengambil pesanan dari Palm Tree Kitchen di Bridge Street pada Sabtu sore.
Berita Terkait
Ia menyebut pertemuannya dengan puluhan demonstran terjadi ketika ia sedang menjalankan pengantaran. Dalam keterangannya, Yaqoob menuturkan bahwa ia umumnya merasakan Skotlandia sebagai tempat yang ramah, tetapi pengalaman terbarunya justru “not been welcoming at all”.
Rekaman video yang beredar, menurut uraian laporan, memperlihatkan beberapa pria muda berteriak dengan hinaan sebelum seseorang melempar kerucut berwarna oranye. Setelah kerucut dilemparkan, kerumunan terdengar bersorak ketika Yaqoob berlari ke sebuah restoran terdekat.
Yaqoob juga menyampaikan bahwa saat ia melintasi jalan menjauh dari kerumunan, seorang pria menjerit, “you brownie, you Asian, you Pakistani”. Ia menambahkan bahwa ia mendapatkan pelecehan rasial lainnya pada momen yang sama.
Ia mengaku setelah itu ada seseorang yang mencoba menyerangnya menggunakan kerucut lalu lintas. “One guy then tried to hit me with a traffic cone. So I ran around the back of the shop then Uber sent me a message asking me to complete my delivery,” kata Yaqoob.
Menurut ceritanya, Uber tidak mengetahui apa yang terjadi. Ia kemudian tetap menyelesaikan pengantaran, lalu kembali ke toko dan memberi tahu bahwa ia akan melapor kepada polisi sembari meminta rekaman CCTV.
Yaqoob menuturkan restoran tempat ia mengambil pesanan tidak memiliki CCTV. Meski demikian, ia tetap melaporkan kejadian tersebut. Setelah ia sampai di rumah dan mencari informasi daring, ia baru menyadari video serangan itu telah menyebar di media sosial hingga sampai ke negara asalnya.
“Now I am so scared, I am upset,” ujar Yaqoob. Ia mengatakan sejak insiden itu ia “haven’t been able to go back to my work since the incident.”
Ia juga menyampaikan ketakutannya bahwa serangan serupa bisa terjadi lagi. Namun, ia menegaskan tetap harus bekerja karena ada tagihan: “I am fearful it will happen again but I have bills to pay so I can’t just sit at home.”
Dengan penetapan dakwaan terhadap tersangka 29 tahun, polisi menegaskan proses hukum dan investigasi akan berlanjut untuk menelusuri kemungkinan pelaku lain yang terlibat pada hari protes serta rangkaian gangguan yang terjadi di beberapa titik.












