Hukum & Kriminal

Banding Ditolak: Visile Barbu, Pengemudi Van Rumania yang Tewaskan Rebecca Comins, Tetap Dideportasi

×

Banding Ditolak: Visile Barbu, Pengemudi Van Rumania yang Tewaskan Rebecca Comins, Tetap Dideportasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Romanian driver who killed triathlete Rebecca Comins to be deported

jurnalistik.co.id – Pengemudi van asal Rumania, Visile Barbu (50), gagal dalam upaya banding untuk menghentikan deportasi setelah divonis bersalah atas kematian triatlet Tim GB Rebecca Comins. Hakim imigrasi Ian Boyes menolak permohonan tersebut, sehingga keputusan pengusiran tetap berlaku.

Menurut keterangan persidangan, Barbu terlibat dalam insiden pada Juni 2022. Saat berada di Calais untuk mengantar furnitur kepada seorang pengemudi, ia menabrak sepeda Rebecca Comins.

Insiden itu terjadi ketika Rebecca Comins tengah menjalani uji waktu bersepeda. Pada saat kejadian, ia sudah berada sembilan menit dalam sesi latihan di A40 dekat Raglan, Monmouthshire. Barbu berusaha menyalip, tetapi tidak mengubah posisinya untuk memberi ruang di lajur kosong pada jalan bertipe dual carriageway.

Jaksa menilai Barbu “mendorong” kendaraan langsung ke bagian belakang sepeda Comins, bukan bergerak ke jalur yang kosong. Dalam proses persidangan lima hari, Barbu dinyatakan bersalah menyebabkan kematian dengan dangerous driving.

Dalam persidangan banding yang digelar di Newport, Ian Boyes menyampaikan bahwa sifat perbuatannya menjadi pertimbangan penting. Ia menegaskan: “The nature of the offending is important. This was not an accident. It was not a slight misjudgement. It was committed using a vehicle which should not have been on the road.”

Pernyataan tersebut menekankan bahwa hakim memandang tindakan Barbu bukan sebagai kesalahan kecil yang wajar terjadi, melainkan perbuatan yang dilakukan dengan kendaraan yang tidak semestinya berada di jalan.

Atas kasus tersebut, Comins dikenal sebagai triatlet Tim GB. Dalam rilis keluarga, mereka menyatakan “so proud of what she achieved in her life”. Keputusan pada tingkat banding ini membuat proses deportasi tidak berhenti di pengadilan yang lebih tinggi.

Barbu juga pernah memberikan keterangannya terkait tabrakan. Ia mengaku melihat Comins, namun tidak memahami alasan mengapa kendaraan menabrak bagian belakang sepedanya. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa ia akan terus bertanya pada dirinya sendiri untuk “whole life”.

Selain faktor perilaku berkendara, tim pemeriksa kendaraan juga menyoroti kondisi van yang digunakan Barbu. Setelah kecelakaan, kendaraan tersebut dinilai tidak layak untuk digunakan di jalan, dan bobot muatannya disebut berlebihan.

Temuan tersebut, menurut pemeriksa kendaraan, dapat meningkatkan jarak pengereman darurat serta memengaruhi kemampuan mengendalikan setir. Dengan kata lain, kondisi kendaraan dipandang ikut memperburuk kemungkinan respons saat terjadi situasi darurat.

Dalam konteks deportasi, Barbu mengajukan banding dengan argumen bahwa pemindahan permanen ke Rumania akan terlalu berat bagi dirinya maupun keluarganya. Ia menyebut pemindahan itu akan menjadi “unduly harsh for both him and his family to relocate permanently to Romania, where he said he has no home or source of income.”

Barbu juga menyatakan ia memiliki kedekatan yang kuat dengan budaya dan tradisi Inggris, serta menganggap Inggris sebagai tempat tinggal permanennya.

Namun, Ian Boyes menilai keberatan yang diajukan tidak mengalahkan kepentingan publik yang lebih besar. Dalam pertimbangan pada 7 September, Boyes menyatakan bahwa karena anak-anak Barbu kini sudah dewasa dan tidak bergantung padanya, pengusiran tidak akan menjadi “unduly harsh”. Ia kemudian menambahkan: “the very significant public interest in deportation outweighs the appellant’s private and family life considerations.”

Dalil keluarga juga turut disebut dalam permohonan Barbu. Maria, yang merupakan istrinya, menyampaikan bahwa ia tidak akan pindah ke Rumania dan tidak dapat mengatasi keadaan tanpa kehadiran suaminya. Barbu sendiri menikah dengan Maria pada 2004, setelah pindah ke Inggris pada 2002 untuk bekerja sebagai chef pub di Old Pandy public house, hingga akhirnya memiliki tempat usaha tersebut.

Barbu memiliki kembar yang kini sudah menjadi orang dewasa. Usia dan kondisi tanggungan keluarga itulah yang ikut menjadi bagian pertimbangan hakim dalam menilai apakah deportasi akan menimbulkan beban yang berlebihan.

Dengan penolakan banding oleh Ian Boyes, Barbu tetap menghadapi proses deportasi. Keputusan ini pada intinya menegaskan bahwa unsur kesalahan, termasuk penggunaan kendaraan yang dinilai tidak semestinya di jalan, serta pertimbangan kepentingan publik, lebih dominan dibanding pertimbangan pribadi dan keluarga yang diajukan dalam permohonan.