Olahraga

Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Lagu Kebangsaan Korea Utara Keliru Diperdengarkan, Panitia Minta Maaf ke Korsel

×

Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Lagu Kebangsaan Korea Utara Keliru Diperdengarkan, Panitia Minta Maaf ke Korsel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Geger Asian Games, Lagu Kebangsaan Korut Malah Diputar untuk Korsel

jurnalistik.co.id – Panitia penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menyampaikan permintaan maaf resmi kepada delegasi Korea Selatan setelah lagu kebangsaan Korea Utara secara keliru diputar menjelang pertandingan hoki putra yang mempertemukan Korea Selatan.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh dua pejabat panitia penyelenggara yang mendatangi kantor delegasi Korea Selatan sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada Jumat (18/9/2026).

Salah satu dari dua pejabat yang hadir merupakan direktur yang menangani urusan negara-negara peserta. Langkah tersebut diambil setelah insiden pemutaran lagu terjadi pada momen yang seharusnya berlangsung dengan tata cara resmi.

Insiden terjadi sebelum laga Grup A

Kesalahan pemutaran lagu berlangsung sebelum pertandingan Grup A antara Korea Selatan dan Bangladesh di Stadion Kakamigahara Green pada Jumat. Saat para pemain Korea Selatan berdiri menghadap bendera nasional dan menunggu lagu kebangsaan mereka diperdengarkan, yang terdengar melalui pengeras suara stadion justru lagu kebangsaan Korea Utara.

Kekeliruan itu membuat sejumlah pemain Korea Selatan tampak kebingungan. Setelah situasi tersebut terjadi, penyiar stadion kemudian menyampaikan permintaan maaf karena memutar lagu kebangsaan yang keliru.

Lagu kebangsaan Korea Selatan akhirnya diperdengarkan, tetapi tidak dalam seremoni resmi sebelum pertandingan. Pemutaran lagu baru dilakukan saat kedua tim sudah menjalani prosesi saling memberi salam.

Meski insiden sempat mengganggu momen pra-laga, Korea Selatan tetap melanjutkan pertandingan dan meraih kemenangan telak atas Bangladesh dengan skor 5-0.

Delegasi mengajukan protes resmi

Setelah pertandingan, delegasi Korea Selatan menyampaikan protes resmi kepada panitia penyelenggara. Protes tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim atas nama ketua delegasi Lee Sang-hyun.

Dalam suratnya, delegasi Korea Selatan meminta panitia memberikan penjelasan terkait bagaimana insiden itu bisa terjadi, menyampaikan permintaan maaf resmi, serta mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan menilai kesalahan pemutaran lagu kebangsaan sebagai persoalan serius. Menurut komite, pemutaran lagu kebangsaan yang keliru dalam ajang olahraga internasional yang mempertemukan banyak negara tidak bisa dipandang sebagai kesalahan biasa.

“Memainkan lagu kebangsaan yang salah, yang merepresentasikan sebuah negara, adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi dalam kompetisi olahraga multinasional,” kata Presiden Korean Sport & Olympic Committee Ryu Seung-min, dilansir Korea Herald.

“Komite menganggap masalah ini sangat serius dan akan terus mendesak penyelenggara untuk menentukan bagaimana kesalahan tersebut bisa terjadi serta memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi,” lanjutnya.

Masuk daftar masalah lain dalam persiapan

Kesalahan pemutaran lagu kebangsaan ini turut menambah rangkaian persoalan yang sebelumnya telah disampaikan delegasi Korea Selatan terkait persiapan Asian Games Aichi-Nagoya. Pada Selasa lalu, delegasi Korea Selatan melayangkan protes setelah muncul kejadian dalam sebuah upacara penyambutan kedatangan kapal pesiar yang digunakan sebagai bagian dari tempat tinggal atlet.

Protes tersebut berawal dari kemunculan seorang pengisi acara yang mengenakan kostum menyerupai Toyotomi Hideyoshi. Toyotomi Hideyoshi dikenal sebagai pemimpin militer Jepang yang melancarkan invasi ke Korea pada akhir abad ke-16.

Kehadiran karakter dengan kostum tersebut memicu keberatan dari Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan. Bagi komite, insiden yang bernuansa sensitivitas sejarah tersebut dinilai tidak sejalan dengan kehati-hatian yang semestinya diterapkan dalam kegiatan resmi di ajang internasional.

Selain itu, pejabat Korea Selatan juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggal atlet. Mereka juga menyoroti keterlambatan administratif yang berdampak pada transportasi serta sejumlah kebutuhan logistik lainnya selama masa persiapan Asian Games.

Serangkaian keberatan tersebut menunjukkan bahwa delegasi Korea Selatan tidak hanya menanggapi insiden pemutaran lagu, tetapi juga menilai persiapan penyelenggaraan secara lebih menyeluruh. Dengan adanya permintaan maaf resmi dari panitia pada Jumat malam, rangkaian komunikasi antara kedua pihak diharapkan dapat menjawab pertanyaan delegasi mengenai pencegahan agar kesalahan serupa tidak terulang.

Meski pertandingan tetap berjalan dan Korea Selatan berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Bangladesh, insiden lagu kebangsaan tersebut tetap dicatat sebagai pelajaran penting dalam pengelolaan upacara dan penanganan detail saat kompetisi multinasional berlangsung.