jurnalistik.co.id – Jack Grealish disebut lebih memilih untuk kembali ke Everton apabila ia harus meninggalkan Manchester City dalam sisa hari bursa transfer. Informasi itu disampaikan sumber kepada BBC Sport menjelang tenggat transfer pekan ini.
Pemain berusia 30 tahun tersebut tampil sebagai pemain pengganti pada dua laga pembuka musim ini bersama Man City. Namun, situasi kepindahannya kini berada dalam fokus setelah perubahan arah kebijakan skuad.
Pelatih anyar Manchester City, Enzo Maresca, disebut terbuka untuk melepas Grealish sebelum batas akhir transfer hari Selasa. Dengan demikian, langkah pemain dan klub masih menunggu keputusan dalam beberapa hari ke depan.
Grealish pernah menjalani musim terakhirnya di Everton. Ia mencetak dua gol dan menyumbang enam assist dalam 20 penampilan selama periode itu.
Sayangnya, perjalanan Grealish di Liverpool utara harus terhenti lebih cepat karena cedera kaki yang membuatnya tidak bisa menyelesaikan musim. Cedera tersebut dinyatakan sebagai cedera yang berujung berakhirnya musim pada Januari.
Ketertarikan Everton terhadap Grealish juga sudah tercium dari komunikasi internal klub. CEO Everton, Angus Kinnear, kepada BBC Radio Merseyside menyebut bahwa klub “remained in contact” dengan sang pemain.
Selain Everton, Aston Villa juga disebut masih memantau peluang untuk mengembalikan Grealish ke klub lamanya. BBC Sport melaporkan bahwa Villa disebut tertarik re-sign eks kapten mereka, meski dari kubu Man City disebut belum ada tawaran nyata yang diajukan pada musim panas ini.
Berita Terkait
Di sisi pelatih, Maresca memberikan sinyal bahwa ia tetap ingin melibatkan Grealish selama ia masih ada dalam skuat. Ia menyampaikan, “Jack is here. Until the day he is, it my duty to try and help him to give us the best. In the next four, five days, we will see what happens. I speak with Jack almost every day.”
Pernyataan Maresca itu menggambarkan bahwa evaluasi bakal terjadi dalam rentang empat hingga lima hari. Dengan deadline transfer yang tersisa beberapa waktu, keputusan terkait masa depan Grealish kemungkinan akan muncul dari proses komunikasi intens yang terus berjalan.
Sementara itu, bursa transfer Man City juga diiringi pembicaraan yang melibatkan nama lain dari Everton. Klub disebut memiliki ketertarikan untuk mendatangkan Iliman Ndiaye, winger Everton.
Ndiaye disebut menolak beberapa tawaran kontrak dari Merseyside. Disebut pula bahwa tim asal Arab Saudi, Al-Hilal, memiliki minat kuat untuk merekrutnya, tetapi sang pemain berusia 26 tahun itu dilaporkan menolak rencana kepindahan tersebut.
Dalam konteks ini, Everton dinyatakan tidak berada di bawah tekanan untuk menjual Ndiaye. Kontrak pemain tersebut disebut berlaku hingga 2029, sehingga klub mempunyai kendali terhadap arah negosiasi.
BBC Sport melaporkan bahwa Everton kemungkinan akan meminta biaya yang signifikan, sekitar £70m, bahkan untuk sekadar mempertimbangkan penjualan. Angka tersebut menegaskan bahwa jika ada pembahasan lanjutan, prosesnya diperkirakan tidak akan berjalan cepat atau sekadar formalitas.
Dengan kata lain, dinamika transfer di antara Manchester City dan Everton saat ini tidak hanya berkaitan dengan Grealish. Situasi greget di hari-hari akhir bursa tampak mencakup dua jalur sekaligus: potensi perubahan status Grealish dan kemungkinan pembicaraan terkait Ndiaye.
Bagi Grealish sendiri, pilihan kembali ke Everton menjadi poin yang mengemuka. Namun, keputusan akhirnya tetap ditentukan oleh keputusan Man City dan respons berbagai pihak menjelang tenggat, sesuai gambaran bahwa empat atau lima hari ke depan akan menjadi penentu.












