jurnalistik.co.id – Liverpool kini tengah menilai kemungkinan mendatangkan Ismaila Sarr dari Crystal Palace setelah dua tawaran mereka untuk Yankuba Minteh ditolak Brighton. Langkah ini menjadi respons klub terhadap kebutuhan memperkuat opsi di sisi sayap menjelang batas akhir bursa.
Di awal proses, Liverpool menawarkan £50 juta dan £60 juta untuk Minteh yang berusia 22 tahun. Brighton memilih menolak kedua proposal tersebut, sehingga perhatian The Reds kemudian beralih ke sosok lain yang bermain dengan karakter serupa.
Sarr, yang musim lalu mencetak 21 gol untuk Palace, dipandang sebagai target alternatif di posisi winger kanan. Pemain asal Senegal itu memiliki pengalaman bermain di Premier League dan profilnya dinilai sejalan dengan kebutuhan Liverpool untuk menambah daya dobrak dari sisi lapangan.
Meski begitu, ada pemahaman bahwa Crystal Palace tidak berniat melepas Sarr pada musim panas ini. Palace sendiri menilai Sarr masih menjadi bagian penting dari rencana tim dan kontraknya memberi posisi tawar yang kuat bagi klub.
Selain konteks Liverpool, Sarr juga sempat menjadi bahan pembicaraan di luar kompetisi Inggris. Pekan lalu, ia disebut masuk dalam radar Galatasaray, menandakan bahwa peluang transfernya tetap menjadi perhatian sejumlah klub.
Menurut laporan BBC Sport, terdapat informasi bahwa Liverpool sudah mengajukan penawaran untuk Sarr. Namun, baik Liverpool maupun Crystal Palace membantah kabar tersebut, sehingga proses yang berjalan lebih banyak berada pada tahap penilaian dan komunikasi, bukan kesepakatan final.
Di saat yang sama, Liverpool juga terus memproses rencana lain terkait bursa transfer. Klub masih mengupayakan kesepakatan dengan Paris St-Germain untuk winger Prancis Bradley Barcola, dengan diskusi yang juga menjadi bagian dari strategi memperkuat skuat.
Hingga menjelang Selasa sebagai tenggat, Liverpool disebut sedang menimbang semua opsi yang tersedia dalam perburuan pemain sayap. Mereka ingin melakukan dua rekrutmen sebelum jendela transfer ditutup, sehingga setiap arah negosiasi akan dinilai cepat dan konsisten.
Berita Terkait
Harapan Palace agar Sarr tetap bertahan
Pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, menyatakan berharap Sarr dan rekan setimnya, Jean-Philippe Mateta, bisa tetap berada di klub. Saat ditanya apakah ia mengira pemain Senegal tersebut akan bertahan, Sage menjawab, “For the moment, yes, because when you have three years on the contract it is not easy to leave.”
Sage kemudian ditanya mengenai kemungkinan adanya pendekatan dari Liverpool. Ia menegaskan bahwa kepastian tetap bergantung pada kontrak, serta menyoroti bahwa Sarr sedang dalam kondisi cedera, sembari menyebut pemainnya bersikap profesional.
Menurut Sage, “I understand that for everybody to have this kind of contact [from another club] is difficult, because you hesitate a lot. But for the moment, he is with us. He is under contract. “He is injured and maybe you can make a link between his injury and the situation. But for me, he is honest and I have no problem with that. We just want him on the pitch as quickly as possible.”
Sementara itu, nasib Mateta juga disebut berada dalam ketidakpastian. BBC Sport sebelumnya mengungkap bahwa Mateta dan penasihatnya berpendapat tahun terakhir kontraknya di Palace tidak seharusnya dianggap mengikat.
Argumen itu muncul karena opsi perpanjangan diaktifkan oleh klub ketika Mateta menandatangani kesepakatan awal berdurasi empat setengah tahun. Walau demikian, Mateta tetap tercatat sebagai pemain Crystal Palace dalam status kontraknya, setelah keputusan lembaga terkait.
Menjelang pertandingan pembuka Premier League Palace di Everton, FIFA menyatakan perkara tersebut berada di luar yurisdiksinya. Persoalan ini juga sudah dibawa ke sidang oleh tribunal independen Premier League, sehingga keputusan formal nantinya menjadi penentu lanjutan terkait posisi Mateta.
Sage menilai Mateta memiliki sikap yang menunjukkan keinginannya untuk tetap bersama tim. Ia menyebut, “He has the behaviour of someone who is happy to be here, who wants to be here and is prepared to be here all season. I don’t see a player who has a problem with the club or with us.”
Dengan situasi yang terus berkembang, Liverpool berada pada fase menyeleksi peluang sebelum tenggat bursa. Sementara Palace memegang keyakinan bahwa Sarr akan tetap berada dalam skema tim, proses negosiasi dan bantahan yang muncul menunjukkan bahwa percakapan transfer belum sepenuhnya berakhir.












