Olahraga

Benjamin Satterley alias Pac, pegulat yang bergabung AEW pada 2019, meninggal dunia pada usia 40

×

Benjamin Satterley alias Pac, pegulat yang bergabung AEW pada 2019, meninggal dunia pada usia 40

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wrestler Benjamin Satterley, known as 'Pac', dies aged 40

jurnalistik.co.id – Kabar duka datang dari dunia gulat profesional. Pegulat asal Inggris, Benjamin Satterley yang dikenal dengan nama ring Pac, meninggal dunia pada usia 40 tahun.

Kematian Satterley dikonfirmasi oleh perwakilannya. All Elite Wrestling (AEW) juga menyampaikan kabar tersebut melalui pernyataan resmi setelah ia dikenal luas berkarier di berbagai promotor besar.

Dalam pengumumannya, AEW menyatakan “saddened to announce the passing” Satterley, 40, dan menyebut bahwa ia telah bergabung dengan organisasi itu sejak 2019. Relasi kariernya dengan AEW makin kuat karena ia hadir dalam momen-momen penting di panggung utama mereka.

Kepergian Satterley dikonfirmasi hanya sehari setelah penampilannya di acara “All Out” milik AEW di Chicago pada Sabtu malam. Publik pun dibuat terkejut karena jeda waktu antara penampilan terakhir dan pengumuman kematiannya begitu singkat.

Pernyataan AEW juga menguraikan latar perjalanan Satterley. “A native of Newcastle upon Tyne, England, Satterley began his wrestling career in 2004 and went on to perform for wrestling organizations all over the world, captivating fans with innovative high-flying moves and incredible in-ring ability,” demikian bunyi penjelasan organisasi tersebut.

Kariernya yang panjang membawanya bersaing di panggung internasional, sekaligus membentuk sejumlah identitas persona selama bertahun-tahun. Di AEW, ia dikenal memiliki gaya bertarung yang memadukan kelincahan, kontrol ritme pertandingan, dan gerakan berisiko tinggi.

AEW menyebut Satterley juga memegang beberapa gelar di organisasi tersebut. Organisasi itu menambahkan bahwa ia telah tampil di “some of the most memorable matches in AEW history,” menegaskan dampaknya pada sejarah kompetisi mereka.

Namun, rincian tentang penyebab kematiannya tidak disampaikan. “No cause of death has been provided,” atau tidak ada keterangan mengenai penyebab meninggal yang diumumkan dalam laporan tersebut.

Sebelum bekerja sama dengan AEW, Satterley juga pernah menjalani karier di lingkungan World Wrestling Entertainment (WWE). Ia juga berkompetisi di World Wrestling Entertainment, New Japan Pro-Wrestling, serta Consejo Mundial de Lucha Libre (CMLL) di Meksiko.

Selama perjalanan tersebut, Satterley menjalani beberapa nama panggung. Persona yang ia kenakan antara lain Pac, Adrian Neville, serta “The Man that Gravity Forgot”.

Julukan “The Man that Gravity Forgot” merujuk pada satu gerakan khas yang menjadi ciri gaya bertandingnya. Gerakan itu melibatkan putaran 360 derajat dari top rope ring gulat, lalu mendarat pada lawannya.

Beragam ucapan duka kemudian bermunculan dari tokoh-tokoh di industri gulat. WWE Hall of Famer Paul Heyman menggambarkan peristiwa ini sebagai “a truly terrible loss” dan menambahkan bahwa Satterley adalah “a tremendous talent and even finer human being”.

Di sisi AEW, Presiden Tony Khan menyoroti aspek pribadi dan profesional Satterley. Ia menilai Satterley “defined excellence” sebagai “a husband, friend and in his wrestling knowledge, skill and ‘unprecedented athleticism’”.

Ungkapan serupa juga datang dari sesama pegulat asal Inggris. Will Ospreay menulis di X, “The greatest export from our country. Also the greatest human being,” sembari membagikan foto kebersamaan mereka di atas ring.

Kepergian Satterley turut mengejutkan Evil Uno. Dalam unggahannya, ia menyampaikan, “I am in shock. This is heartbreaking,” sebelum menegaskan, “We have lost another great person, a great soul, a true professional.”

Reaksi cepat dari berbagai pihak menunjukkan bahwa Satterley bukan hanya dipandang sebagai atlet gulat yang piawai, tetapi juga sebagai sosok yang dihargai rekan-rekannya. Terlebih, ia baru saja tampil di AEW All Out di Chicago sehari sebelum kabar meninggal diumumkan.

Bagi para penggemar, memori pertandingan dan gerakan khas Satterley akan tetap melekat, termasuk ciri putaran 360 derajat dari top rope yang membawanya pada julukan “The Man that Gravity Forgot”. Kombinasi antara kemampuan atletik dan gaya yang berani membuat ia memiliki tempat khusus dalam ingatan penonton.

Dengan wafatnya Benjamin Satterley, Pac, komunitas gulat kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun tampil di beragam panggung dan meninggalkan jejak di banyak kompetisi. Proses berkabung pun berlanjut, seiring AEW dan rekan-rekan industri merangkum kontribusinya dalam dunia gulat modern.