jurnalistik.co.id – Presley Gerber meninggal dunia pada usia 27 tahun. Kabar tersebut diumumkan berdasarkan catatan yang diajukan ke Los Angeles County Medical Examiner.
Menurut catatan tersebut, Gerber meninggal di sebuah fasilitas rehabilitasi pada hari Minggu. Penyebab kematian tidak dicantumkan dalam dokumen.
Keluarga Presley Gerber meminta privasi pada masa yang sangat sulit dan menyakitkan. Pernyataan itu disampaikan oleh Allie Jenkins, perwakilan Cindy Crawford dan suami, Rande Gerber, kepada BBC melalui mitra beritanya di Amerika, CBS: “The family is asking for privacy during this very difficult and painful time.”
Presley Gerber dikenal sebagai model, mengikuti jejak ibunya, supermodel Cindy Crawford, serta adik perempuannya, Kaia. Ia tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia fashion, tetapi tetap membangun kariernya sendiri di berbagai panggung pemotretan dan peragaan busana.
Gerber mulai dikenal luas sejak debutnya di atas landasan pacu. Pada usia 16 tahun, ia melakukan debut runway untuk label Italia, Moschino.
Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai model untuk sejumlah merek ternama. Di antaranya adalah Burberry, Dolce & Gabbana, dan Bottega Veneta.
Hubungan keluarga dan latar ayah
Di luar kariernya sebagai figur publik, Presley Gerber juga dikenal karena latar keluarganya. Ayahnya, Rande Gerber, merupakan pebisnis yang cukup disorot di berbagai media.
Rande Gerber diketahui ikut mendirikan merek Casamigos tequila bersama George Clooney. Kolaborasi bisnis tersebut turut mengangkat nama keluarga Gerber di kancah yang lebih luas.
Berita Terkait
Perjalanan kesehatan mental dan penggunaan obat
Dalam beberapa tahun terakhir, Presley Gerber berbicara secara terbuka mengenai tantangan kesehatan mental serta penggunaan obat. Keterbukaan itu muncul dalam berbagai kesempatan, termasuk percakapan yang ia sampaikan kepada media dan kanal podcaster.
Pada 2023, dalam podcast Studio 22, ia menyampaikan: “Having struggled with mental health, depression and some other things that come along with that, I think that whether I help one person or a hundred people get out of that place that I was in at one point in my life, that’s all I need to do.”
Pernyataan itu mencerminkan bagaimana ia memandang pengalaman pribadinya sebagai sesuatu yang dapat memberi dampak bagi orang lain. Dalam konteks tersebut, ia menekankan harapan agar dapat membantu, baik bagi satu orang maupun banyak orang.
Di kesempatan yang berbeda, Kaia Gerber juga menyinggung pergumulan sang kakak terkait kecanduan. Dalam American Vogue bulan ini, Kaia membahas dampak yang dirasakan dalam keluarga saat menghadapi masalah semacam itu.
Ia mengatakan: “When something like that happens in a family, it kind of levels everyone. “I think that’s also why I started to self-identify as the easy one and never wanted to ask for help.”
Menurut Kaia, situasi tersebut membuat semua orang dalam keluarga ikut merasakan efeknya. Ia juga menyebut bahwa dirinya lebih dulu memilih untuk “terlihat kuat” di luar, dengan menandai diri sebagai orang yang “mudah,” alih-alih meminta bantuan.
Kini, setelah kepergian Presley Gerber, perhatian beralih ke permintaan keluarga agar publik menghormati ruang pribadi. Di tengah kehilangan tersebut, pihak keluarga menegaskan bahwa masa ini membutuhkan ketenangan untuk menghadapi duka.
Sebagai sosok yang memulai karier modeling sejak remaja dan kemudian tampil untuk berbagai merek besar, Presley Gerber meninggalkan jejak yang dikenal luas oleh publik. Sementara detail penyebab kematian tidak dipublikasikan, catatan resmi menyebut ia meninggal di fasilitas rehabilitasi pada hari Minggu dan berusia 27 tahun.











