jurnalistik.co.id – Inggris mengunci kemenangan seri ODI atas Irlandia dengan skor akhir enam wicket pada laga kedua yang digelar di Derby, sehingga posisi mereka unggul 2-0 dengan satu pertandingan tersisa.
Di OurCoop County Ground, Derby, Irlandia tertahan di 165 dari 47 over. Perlawanan mereka tidak berkembang cukup jauh setelah Issy Wong tampil dominan dan menjadi kunci arah pertandingan.
Wong mencatat 5-33, sekaligus menorehkan lima wicket internasional pertamanya. Catatan tersebut membuat Inggris bisa mengejar target 166 dan menyegel kemenangan dalam 23 over.
Irlandia sempat mendapat tenaga dari Amy Hunter yang mencetak 64 dari 96 bola. Namun, dukungan dari para pemukul lain tidak datang dalam momen-momen krusial ketika Wong mulai “membersihkan” barisan tengah.
Inggris bergerak cepat saat memburu target. Maia Bouchier dan Sophia Dunkley memulai dengan kemitraan 54 run dalam tujuh over, memberi fondasi yang rapi bagi laju pengejaran.
Bouchier mengumpulkan 45 dari 31 bola, lalu menyelesaikan andilnya dengan kontribusi yang besar namun juga memicu rangkaian perubahan setelahnya. Dunkley tersingkir untuk 20, dan proses mengejar tetap berjalan dengan tempo yang terjaga.
Dari sisi Irlandia, Kia McCartney ikut menambah catatan wicket. Setelah Dunkley keluar, sejumlah pemburu Inggris masih mendapat peluang, tetapi Irlandia berhasil memangkas laju berkat beberapa momen penting.
Alice Capsey tersingkir lbw untuk satu run, sedangkan Jodi Grewcock harus meninggalkan permainan setelah chip-nya jatuh ke mid-wicket untuk 24. Pada fase tersebut, pertandingan masih membuka peluang bagi Irlandia untuk memperbesar tekanan.
Meski demikian, Freya Kemp dan Dani Gibson tampil menjaga kestabilan. Keduanya membangun kemitraan yang tidak terputus dengan tambahan 41 run, sehingga Inggris tetap bergerak menuju target tanpa kehilangan kendali.
Di akhir pengejaran, Inggris mencapai 166-4. Skor individu lain yang terekam adalah Dani Gibson dan Kemp dalam kemitraan penutup, sementara Bouchier menjadi penyumbang terbesar.
Berita Terkait
Irlandia memang sempat mengawali seri dengan permainan yang produktif, termasuk catatan 281 pada laga sebelumnya. Namun, pada pertandingan ini kedalaman skuad mereka tidak terlihat sekuat di babak-babak awal, terutama karena kontribusi dari pasangan berpengalaman tidak hadir secara penuh dalam komposisi yang sama.
Wong memimpin efektivitas bowling Inggris sejak awal serangan. Ia menyingkirkan kapten Irlandia, Gaby Lewis, setelah menjatuhkan 19 run melalui strategi yang tajam, sebelum berbagai wicket berikutnya datang secara berurutan.
Perubahan besar terjadi ketika Hunter dipaksa bekerja lebih keras sendirian. Setelah berhasil bertahan sampai 64, Hunter akhirnya jatuh ke tangan Wong untuk mengakhiri inning Irlandia pada momen ketika enam wicket terakhir tidak lagi mampu memberikan lompatan yang dibutuhkan.
Wong juga mengakhiri inning Irlandia dengan wicket kelimanya, dan mengakhiri perlawanan yang sempat tampak lebih menanjak melalui ketahanan Hunter. Setelah itu, Irlandia hanya menambah sedikit run sebelum seluruh inning berakhir pada 165.
Menjelang laga, Inggris juga tampil dengan rotasi pemain. Lauren Filer dipastikan mendapat kesempatan setelah Lauren Bell dan Sophie Ecclestone beristirahat untuk seri ini, sementara pelatih Charlotte Edwards memberi tanggung jawab tambahan pada Wong dalam memimpin serangan bowling.
Dalam bowling-nya, Wong terlihat makin padu dengan akurasi dan kecepatan yang membuat pemukul Irlandia kesulitan mengunci ritme. Ia juga menjadi figur yang memperlihatkan peningkatan berkelanjutan dalam penampilannya di bawah Edwards.
Catatan penting lainnya datang dari konteks keterbaruan Wong: ini adalah ODI pertama baginya sejak tahun 2024. Meskipun susunan batting Inggris tidak datang dari level terbaik pada musim tertentu, penampilan di Derby menunjukkan kualitas yang bisa mendorong mereka sebagai kandidat “pemimpin serangan” di lini bowling.
Di pihak Inggris, urutan wicket dan timing-nya menjadi faktor yang menentukan. Seiring wicket terus jatuh, tekanan mulai berpindah secara permanen kepada Hunter untuk menjaga inning tetap kompetitif.
Dari sisi Irlandia, mereka hanya mencatat 10 boundaries sepanjang inning. Ketimpangan tersebut juga terlihat ketika Bouchier menjadi satu-satunya pemukul yang mampu mencetak sembilan boundaries pada inning Inggris.
Setelah kemenangan ini, rangkaian seri Inggris-Irlandia segera menuju penutup pada pertandingan berikutnya di Worcester. Pada hari Minggu, turnamen internasional mereka berlanjut dengan laga yang akan menutup musim internasional dan menjadi akhir dari rangkaian pertandingan musim panas untuk Inggris.











