Internasional

Gloria Steinem, pejuang kesetaraan perempuan di AS, wafat usia 92

×

Gloria Steinem, pejuang kesetaraan perempuan di AS, wafat usia 92

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gloria Steinem: A life dedicated to fight for women's equality

jurnalistik.co.id – Gloria Steinem, salah satu figur paling dikenal dalam gerakan kesetaraan perempuan di Amerika Serikat, meninggal dunia pada Rabu. Ia wafat pada usia 92 tahun, demikian keterangan yayasannya.

Steinem menghabiskan lebih dari 60 tahun untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Sepanjang kariernya, ia menjadi suara yang menonjol dalam upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap ketidaksetaraan gender.

Ia mulai menembus arus utama pada awal 1960-an melalui sebuah laporan investigatif tentang Klub Playboy di New York. Dalam liputannya, Steinem menggambarkan pengalaman yang ia jalani saat bekerja menyamar sebagai “Playboy Bunny”. Ia mendokumentasikan kondisi yang keras dan tidak manusiawi yang ia hadapi selama menjalankan pekerjaannya dalam penyamaran tersebut.

Pada masa ketika diskriminasi terhadap perempuan masih menjadi hal yang umum, Steinem tampil sebagai penggerak yang berani dan vokal. Sikapnya yang tegas sekaligus kritis membuat ia menarik perhatian, sekaligus memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menolak gagasan tentang kesetaraan.

Sepanjang perjalanan panjangnya, Steinem menghadapi kritik bernada seksis serta pelecehan dari sejumlah pria. Ia tetap melanjutkan perjuangannya, menjadikan penolakan dan tekanan sebagai bagian dari konteks kerja aktivismenya, bukan alasan untuk berhenti.

Dalam upaya memperjuangkan hak reproduksi perempuan, Steinem meraih beberapa kemenangan besar. Salah satu pencapaian yang disebut dalam keterangan yayasannya adalah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 1973, Roe v Wade, yang menjamin hak perempuan untuk melakukan aborsi.

Namun, sejarah perjuangan itu juga mencatat adanya kemunduran. Keputusan yang sebelumnya memberi jaminan tersebut kemudian dibatalkan pada 2022, sebuah perkembangan yang turut mengubah lanskap hak-hak reproduksi.

Steinem juga dikenal karena tidak pernah benar-benar pensiun. Meski usianya bertambah, ia tetap melibatkan diri dalam isu yang ia perjuangkan.

Dari peliputan penyamaran hingga advokasi lintas dekade

Langkah Steinem menembus arus utama bermula dari keberaniannya membuka realitas yang selama ini luput dari sorotan. Ia melangkah ke ruang yang dianggap tabu untuk menyingkap pengalaman langsung yang ia temui, sekaligus memaparkan bagaimana perempuan diposisikan dalam sistem kerja yang tidak adil.

Pembahasan yang ia angkat pada era itu tidak berdiri sendiri. Ia menghadirkannya dalam kerangka kritik terhadap diskriminasi yang bersifat rutin, yang kerap muncul dalam bentuk aturan kerja, perlakuan sosial, hingga respons publik terhadap perempuan yang berbicara.

Setelah itu, Steinem terus memperluas jangkauan advokasinya. Ia tidak hanya menyuarakan masalah di satu tempat, melainkan membangun gambaran yang lebih luas mengenai ketidaksetaraan yang dialami perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Kemenangan dan tantangan dalam isu aborsi

Perjuangan Steinem dalam isu aborsi berada di tengah dinamika hukum dan politik yang berubah dari waktu ke waktu. Keterangan yayasan menempatkan Roe v Wade pada 1973 sebagai salah satu tonggak penting karena keputusan tersebut menjamin hak perempuan untuk melakukan aborsi.

Meski begitu, pembatalan pada 2022 menunjukkan bahwa jaminan hukum bisa mengalami perubahan. Dalam konteks inilah, perjuangan Steinem tidak berhenti pada capaian lama, tetapi terus menuntut perlindungan yang berkelanjutan.

Warisan yang terus dikenang

Steinem wafat pada Rabu di usia 92 tahun. Menurut yayasannya, ia menjalani seluruh perjalanan itu dengan konsistensi: berdedikasi pada upaya memperjuangkan kesetaraan perempuan.

Keberanian Steinem dalam membuka fakta melalui peliputan penyamaran, kegigihannya menghadapi kritik dan pelecehan, serta keterlibatannya yang berlangsung puluhan tahun membuat namanya melekat dalam sejarah gerakan hak-hak perempuan di Amerika Serikat.