Olahraga

Pierre Sage: Ismaila Sarr Butuh Waktu Usai Rencana Pindah ke Liverpool Gagal

×

Pierre Sage: Ismaila Sarr Butuh Waktu Usai Rencana Pindah ke Liverpool Gagal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ismaila Sarr: Crystal Palace forward needs time to process collapse of Liverpool move - Pierre Sage

jurnalistik.co.id – Crystal Palace menegaskan Ismaila Sarr masih membutuhkan waktu untuk memproses kegagalan rencana pindah ke Liverpool. Pelatih kepala Pierre Sage mengatakan pemain sayap tersebut perlu menyerap situasi yang tidak berjalan sesuai rencana.

Sage menjelaskan bahwa Sarr—yang menjadi pencetak gol terbanyak klub musim lalu—berkaitan dengan rumor kepindahan ke Anfield pada akhir jendela transfer. Namun pada akhirnya, pemain asal Senegal tetap bertahan di Selhurst Park.

Menurut Sage, momen seperti ini tidak bisa langsung “dilewati” begitu saja. Ia menilai Sarr perlu waktu agar kembali pada fokus permainan bersama tim.

Pelatih asal Prancis mengakui bahwa gagalnya transfer itu adalah pukulan, tetapi proses penerimaannya akan berjalan seiring waktu. Ia menyatakan, “He has to digest for sure because it’s a dream for a lot of players to play with this kind of club ( Liverpool ). ”

Sage juga menilai peluang tersebut memang “bagus” untuk Sarr, tetapi pada akhirnya tidak berhasil diwujudkan. Ia menambahkan, “He had a good opportunity but in the end it didn’t work. If he wants to continue, you have to have a good season with us as he did last year. We know he needs time. ”

Lebih jauh, Sage menekankan bahwa rutinitas dan waktu akan membantu situasi buruk mereda. Ia berkata, “Like every bad situation, time does the job and we need time for that.”

Di sisi lain, kondisi fisik Sarr ikut memengaruhi situasinya di awal musim. Pemain berusia 28 tahun belum tampil untuk Palace musim ini karena mengalami cedera pangkal paha (groin).

Cedera tersebut membuat Sarr absen saat Crystal Palace menelan kekalahan di laga Premier League melawan Everton dan saat bermain di kandang Manchester City. Saat ini, ia masih harus menjalani pemulihan dan belum masuk skuad.

Sage juga memastikan Sarr akan tetap absen untuk pertandingan akhir pekan ini. Palace dijadwalkan bertandang ke Fulham pada Sabtu, dengan kickoff pukul 15:00 BST.

Di tengah ketidakpastian masa depan Sarr, Palace dikabarkan melakukan pembicaraan dengan penyerang asal Belgia, Malick Fofana, pada hari terakhir bursa transfer. Namun keputusan diambil Fofana, dan ia memilih meninggalkan Lyon untuk bergabung dengan Sunderland.

Fofana dikatakan melakukan kepindahan dalam kesepakatan senilai ÂŁ30m. Sage kemudian menilai proses negosiasi itu sudah dilakukan dengan kemampuan terbaik.

“We gave our best,” tambah Sage—yang juga berperan sebagai juru taktik berbahasa Prancis—mengenai pembicaraan tersebut. Ia melanjutkan, “At the end of the day the player chose his criteria and I wish him and them the best because he’s a good guy and a good player.”

Dari sudut pandang pertandingan, Fulham akan menjadi ujian berikutnya bagi Palace. Tim asuhan lawan juga sedang mencari hasil awal di Premier League setelah mengalami dua kekalahan pada pertandingan pembuka.

Fulham kalah pada laga kandang melawan Chelsea dan kemudian menelan kekalahan saat bermain tandang ke Sunderland. Dengan hasil tersebut, mereka datang ke laga Sabtu dengan target untuk meraih poin pertama.

Bagi Crystal Palace, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki ritme setelah sejumlah dinamika di bursa transfer. Sementara itu, bagi Sarr sendiri, fokus saat ini berada pada pemulihan cedera dan kemampuan menata kembali pikirannya setelah rencana kepindahan ke Liverpool tak jadi terlaksana.

Pierre Sage menilai kegagalan rencana pindah tidak cukup jika hanya “ditutup” dalam waktu singkat. Menurutnya, Sarr perlu mengatur ulang ritme dan konsentrasinya agar bisa kembali memberi dampak seperti musim sebelumnya, sekaligus kembali menyelaraskan diri dengan kebutuhan tim. Ia menekankan bahwa proses pemulihan—baik dari sisi situasi maupun pikiran—memerlukan jeda.

Di sisi lain, ketidakhadiran Sarr juga terkait dengan masalah kebugaran. Pemain berusia 28 tahun itu belum masuk lapangan pada musim ini karena cedera pangkal paha, sehingga Palace harus melewati beberapa laga tanpa kontribusinya, termasuk saat mereka kalah dari Everton dan ketika bertanding di Manchester City. Untuk pertandingan akhir pekan ini, Sage memastikan Sarr masih harus menyelesaikan tahap pemulihan sebelum kembali bersaing.

Menjelang laga melawan Fulham, Palace menghadapi duel yang sekaligus menjadi penanda fase awal yang ingin dirapikan. Fulham sendiri datang dengan tekanan serupa karena belum meraih hasil di pembuka musim, menyusul kekalahan dari Chelsea di kandang serta saat mereka bermain tandang ke Sunderland. Di tengah dinamika bursa transfer, Palace juga sempat menjajaki opsi lain, termasuk pembicaraan dengan Malick Fofana, namun pada akhirnya pemain tersebut memilih jalur berbeda dan bergabung dengan Sunderland.