jurnalistik.co.id – Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026, Ditlantas Polda Gorontalo masih menemukan sejumlah pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas, terutama terkait penggunaan TNKB yang tidak sesuai ketentuan.
Dalam penertiban yang berlangsung, petugas fokus pada ketidaksesuaian spesifikasi TNKB dengan aturan yang berlaku.
Rabu (04/11), kegiatan pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan yang melintas. Pada sejumlah temuan, petugas menemukan penggunaan TNKB yang tidak memenuhi standar, termasuk pemakaian pelat nomor berbahan akrilik yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
Penertiban ini juga diikuti upaya dialog langsung kepada pengendara agar memahami alasan aturan harus dipatuhi.
IPDA Erik A. Adam, S. H. memimpin kegiatan bersama personel Ditlantas Polda Gorontalo. Pemeriksaan dilakukan dalam rangka pengawasan serta pembinaan di lapangan.
Selain menindak pelanggaran, petugas memberikan teguran dan edukasi agar pengendara lebih tertib saat berkendara.
Dalam keterangannya, IPDA Erik A. Adam, S. H. menekankan bahwa penggunaan TNKB harus selaras dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Samsat. Menurutnya, TNKB tidak boleh dimodifikasi sedemikian rupa hingga mengubah bentuk maupun spesifikasi standar.
Penegasan itu disampaikan sebagai pengingat bahwa identitas kendaraan perlu dapat terbaca dengan jelas untuk mendukung proses pengawasan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, agar menggunakan TNKB sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan menggunakan plat nomor yang tidak sesuai standar, termasuk TNKB akrilik yang tidak memenuhi ketentuan. Hal ini penting agar identitas kendaraan dapat terbaca dengan jelas dan memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Operasi Patuh Otanaha 2026 bukan semata-mata bertujuan melakukan penindakan. Operasi ini, lanjutnya, diarahkan untuk meningkatkan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
Pendekatan tersebut diharapkan membentuk kebiasaan tertib dari waktu ke waktu, bukan hanya saat razia berlangsung.
Berita Terkait
- Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang sampaikan pesan kamtibmas lewat Jumat Keliling, ajak warga jaga kerukunan
- Dansat Brimob Polda Gorontalo Tekankan Jaga Kesehatan dan Disiplin Personel Saat Apel Pagi
- Hari Kesembilan Operasi Patuh Otanaha 2026, Kabag Ops Ditlantas Polda Gorontalo Tegur Kendaraan ODOL
Petugas menilai, pelanggaran pada komponen identitas kendaraan dapat memengaruhi efektivitas pengawasan di jalan. Ketika spesifikasi TNKB tidak sesuai, proses identifikasi menjadi kurang optimal.
Karena itu, petugas mengingatkan agar pengendara menggunakan TNKB sesuai standar agar pengawasan dapat berjalan lebih baik.
Di sela pemeriksaan, pengendara diberikan pemahaman mengenai konsekuensi pelanggaran. Edukasi yang disampaikan juga bertujuan mendorong perubahan perilaku agar pengendara memilih kepatuhan sebagai langkah utama.
Dengan begitu, operasi diharapkan tidak hanya menghasilkan efek jera, tetapi juga memberikan pemahaman yang bisa diterapkan dalam aktivitas berkendara harian.
Operasi yang memasuki hari kesembilan ini menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang terus dilakukan oleh Ditlantas Polda Gorontalo. Setiap tahapan diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan di jalan raya.
Langkah-langkah pembinaan tersebut diharapkan memperkuat budaya tertib berlalu lintas di wilayah Gorontalo.
Ditlantas Polda Gorontalo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Upaya ini dinilai sejalan dengan tujuan menciptakan keamanan dan keselamatan dalam aktivitas berkendara.
Selain itu, penertiban juga ditujukan untuk mendukung terwujudnya ketertiban serta kelancaran lalu lintas.
Dengan adanya temuan terkait TNKB tidak sesuai ketentuan pada hari kesembilan, pihak kepolisian terus mengingatkan agar pengendara tidak menggunakan pelat nomor yang tidak memenuhi standar. Pemahaman yang disampaikan diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum berkendara.
Pengendara diminta menjadikan ketentuan sebagai pedoman, sehingga identitas kendaraan tetap dapat terbaca dengan jelas oleh petugas saat melakukan pengawasan.
Pada akhirnya, pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026 diharapkan menjadi cermin keselamatan bersama. Sinergi penertiban dan edukasi diharapkan ikut mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan taat aturan di jalan.
Dengan demikian, penertiban yang dilakukan diharapkan berkontribusi nyata terhadap terciptanya lalu lintas yang lebih tertib dan aman bagi seluruh pengguna jalan.












