Olahraga

Gianni Infantino Didesak Mundur: ‘Change is necessary’ saat pemain kompak lawan Presiden FIFA

×

Gianni Infantino Didesak Mundur: ‘Change is necessary’ saat pemain kompak lawan Presiden FIFA

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gianni Infantino: 'Change is necessary' - players unite against Fifa president

jurnalistik.co.id – Sejumlah pemain aktif dan mantan pemain sepak bola menyatakan sikap menolak kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA. Infantino ditunjuk sebagai presiden FIFA pada 2016. Dalam ajakan yang mereka sebarkan bersama, mereka menegaskan bahwa perubahan harus dilakukan, dengan mengutip frasa “change is necessary” di tubuh organisasi.

Momentum kritik itu datang dari Mikael Silvestre. Eks bek Manchester United dan Prancis, yang duduk di FIFA’s Players’ Voice Panel, mengunggah pernyataan di X pada Senin melalui cuitan berjudul “Enough is Enough!”.

Seruan Silvestre kemudian ikut diangkat di media sosial oleh sejumlah nama besar. Di antaranya ada Lucy Bronze, Emmanuel Petit, serta David James, yang masing-masing dikenal sebagai bek Inggris, pemenang Piala Dunia 1998, dan mantan penjaga gawang Inggris.

Gagasan perubahan tersebut muncul setelah rencana Infantino yang memicu kontroversi: penjualan stakes dalam berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta. Dalam pernyataan Silvestre, para pemain menyatakan kekhawatiran yang sama dengan jutaan penggemar, sebagaimana tertulis: “share the exact same concerns as the millions of fans around the world”.

Mereka juga menyoroti cara FIFA mengambil keputusan. Pernyataan itu menyebut permainan yang mereka cintai telah menjauh dari nilai-nilai intinya di bawah kepemimpinan FIFA saat ini: “We have watched the game we love drift away from its core values under Fifa’s current leadership.”

Selain itu, mereka menilai proses pengambilan keputusan tidak melibatkan pemain dan tidak mempertimbangkan dukungan penonton. Pernyataan tersebut menegaskan: “For too long we’ve seen major decisions taken without players being consulted or considered, and without any regard for the fans who sustain the sport.”

Bagian inti seruan itu memakai nada yang lebih tegas. Di dalam teks yang dipublikasikan, tertulis: “Change is necessary. Power has blurred the current leadership’s ability to distinguish between its own interests and what is best for football.” Mereka menambahkan, “Recent events have made silence impossible.”

Pernyataan yang sama juga mendorong persatuan lintas level, dari akar hingga puncak permainan. Mereka menyerukan agar semua pihak mendukung “structural change” di FIFA, dengan menegaskan pemain dan penggemar perlu memperoleh “real, direct say” dalam bagaimana sepak bola dijalankan, termasuk dari “grassroots to the top of the game”.

Tekanan kepada Infantino menguat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah gelombang penolakan dari sejumlah konfederasi terkait kontroversi FIFA Forward Enterprise (FFE). UEFA pun diberitakan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan ia mengharapkan Infantino mengundurkan diri, atau menghadapi tantangan dalam pemilihan yang digelar pada bulan Maret mendatang. Pada saat yang sama, sejumlah badan sepak bola nasional dilaporkan telah menarik dukungan, termasuk asosiasi Inggris, Wales, dan Skotlandia.

Keterlibatan Silvestre dianggap menambah bobot seruan itu karena ia datang dari dalam struktur FIFA. Ia terhubung dengan Players’ Voice Panel yang beranggotakan 16 orang, dibentuk FIFA untuk memantau dan memberi masukan dalam upaya menanggulangi rasisme di sepak bola.

Meski demikian, Infantino juga tetap memiliki pendukung. Salah satunya adalah Samuel Eto’o, presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, yang dalam keterangannya kepada CNN pada Senin menyatakan tidak ada kesalahan yang dilakukan pemimpin FIFA tersebut.

Eto’o mengatakan, “I remain convinced that for us as Africans, this project was something that could have been incredible,”. Ia menambahkan, “It would have reset the balance of power in football to ensure that our talent doesn’t disappear and end up playing for other nations.”

Dalam pandangannya, Infantino telah mengubah lanskap sepak bola. Eto’o mengutip, “Infantino has changed football. He’s given opportunities to nations that didn’t have those opportunities to take part in the most beautiful tournament, the World Cup” dan menegaskan, “He enabled smaller nations to get seats at these competitions.”

Ia kemudian menyimpulkan, “He’s helped our continent. He’s helped our federations to develop much more quickly, and we need to acknowledge that.”