Olahraga

Masa Depan Jack Grealish di Manchester City Masih Tanda Tanya Hingga 1 September

×

Masa Depan Jack Grealish di Manchester City Masih Tanda Tanya Hingga 1 September

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jack Grealish: What does the future hold for the Man City winger?

jurnalistik.co.id – Jack Grealish kembali berada dalam radar Manchester City—setidaknya untuk saat ini. Namun, menjelang batas akhir transfer Selasa, 1 September, masa depannya di Etihad masih menyisakan tanda tanya yang belum sepenuhnya terjawab.

Pemain berusia 30 tahun itu kini memasuki tahun terakhir kontrak yang dilaporkan bernilai sekitar £300.000 per pekan. Ia sempat disingkirkan Pep Guardiola pada musim terakhirnya, sebelum akhirnya diberi izin untuk menjalani masa pinjaman di Everton.

Di Everton, Grealish sempat menemukan kembali ritme permainan. Tetapi perjalanan tersebut tidak berjalan mulus karena cederanya memaksanya berhenti lebih cepat: pada Januari, ia mengalami cedera Achilles tendon yang membuat waktunya di Merseyside terpotong.

Kini, Grealish telah kembali ke kondisi kebugaran penuh. Ia tampil dalam dua pertandingan City sejauh musim ini berjalan, dengan peran sebagai pemain pengganti di kedua laga tersebut.

Pada Community Shield, Grealish masuk saat City kalah dari Arsenal. Lalu pada laga pembuka Premier League melawan Bournemouth, ia dimainkan dan tampil pada fase akhir permainan, ketika City melakukan kebangkitan terlambat sebelum akhirnya meraih kemenangan.

Di momen itu, Grealish terlihat berada dalam suasana positif saat berada di bangku cadangan. Setelah pertandingan melawan Bournemouth, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter City di media sosial atas “nice welcome” di kepulangan pertamanya.

Di bawah pelatih baru Enzo Maresca, Grealish mendapatkan kesempatan yang berbeda dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa ia akan tetap menjadi pemain City ketika hari tenggat transfer tiba.

Selama pekan-pekan persiapan, Grealish dipantau kembali ketika skuat City kembali berkumpul pada pertengahan Juli. Ia sempat diharapkan bisa bergabung dengan rekan-rekannya untuk tur ke Timur Jauh, tetapi rencana itu gagal terlaksana setelah ia mengalami kemunduran cedera.

Ketika Maresca mengarahkan tim memasuki tahapan kompetisi, Grealish terlihat mampu menunjukkan perkembangan yang meyakinkan. Ia bahkan berhasil masuk kembali dalam rencana skuad setelah tampil impresif dalam latihan.

Pada akhir pekan terakhir jendela transfer, sumber-sumber klub menilai semua kemungkinan masih terbuka lebar. Masa depan Grealish dapat bermuara pada tiga skenario: bertahan di City, menjalani pinjaman kembali, atau pindah secara permanen.

Maresca sendiri tidak menutup kemungkinan perubahan status pemainnya menjelang tenggat. Setelah pertandingan akhir pekan, ia menyampaikan bahwa tugasnya adalah mengarahkan Grealish sambil menunggu keputusan lebih lanjut, dengan kutipan: “He is here and it is my duty to coach Jack and to try to get the best. Then it is one more week to go and we will see what happens. Not only with Jack but also other players.”

Di sisi lain, Everton menunjukkan sinyal bahwa mereka masih menjaga hubungan dengan Grealish. Saat menjalani masa pinjaman musim lalu, performanya sempat menjadi gambaran betapa besar kontribusinya sebelum cedera menghentikan langkahnya di tengah musim.

Selama periode itu, Grealish mencatat dua gol dan enam assist dalam 20 penampilan. Ia juga meraih pengakuan individu: pada awal musim kompetisi berikutnya, ia mengklaim penghargaan Premier League Player of the Month untuk bulan Agustus, dan cepat menjadi favorit suporter.

City, menurut keterangan sumber internal, sampai saat ini belum menerima tawaran konkret terkait Grealish pada musim panas ini. Jika ia benar-benar dilepas, opsi yang dianggap paling realistis adalah kepulangannya ke Hill Dickinson Stadium.

Everton belum mengajukan langkah resmi untuk mencoba menyepakati kesepakatan. Kendati demikian, pemain tersebut tetap berada dalam radar klub. Bahkan, Chief Executive Everton Angus Kinnear menyebut bahwa komunikasi dan kedekatan mereka tidak pernah benar-benar terputus.

Kinnear menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan BBC Radio Merseyside. Ia mengatakan: “He is a player we have remained in contact with,” lalu menambahkan bahwa keputusan Grealish untuk menjalani rehabilitasi cederanya di tempat yang ada sekarang menjadi bagian yang membuat proses pembicaraan bisa berlanjut. Ia menegaskan bahwa Grealish sebenarnya tidak diwajibkan untuk melakukan rehabilitasi di lokasi tersebut karena ia bisa saja kembali ke Manchester City.

Masih dalam keterangan itu, Kinnear juga menekankan sisi emosional dari hubungan Grealish dengan Everton. Ia menyebut bahwa Grealish jatuh cinta dengan warna biru yang tepat, tetapi pada akhirnya statusnya tetap sebagai pemain City, sehingga Everton harus menghormati kontrak dan kepemilikan tersebut. Ia menambahkan bahwa dukungan dan perlakuan dari suporter serta tim membuat Grealish diperlakukan seperti bagian dari keluarga sendiri, yang kemudian menjadi dasar bagi pembicaraan jangka panjang.

“The most important thing is that he is back fit after he had a serious injury, so I was delighted to see him get some minutes in the Community Shield,” ujar Kinnear, menggarisbawahi bahwa kebugaran Grealish menjadi poin penting setelah cedera serius.

Sekarang, dengan Grealish sudah kembali bermain dan memperoleh menit dalam beberapa laga awal musim, pertanyaan utamanya bergeser ke satu hal: apakah City akan mempertahankan pemain yang sempat keluar-masuk skenario itu, atau menentukan keputusan berbeda sebelum 1 September.

Untuk saat ini, Grealish ada di skuad dan diberi ruang untuk menunjukkan kualitasnya. Namun, sampai jendela transfer benar-benar menutup, nasibnya di Manchester City tetap menjadi bagian dari cerita yang terus menunggu kepastian.