jurnalistik.co.id – Gianni Infantino mendarat di Bogota dan langsung disambut di landasan oleh Ramon Jesurun, presiden Federasi Sepak Bola Kolombia. Dalam kesempatan itu, Infantino juga tampil bersama Alejandro Dominguez, presiden badan pengelola sepak bola Amerika Selatan, Conmebol. Kunjungan tersebut bukan agenda rutin, melainkan rangkaian menghadiri pelantikan presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella.
Jesurun menilai momen pertemuan itu sebagai ruang untuk menunjukkan dukungan, terlihat dari foto bersama yang diunggah Federasi Kolombia melalui akun Instagram mereka. Infantino hadir dengan alasan yang jelas, yaitu berpartisipasi dalam upacara pelantikan kepala negara Kolombia. Namun, perjalanan semacam ini juga kembali menegaskan peran politik yang melekat pada posisi presiden FIFA.
Peran presiden FIFA: perjalanan, jejaring, dan ekspos kuasa
Dalam banyak pembacaan, presiden FIFA tidak hanya menjalankan administrasi olahraga, tetapi juga membangun relasi dengan figur-figur berpengaruh di berbagai negara. Infantino, misalnya, kerap dikaitkan dengan kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Setelah skandal terbesar yang membayangi masa jabatannya—rencana Fifa Forward Enterprise yang dibatalkan—ia sempat meminta maaf dan menyatakan keinginannya bertahan menghadapi gelombang kritik.
Walau begitu, upaya “kembali seperti semula” tidak selalu mudah. Ancaman UEFA untuk memboikot turnamen FIFA masih tetap ada, dan pengujiannya diproyeksikan datang dari Piala Dunia U-20 FIFA yang dijadwalkan bergulir di Poland dalam 29 hari. Di tengah sorotan, Infantino terlihat tidak berniat mundur begitu saja.
Mobilitas gaya kepala negara dan tugas yang menuntut tatap muka lintas dunia
Dalam awal pekan, rangkaian kendaraan mewah berwarna hitam yang diblokir kaca serta mobil polisi mengantar Infantino menuju markas FIFA di Rabat, Maroko. Perjalanan semacam itu diiringi pembahasan internal bersama sejumlah kecil anggota dewan manajemen FIFA. Pembicaraan tersebut berkaitan dengan rencana menjual 21% bisnis komersial dan tiket kepada perusahaan private equity.
Gaya mobilitas Infantino juga ditopang oleh akses pesawat eksekutif yang disediakan kepadanya. Ia menjalani perjalanan di antara penerbangan dengan pesawat Qatar Airways Executive, yang memungkinkannya melakukan hingga tiga penerbangan per hari dan menonton dua pertandingan selama Piala Dunia 2026. Model kedatangan seperti ini digambarkan lebih mirip figur kepala negara ketimbang pemimpin badan olahraga.
Secara mandat, presiden FIFA juga diharapkan berkunjung ke 211 negara anggota untuk melihat proyek akar rumput yang didanai FIFA. Upaya menyatukan sepak bola secara global tidak bisa dijalankan hanya dari markas FIFA di Zurich, sehingga keterlibatan dalam pertemuan konfederasi dan penyelenggaraan turnamen dunia menjadi bagian dari tuntutan peran tersebut. Di titik ini, hubungan dengan pejabat dan politisi turut menjadi kebutuhan.
Contoh yang disebutkan muncul pada April lalu sebelum Kongres FIFA di Vancouver. Otoritas setempat menolak permintaan konvoi tingkat empat untuk Infantino, sebuah kategori yang biasanya diperuntukkan bagi kepala negara atau Paus. Polisi Selandia Baru juga menyatakan mereka menolak permintaan serupa saat Piala Dunia Wanita 2023.
Selain citra, ada pula komponen kompensasi yang membuat posisi ini terasa “berkelas tinggi” secara finansial. Infantino disebut memperoleh gaji sekitar tiga kali lipat dari pendapatan awalnya saat terpilih pada 2016. Ia menerima sekitar £4 juta, terdiri dari gaji dasar £2,2 juta ditambah bonus variabel yang telah dikonfirmasi sebesar £1,8 juta.
Infantino yang dulu dibayar sekitar £1,3 juta sepuluh tahun lalu kini juga mendapatkan “per diem” untuk menutup biaya pengeluaran dan kebutuhan hidup, senilai £20.500 per tahun di luar gaji. Sebagai pembanding, pendahulunya Sepp Blatter menerima paket £2,6 juta pada tahun terakhirnya sebagai presiden FIFA. Infantino sendiri berargumen bahwa pendapatan rekor yang ia dorong serta dukungan pendanaan kepada asosiasi anggota menjadi alasan atas besarnya angka tersebut.
Kedekatan dengan Trump dan kritik soal netralitas politik
Keterkaitan Infantino dengan Trump dinilai sebagian pihak ikut mengangkat statusnya, meski pada saat yang sama memunculkan kekhawatiran mengenai fokus terhadap tanggung jawab sepak bola. Pada Mei 2025, Infantino mengikuti tur diplomatik Timur Tengah bersama Trump dan terlambat dua jam saat menghadiri Kongres FIFA di Paraguay. UEFA menuduh Infantino memprioritaskan “private political interests”, bahkan melakukan walk-out.
Berita Terkait
Dalam rangkaian kontroversi lain, ada Fifa Peace Prize yang diberikan kepada Trump beberapa minggu sebelum invasi AS ke Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro serta peluncuran serangan udara ke Iran. Meski dikritik, komite etik FIFA tidak merespons keluhan mengenai dugaan pelanggaran netralitas politik Infantino terkait penghargaan itu.
Di awal tahun, Infantino juga disebut membuat penampilan mengejutkan pada pertemuan perdana Trump’s Board of Peace, yang dibentuk untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan aturan mengenai netralitas politik tidak dilanggar. Namun, banyak yang merasa posisi Infantino terlalu dekat dengan Presiden AS.
Dampaknya juga dibicarakan dalam konteks sepak bola di lapangan. Striker AS Folarin Balogun dinyatakan lolos dari sanksi setelah diusir pada Piala Dunia, sebuah langkah yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya oleh komite disiplin FIFA. Trump mengatakan ia secara pribadi menelepon Infantino agar kartu merah tersebut ditinjau ulang. Infantino menegaskan keputusan itu diambil oleh badan independen yang tidak bisa dipengaruhi siapa pun.
Pada akhir pekan Piala Dunia, Trump dan Infantino hadir bersama di Trump Tower, New York. Trump menyatakan ia menelepon presiden FIFA yang “made another great decision”. Bagi sejumlah pengamat, rangkaian kedekatan ini memuncak dalam rencana Fifa Forward Enterprise, di mana investor privat direncanakan terkait dengan saudara dari Jared Kushner, menantu Trump.
Kekhawatiran, pernyataan resmi, dan taruhan menghadapi masa depan kepemimpinan
Infantino juga jarang berbicara langsung kepada media. Dalam empat tahun terakhir, ia hanya menggelar dua konferensi pers, masing-masing berlangsung satu jam dan diadakan sebelum dimulainya Piala Dunia. Di luar itu, ia umumnya muncul dalam wawancara yang diterbitkan melalui kanal resmi FIFA.
Menjelang Piala Dunia 2026, ia ditanyai mengenai situasi wasit Somalia Omar Artan, yang ditolak masuk ke AS di Bandara Miami. Jawaban Infantino yang disebut memicu perhatian adalah “just, you know, chill, relax”. Melalui pernyataan yang disalurkan kanal FIFA, ia dinilai memiliki ruang untuk membentuk arah narasi.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, FIFA menunjukkan nada permintaan maaf sekaligus menyertakan teguran. FIFA menyebut pihaknya “no longer tolerate any attacks on its integrity, good governance and due process”. Di mata para pengkritik, kasus terhadap Infantino dianggap terlalu kuat untuk diabaikan.
Jejak kebijakan, manuver pasar tiket, dan posisi politik yang belum pasti
Daya tarik jabatan presiden FIFA dipertegas oleh fakta bahwa sejak Stanley Rous terpilih pada 1961, hanya ada empat presiden permanen. Di luar Eropa, pendapatan rekor yang diraih Infantino dipandang turut membiayai operasi sepak bola di banyak negara, sehingga melahirkan loyalitas dan suara dukungan. Namun, untuk UEFA dan beberapa asosiasi nasional lain, daftar kontroversi dinilai sudah terlalu panjang.
Para kritikus menyatakan FIFA tidak bisa lagi dijalankan sebagai proyek yang autokratis. Dalam manifesto pemilu Infantino, ekspansi Piala Dunia disebut sebagai bagian yang dikejar, dan peningkatan menjadi 64 tim untuk 2030 dinilai sangat mungkin bila ia memperoleh masa jabatan keempat. Selain itu, Piala Dunia Antarklub musim panas juga mengalami perluasan.
Piala yang digunakan disebut memuat ukiran penghormatan pribadi “Inspired by the Fifa president Gianni Infantino”. Pembagian unik untuk dua Piala Dunia putra berikutnya juga dikaitkan dengan memastikan Arab Saudi memperoleh gelaran 2034. Pada undian Piala Dunia musim panas ini, Trump tampil sangat menonjol, sementara sebagian pendukung merasa harga tiket terlalu mahal dan sebagian lain yang bersedia membayar justru ditolak visa.
FIFA disebut memilih mekanisme pasar sekunder dengan harga tak terbatas serta skema berbagi 30% untuk setiap tiket yang terjual. Jaksa agung New York dan New Jersey disebut telah mengeluarkan subpoena kepada FIFA agar menjawab pertanyaan terkait praktik penjualan tiket. Meski berbagai polemik muncul, Infantino sebelumnya diperkirakan tetap terpilih kembali karena dukungan yang luas di banyak asosiasi anggota.
Sebelum Piala Dunia dimulai, 111 pihak disebut sudah menyatakan dukungan untuknya, jumlah yang dianggap cukup untuk menjamin kemenangan. Kini, gambaran itu menjadi tidak pasti di tengah dampak rencana investasi privat yang gagal. UEFA memandang momen ini sebagai peluang untuk mendorong Infantino mengundurkan diri, tetapi kehadirannya dalam acara pelantikan presiden Kolombia menunjukkan proses semacam itu mungkin akan sangat sulit.












