Olahraga

Gianni Infantino Usulkan Tinjauan Eksternal untuk Tata Kelola FIFA

×

Gianni Infantino Usulkan Tinjauan Eksternal untuk Tata Kelola FIFA

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gianni Infantino: Fifa president proposes external review of world football's governing body

jurnalistik.co.id – Dalam surat yang ditujukan kepada anggota Dewan FIFA, Presiden Gianni Infantino menyampaikan rencana untuk membuka proses evaluasi tata kelola organisasi sepak bola dunia dari pihak luar. Ia juga menyatakan dirinya terbuka terhadap reformasi, termasuk lewat ruang konsultasi yang lebih terstruktur.

Surat tersebut, yang dilaporkan terlihat oleh BBC Sport dan kemudian diedarkan kepada seluruh asosiasi anggota FIFA, memuat dua usulan yang akan dibawa ke rapat Dewan pada bulan depan. Intinya, langkah pertama menempatkan penilaian eksternal sebagai dasar perbaikan kerangka tata kelola, sementara langkah kedua menyiapkan mekanisme konsultasi langsung dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Infantino menyatakan bahwa ia akan meminta Dewan menilai apakah FIFA perlu menunjuk tinjauan eksternal independen untuk kerangka tata kelola yang tengah berjalan. Ia menegaskan ruang lingkupnya terkait inisiatif strategis besar, serta mengarah pada rekomendasi perbaikan potensial.

“First, I will ask the council whether it wishes to commission an independent external review of Fifa’s current governance framework for major strategic initiatives and recommend potential improvements,” tulis Infantino dalam surat tersebut.

Usulan kedua mengarah pada pembentukan konsultasi langsung yang memiliki struktur dan batas waktu yang jelas. Dalam desain konsultasi itu, Dewan diminta melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, serta pihak terkait agar masukan bisa diarahkan pada bagaimana pengambilan keputusan FIFA dapat diperkuat.

“Second, I will propose that the council establish a direct, structured and time-limited consultation with confederations, member associations and relevant stakeholders on how Fifa’s decision-making can be further strengthened.

The consultation would invite specific proposals on earlier institutional involvement, the respective roles of the president, the bureau, the council and the congress, and practical ways to strengthen transparency, participation and accountability in major strategic initiatives.”

Rencana Infantino muncul di tengah tekanan yang terus meningkat kepadanya, khususnya setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya gagal dilanjutkan. Pernyataan terbaru Infantino dipandang sebagai respons terhadap gelombang tuntutan yang datang dari organisasi-organisasi konfederasi.

Menurut laporan, kondisi terbaru tersusun setelah UEFA dan Concacaf—masing-masing konfederasi untuk Eropa serta Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia—menuntut FIFA membayar $10m kepada semua 211 anggota. Tuntutan itu mengemuka dengan penggunaan dana dari cadangan kas FIFA.

FFE sendiri, sebagaimana disebut dalam laporan, akan menciptakan perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan tiket dari seluruh kompetisi, termasuk Piala Dunia. Di saat yang sama, skema tersebut juga menyebut penjualan 21% ke sebuah perusahaan investasi swasta.

Tekanan terhadap Infantino tidak berhenti pada tuntutan terkait pembayaran. Pada awal bulan yang sama, Debbie Hewitt—Ketua Football Association sekaligus Wakil Presiden FIFA—dilaporkan telah menyampaikan agar Infantino merilis seluruh dokumen yang berhubungan dengan rencana FFE yang kontroversial.

Infantino, yang berusia 56 tahun dan berasal dari Swiss dengan latar Italia, dijadwalkan maju dalam pemilihan untuk kali keempat pada Maret 2027. Dalam proses pencalonan tersebut, para penentangnya diberi batas waktu hingga 18 November untuk menemukan kandidat alternatif.

Selain itu, laporan juga menyebut bahwa pada bulan lalu, badan sepak bola Eropa, UEFA, mulai menyiapkan langkah proses hukum pidana di pengadilan Amerika Serikat terkait rencana FFE. UEFA juga disebut menuntut agar seluruh dokumen yang relevan dirilis.

FIFA kemudian memberikan bantahan. Dalam tanggapan terhadap proses hukum tersebut, FIFA menuduh UEFA melakukan “smear campaign against it and its leadership”. Ungkapan itu menjadi bagian dari perlawanan FIFA dalam sengketa yang sedang berjalan.

Dua usulan reformasi yang disampaikan Infantino—tinjauan eksternal independen dan konsultasi terstruktur dengan batas waktu—secara langsung menyentuh bagaimana FIFA mengambil keputusan serta siapa saja yang terlibat dalam tahapan institusional. Konsultasi yang dimaksud bahkan akan menampung masukan spesifik terkait keterlibatan kelembagaan lebih awal serta peran masing-masing elemen, mulai dari presiden, bureau, dewan, hingga congress.

Dalam surat tersebut, Infantino juga menekankan tujuan praktis untuk memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas pada inisiatif strategis besar. Dengan menggabungkan evaluasi eksternal dan konsultasi yang melibatkan berbagai pihak, rancangan ini berpotensi menjadi kerangka baru untuk merapikan tata kelola yang selama ini menjadi pusat perdebatan.

Langkah Infantino juga menegaskan bahwa reformasi tidak hanya dibahas di tingkat internal. Dengan mengundang konfederasi, asosiasi anggota, dan pihak terkait untuk menyampaikan usulan, proses yang diarahkan bersifat terbuka terhadap masukan, sekaligus tetap dibatasi oleh struktur dan tenggat waktu yang disebutkan dalam desain konsultasi.