jurnalistik.co.id – Alexis Mac Allister mengaku tengah berada dalam perasaan “sangat, sangat sedih” karena Liverpool tidak menawarkan kontrak baru. Gelandang The Reds itu menyampaikan kabar tersebut muncul sebelum pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Rabu.
Mac Allister, pemain berusia 27 tahun yang kini terikat kontrak hingga masa depan, mengatakan ia menerima informasi bahwa klub “tidak dalam posisi” untuk memberi kesepakatan baru. Menurutnya, kondisi itu membuatnya kecewa, terutama karena ia menilai kontribusinya di latihan maupun pertandingan selalu maksimal dari hari ke hari.
“Saya menerima kabar bahwa klub tidak berada dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru, dan tentu saja itu membuat saya sangat, sangat sedih,” kata Mac Allister. Ia menambahkan bahwa semua orang bisa melihat dirinya memberi “100%” setiap hari untuk klub, baik saat tampil baik maupun ketika menghadapi permainan yang tidak sesuai harapan.
Di sisi lain, Mac Allister menyatakan ia merasa bahagia ketika melihat rekan setimnya memperpanjang kontrak. Ia menyebut Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch sebagai contoh yang membuatnya “sangat senang”, karena keduanya dianggap pantas mendapatkan perpanjangan tersebut.
Namun, kebahagiaan itu juga disertai rasa yang berbeda. Ia mengungkap ada bagian yang tetap membuatnya “sedikit sedih” karena dirinya belum memperoleh pembaruan kesepakatan, sambil menegaskan bahwa masih ada waktu untuk pembicaraan.
Ia juga menggarisbawahi komitmen kepada pendukung. Mac Allister mengatakan penggemar tidak perlu khawatir, karena ia akan tetap memberikan yang terbaik sampai hari terakhir ia berada di Liverpool.
Mac Allister menambahkan bahwa ia tidak menerima kontak langsung dari Liverpool terkait keputusan untuk tidak memperpanjang kontraknya. “Kami memenangkan satu Liga Premier bersama, melewati masa-masa sulit bersama, dan saya selalu memberikan yang terbaik, jadi kita lihat apa yang terjadi,” ujarnya.
Berita Terkait
Pemain asal Argentina itu juga menjelaskan pandangannya mengenai kebutuhan untuk membuktikan sesuatu. Ia tidak merasa harus “membuktikan” dengan cara tertentu, tetapi lebih menekankan perlunya menunjukkan level performa yang bisa ia hadirkan, dan berharap hal itu akan terlihat.
Ia menyatakan kecintaannya pada klub, para pendukung, serta kota tempat Liverpool bermarkas. Mac Allister menggarisbawahi bahwa ia memahami Liverpool adalah klub yang luar biasa dan kota ini memiliki sesuatu yang istimewa.
Dalam pernyataan lanjutan, Mac Allister menyebut bahwa sebenarnya ada “opsi untuk pergi” pada musim panas ini. Meski demikian, ia mengaku merasa berada di tempat yang tepat dan memiliki pola pikir yang sesuai untuk terus memberi yang terbaik bagi klub.
Di luar pernyataannya, konteks bursa perubahan manajemen turut muncul. Andoni Iraola disebut ditunjuk sebagai pelatih Liverpool pada musim panas ini setelah pemecatan Arne Slot.
Menanggapi pembahasan kontrak Mac Allister, Iraola menegaskan bahwa situasi personal setiap pemain berbeda-beda terkait kontrak mereka. Ia menyatakan poin pentingnya adalah Mac Allister ingin berada di Liverpool, menyebut Mac Allister sebagai pemain yang penting dan ia menilai pemain tersebut sangat tinggi.
Iraola juga menambahkan bahwa tim belum bersama dalam waktu yang lama, tetapi masih ada banyak waktu untuk membicarakan rincian situasi kontrak tersebut. Ia menekankan bahwa pembicaraan mengenai hal itu masih bisa dilakukan di periode mendatang.
Sebelumnya, Mac Allister juga dikaitkan dengan kemungkinan pindah, termasuk ke Manchester City. Meski isu itu beredar, ia menegaskan komitmennya untuk terus tampil dengan intensitas penuh sampai ada keputusan berikutnya mengenai masa depannya.












