Olahraga

Boks Menekan di Soweto, Afrika Selatan Unggul Seri 2-1 atas Selandia Baru 29-24

×

Boks Menekan di Soweto, Afrika Selatan Unggul Seri 2-1 atas Selandia Baru 29-24

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: South Africa 29-24 New Zealand - Boks take 2-1 series lead

jurnalistik.co.id – Afrika Selatan menekan pada fase akhir laga di Soweto untuk mengunci kemenangan 29-24 atas Selandia Baru sekaligus merebut keunggulan 2-1 dalam seri Greatest Rivalry.

Pertemuan bertajuk third Test dalam seri Greatest Rivalry itu berlangsung dengan kualitas tinggi, dan kedua tim saling bertukar peluang sejak awal.

Di paruh pertama, permainan berjalan ketat dengan dua try masing-masing pihak. Selandia Baru tampil lebih rapi saat menguasai bola, sementara Afrika Selatan terus menekan pertahanan lawan hingga momen pembalikan mulai terbentuk.

Menjelang menit-menit krusial, Selandia Baru sempat membuka jarak. Will Jordan melaju setelah mengejar tendangan miliknya sendiri dan menuntaskan serangan untuk memberi Selandia Baru keunggulan 17-12 pada menit ke-55.

Namun, momentum itu tak bertahan lama. Jesse Kriel menembus Leroy Carter untuk mencetak try yang membuat Afrika Selatan akhirnya berbalik memimpin.

Dengan situasi yang semakin memanas, Malcolm Marx kemudian menerobos dari belakang rangkaian maul besar. Ia mencetak try untuk menambah keunggulan Afrika Selatan.

Tak lama setelahnya, Sacha Feinberg Mngomezulu menambah poin melalui penalti. Afrika Selatan pun memiliki bantalan yang membuat tekanan Selandia Baru sulit langsung mengubah skor menjadi penyama.

Upaya Selandia Baru tetap datang sampai akhir. Samisoni Taukei’aho melancarkan try pada permainan terakhir, dan meski berhasil memperkecil ketertinggalan, itu tidak cukup untuk sepenuhnya membalikkan jalannya pertandingan.

Catatan pencetak angka Afrika Selatan menunjukkan kemenangan mereka dibangun dari kombinasi skema permainan yang terus berjalan sampai akhir. Arendse, penalty try, Kriel, serta Marx menjadi penyumbang try untuk tuan rumah.

Untuk tambahan poin, Mngomezulu mencatat 2 konversi. Sementara itu, tendangan penalti juga menjadi bagian penting dari raihan Afrika Selatan karena Mngomezulu mengeksekusi dua poin dari situasi penalti.

Selandia Baru sendiri mengumpulkan 24 poin melalui try yang datang dari beberapa nama. Savea mencetak dua try, sedangkan Jordan serta Taukei’aho masing-masing menyumbang try.

Love dan McKenzie menambahkan konversi untuk Selandia Baru, sehingga tim berjuluk All Blacks tetap menjaga peluang sampai akhir pertandingan.

Kemenangan ini sekaligus membuat Afrika Selatan mengambil posisi lebih baik di seri Greatest Rivalry. Mereka kini memimpin 2-1 atas Selandia Baru dengan satu laga tersisa.

Kedua tim akan kembali bertemu pada fourth and final Test di Baltimore akhir pekan depan. Selandia Baru, yang memenangkan match pembuka, menargetkan hasil yang bisa menjaga peluang mereka di seri tersebut dengan mencari hasil imbang.

Sementara Afrika Selatan membawa pulang kemenangan 29-24 dari Soweto dengan momentum yang paling terasa di perempat akhir, setelah sebelumnya kedua tim sama-sama saling mengunci dalam pertarungan skor yang rapat.

Selepas Selandia Baru sempat unggul 17-12 pada fase menuju menit ke-55, pertandingan justru beralih menjadi duel untuk memperebutkan ritme. Afrika Selatan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga mencoba merapatkan jarak di setiap fase rucks dan maul, sehingga peluang lawan untuk membangun serangan besar menjadi lebih sering terputus. Ketika tekanan itu menemukan momen, try Jesse Kriel menjadi titik balik yang mengubah arah permainan dan membuat tuan rumah kembali berada di posisi memimpin.

Keunggulan tersebut kemudian dipertegas lewat permainan kolektif: Malcolm Marx memanfaatkan momentum rangkaian maul besar untuk menambah jarak, sementara pilihan penalti yang dieksekusi Sacha Feinberg Mngomezulu membuat skor tidak mudah dikejar langsung oleh All Blacks. Dalam laga seperti ini, bantalan beberapa poin itu terasa penting karena menjaga Afrika Selatan tetap dapat mengatur tempo. Di sisi lain, Selandia Baru tetap bertahan dengan mengandalkan try dari Savea, Jordan, serta Taukei’aho, lalu melengkapi raihan lewat konversi Love dan McKenzie agar peluang hingga akhir tidak pernah benar-benar hilang.

Meski Samisoni Taukei’aho mencetak try pada permainan terakhir untuk memperkecil ketertinggalan, Soweto tetap menjadi milik Afrika Selatan dengan skor akhir 29-24. Hasil ini sekaligus menegaskan posisi Afrika Selatan yang kini unggul 2-1 dalam seri Greatest Rivalry, dengan satu laga tersisa. Pada fourth and final Test di Baltimore, Selandia Baru akan mencoba menjaga nasib seri mereka tetap terbuka melalui hasil yang setidaknya mengamankan peluang, sedangkan Afrika Selatan membawa modal kemenangan dan dorongan untuk mempertahankan kendali ketika babak-babak penentuan kembali hadir.