Olahraga

Julian Alvarez: ‘Lies and half-truths’ — Atletico Madrid membalas Barcelona terkait saga transfer

×

Julian Alvarez: ‘Lies and half-truths’ — Atletico Madrid membalas Barcelona terkait saga transfer

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Julian Alvarez: 'Lies and half-truths' - Atletico Madrid hit back at Barcelona over transfer saga

jurnalistik.co.id – Atletico Madrid kembali meluruskan sikapnya soal rumor transfer Julian Alvarez ke Barcelona. Kali ini, klub yang bermarkas di ibu kota Spanyol itu menyatakan ada “0% chance” menjual pemain tersebut.

Penegasan tersebut muncul setelah presiden Barcelona, Joan Laporta, mengunggah video yang menyebut mereka masih berminat merekrut Alvarez. Laporta juga menegaskan tawaran 100 juta euro (£85.7m) yang diajukan sebelumnya dinilai masih “on the table”.

Atletico menanggapi dengan nada marah dan menyebut klaim Laporta sebagai bagian dari perang narasi. Dalam pernyataan resminya, Atletico mengatakan, “This is not about money, it’s about dignity. The player is being victimised, but the only victim in the Julian case is us.”

Klub kemudian menambahkan, “They have harmed us economically and socially. There is 0% chance of selling him to Barca.” Atletico menutup dengan kalimat, “There is a campaign of many lies and half-truths. The only one paying for this is Atletico.”

Di sisi lain, laporan dari lingkungan Barcelona menyatakan mereka akan terus mencoba mendatangkan Alvarez hingga jendela transfer ditutup. Alvarez sendiri bergabung dengan Atletico dari Manchester City pada 2024, dan sejak musim panas ini namanya menjadi pusat spekulasi.

Situasi sempat memanas di lapangan menjelang akhir pekan. Pada hari Minggu saat Atletico bermain imbang melawan Villarreal, pendukung Atletico mengejek Alvarez. Setelah pertandingan tersebut, pemain berusia 26 tahun itu diketahui tidak mengikuti latihan pada hari Rabu.

Media melaporkan Alvarez mengalami masalah kesehatan. Namun, Atletico menilai video terbaru Laporta sebagai pemicu tambahan yang memperkeruh isu transfer, meski prosesnya sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Reaksi di tribun dan keputusan tak terduga di lapangan

Dalam pertandingan hari Minggu, Alvarez memulai laga dari bangku cadangan. Ia disoraki bahkan saat pemanasan, dan sorakan semakin keras saat ia masuk pada menit ke-66.

Di akhir laga, Alvarez langsung menuju lorong stadion. Ia tidak ikut merapat ke area tim bersama rekan-rekannya yang sedang memberi penghormatan kepada pendukung.

Pelatih Atletico, Diego Simeone, menyebut setelah pertandingan bahwa keputusan Alvarez menuju ruang ganti dilakukan karena kesepakatan klub.

Sementara itu, jelang laga Barcelona melawan Athletic Club pada hari Kamis, pelatih Hansi Flick tidak memberi komentar spesifik mengenai Alvarez. Flick hanya menyatakan, “I only want to speak about the situation of the club.”

Dengan batas akhir pada 1 September yang semakin dekat, rangkaian “perang kata-kata” antara kedua klub berlanjut. Masa depan Alvarez pun tetap menjadi topik utama jendela transfer musim panas ini.

Selain duel Atletico dan Barcelona, Arsenal juga terus dikaitkan dengan Alvarez. Striker tersebut dipandang sebagai incaran yang diimpikan Arsenal, dan sumber di dekat situasi menyebut Alvarez masih memiliki keinginan untuk bertahan di Spanyol.

Namun untuk sementara, Arsenal memilih bersikap menunggu sambil menilai peluang mereka. Hingga kini, semua pihak tampak menunggu bagaimana negosiasi bakal berkembang menjelang tenggat transfer.

Riwayat tawaran dan silang pendapat yang berulang

Perjalanan saga ini dimulai dari penawaran pertama yang datang dari Barcelona pada bulan Mei. Laporan saat itu menyebut Barcelona sudah membuka pembicaraan untuk mendatangkan Alvarez.

Namun Atletico sejak awal menegaskan penolakannya. Klub bahkan disebut melakukan serangkaian unggahan media sosial yang mengejek proses Barcelona untuk meraih pemain tersebut, kepada jutaan pengikut mereka. Atletico menyebut diri sebagai korban “smear campaign”.

Saat Alvarez mengikuti Piala Dunia bersama Argentina, masa depannya juga terus menjadi bahan pembicaraan. Lalu pada Juni, muncul tawaran besar dari rival sekota Atletico, Real Madrid.

Los Blancos disebut menawarkan 150 juta euro (£130m) setelah Florentino Perez berjanji kepada pendukung bahwa ia akan mengajukan bid sebesar itu untuk seorang “Galactico” yang tidak disebutkan namanya bila terpilih kembali. Atletico menolak tawaran itu dengan merujuk pada klausul pelepasan Alvarez senilai 500 juta euro (£430m).

Real Madrid juga menyampaikan bahwa Atletico “expressed its gratitude for the proposal”. Atletico membalas dengan unggahan media sosial yang bernada humor, menolak anggapan “gratitude” tersebut dan kembali menyatakan tidak akan menjual Alvarez ke Barcelona.

Setelah Argentina mengalahkan Austria pada Juni, Alvarez berbicara kepada media dan mengatakan ia telah menghubungi Atletico. Ia menyebut, “the best thing for everyone is a transfer,” lalu menambahkan, “I want to fulfil my dream”.

Komentar Alvarez itu memperkuat gambaran bahwa, meski Atletico menyatakan pemain tidak dijual, Alvarez sendiri terbuka untuk kemungkinan pindah. Barcelona disebut termasuk di antara klub yang memiliki minat serius, dan Paris St-Germain juga disebut berada dalam radar pemberitaan.

Ketertarikan Barcelona terhadap Alvarez terkait kebutuhan mereka memiliki pengganti jangka panjang untuk Robert Lewandowski, yang meninggalkan klub pada musim panas ini. Meski begitu, Atletico mempertahankan posisinya: CEO Miguel Angel Gil Marin menegaskan klub tidak akan menjual Alvarez, bahkan “even for 200m euros (£170.8m)”.

Dengan Alvarez yang musim lalu mencetak 20 gol dan menyumbang sembilan assist untuk Atletico, serta statusnya sebagai pemenang Piala Dunia, perdebatan soal transfernya terus menarik perhatian. Dalam situasi yang makin tegang, Atletico tetap pada pendirian bahwa peluang penjualan kepada Barcelona berada di angka “0%”.