jurnalistik.co.id – US Open, turnamen grand slam penutup musim, mulai bergulir pada Minggu di Flushing Meadows, New York. Menjelang pertandingan pertama, sejumlah pemain mengungkap gangguan yang datang dari luar area turnamen.
Di lokasi pertandingan, aktivitas merokok tidak diperbolehkan di dalam kompleks. Namun, bau ganja masih tercium hingga lapangan, yang dalam laporan ini dikaitkan dengan keberadaan Corona Park di sekitar venue.
Britain’s number one, Katie Boulter, termasuk pemain yang menyampaikan keluhan tersebut. Ia menilai aroma ganja dapat mengalihkan fokus saat persiapan dan pertandingan berjalan.
Menurut Boulter, kondisi itu bisa dirasakan “sejauh mungkin” pada sesi latihan. Ia juga mengatakan beberapa pemain lain sudah pernah mengeluhkan hal serupa di sejumlah lapangan tertentu.
Boulter akan memulai kiprah di US Open dengan menghadapi wildcard asal Amerika, Carol Young Suh Lee, pada babak pertama. Jelang laga itu, ia menyebut dirinya bukan tipe orang yang nyaman dengan bau yang mengganggu konsentrasi.
“Saya bukan penggemar berat itu,” kata Boulter. Ia menambahkan bahwa ia memahami banyak keluhan datang dari pemain yang merasakan aroma ganja pada area yang spesifik, dan ia pernah mengalaminya sendiri saat bermain.
Ia mengungkap bahwa ia pernah mencium aroma ganja ketika bertanding di lapangan yang dimaksud. Baginya, bau tersebut tidak diinginkan muncul di tengah momen pertandingan, terutama ketika fokus sedang dibutuhkan penuh.
“Saya mencoba fokus, dan tentu saja itu membuat Anda keluar dari momen,” ujar Boulter. Ia menilai gangguan seperti itu tidak diperlukan, dan justru berpotensi mengganggu ritme permainan.
Isu bau ganja telah menjadi masalah yang berulang di US Open. Pada 2022, Nick Kyrgios, juara ganda Australian Open, mengeluhkan adanya seorang penonton yang memicu asma Kyrgios dengan merokok dari pinggir lapangan.
Berita Terkait
Keluhan itu kemudian membuat wasit meminta para penonton untuk tidak melakukan tindakan serupa. Pada 2023, Maria Sakkari juga sempat menyoroti bau tersebut kepada wasit pada pertengahan set, meski kemudian ia menjelaskan bahwa hal itu bukan alasan atas kekalahannya.
Turnamen juga merespons situasi ini melalui otoritas penyelenggara. United States Tennis Association (USTA) menyatakan mereka bekerja sama dengan kepolisian setempat dan dinas taman untuk menekan kebiasaan merokok di area batas situs.
USTA menegaskan bahwa mereka tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar area turnamen. Meski demikian, mereka menyatakan tetap waspada dalam menjaga kondisi di dan sekitar kompleks.
Keluhan tidak hanya datang dari Boulter. Fran Jones dan Harriet Dart—keduanya sama-sama lolos kualifikasi pada Jumat—juga menyebut bahwa bau itu mereka rasakan.
Jones, yang turnamennya dimulai pada Senin dengan menghadapi Magda Linette dari Polandia, menceritakan pengalamannya tahun lalu. Ia mengatakan sempat bercanda kepada seseorang di sekitar venue ketika menyadari bau tersebut.
Jones mengungkapkan bahwa ia bertanya apakah kondisi itu normal, lalu menerima jawaban yang membuatnya menyadari “tak heran” jika ia merasa permainan berjalan cukup baik saat itu. Tahun ini, ia mengatakan akan mencoba menjaga fokus tanpa terdistraksi oleh hal yang sama.
Dart, yang memastikan tempatnya setelah mengalahkan Heather Watson dalam babak kualifikasi, juga menyinggung hal serupa. Ia akan berhadapan dengan Peyton Stearns pada babak pertama US Open.
Menurut Dart, suasana di New York membuat aroma itu terasa di banyak tempat. Ia menyimpulkan bahwa hal tersebut seperti sesuatu yang “terjadi untuk semua orang,” sehingga ia memilih untuk menerima situasinya sambil tetap menjalankan rencana permainan.
“Ini New York. New York,” kata Dart. Ia menambahkan bahwa bagi dirinya, aroma itu seakan ada di mana-mana ketika berjalan di sekitar area, dan karena itu ia memandangnya sebagai bagian dari konteks yang harus dihadapi pemain lain juga.
Dengan US Open yang dibuka dalam waktu dekat, perhatian pun kembali tertuju pada bagaimana penyelenggara memastikan kenyamanan pemain. Di tengah aturan bahwa merokok tidak diperbolehkan di dalam venue, keluhan bau yang berasal dari sekitar lokasi turnamen menjadi isu yang menguji fokus para atlet sejak hari-hari awal kompetisi.












