jurnalistik.co.id – US Open 2026 menjadi panggung bagi Serena Williams dan Carlos Alcaraz saat keduanya kembali berkompetisi di ganda campuran setelah jeda panjang. Kehadiran mereka langsung menyedot perhatian, ditopang suasana besar di Arthur Ashe Stadium.
Format ganda campuran yang direvitalisasi juga ikut menjadi sorotan sejak awal penyelenggaraan. Turnamen edisi ini menempatkan bintang-bintang utama dari sektor tunggal pada posisi yang lebih menonjol, sesuatu yang memunculkan kritik dari kalangan pemain ganda reguler.
Kembali ke home slam, dengan sorak yang memuncak
Williams kembali ke US Open setelah empat tahun absen, tepat di tempat yang selama ini ia anggap sebagai “rumah” di level Grand Slam. Sementara itu, Alcaraz menjalani pertandingan pertamanya setelah cedera pergelangan, dengan jeda kompetitif sejak April.
Dalam laga perdananya, pasangan ini langsung disambut sorak besar. Mereka mengunci kemenangan 5-3, 4-1 atas Lloyd Glasspool dari Inggris dan Erin Routliffe dari Selandia Baru, dan meraih momentum dengan memenangkan delapan dari sembilan gim terakhir.
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Williams. Ia bahkan pernah menjuarai US Open ganda campuran dalam format aslinya pada 1998 bersama Max Mirnyi, lima tahun sebelum Alcaraz lahir. Hampir tiga dekade kemudian, hasrat untuk bersaing kembali terlihat jelas dalam cara mereka merayakan setiap poin.
Alcaraz menggambarkan momen itu dengan kalimat yang menekankan rasa menikmati proses bersama legenda. Ia mengatakan: “I’m playing next to the one and only Serena Williams, so what else can I do? Just enjoy and try to do the things she told me to do.”
Di momen wawancara saat pertukaran sisi lapangan, Alcaraz menambahkan bahwa ia sempat gugup sebelum benar-benar melangkah. Ia menyebut: “I think everyone could see I was really nervous, I double-faulted on the first point,” lalu menambahkan bahwa ia hampir lupa rasanya kembali bermain setelah jeda panjang: “I was out for almost five months and I almost forgot how it feels stepping out on the court once again.”
Bagi Williams, kembalinya ke Arthur Ashe Stadium juga tidak ia bayangkan akan terjadi lagi. Ia menyatakan: “It’s always amazing to be here. I never expected to be back on this court,” dan menutup dengan nada takjub: “It was just a really cool moment. I never thought this would happen.”
Berita Terkait
Secara atmosfer, turnamen kali ini juga mendapat dukungan langsung dari penonton. Sekitar 15.000 orang memenuhi Arthur Ashe Stadium, menjadikan laga-laga pembuka—termasuk penampilan pasangan utama—berjalan dalam tempo yang hidup dan responsif.
Perjalanan berhenti di perempat final
Walau tampil meyakinkan di babak awal, jalan Williams dan Alcaraz tidak berlanjut sampai semifinal. Mereka harus menerima kekalahan di perempat final dari Flavio Cobolli dan Belinda Bencic, yang berstatus masing-masing dunia nomor enam untuk Cobolli. Pertandingan berakhir dengan skor 5-4 (7-4), 4-1 bagi Cobolli dan Bencic.
Alcaraz memang memperoleh tambahan waktu bermain yang berharga, terutama karena Williams tidak ikut tampil di nomor tunggal pada US Open ini. Williams terakhir berlaga di format tunggal setelah cedera lutut saat Wimbledon, dan ia tidak kembali pada musim ini.
Adapun untuk putaran tunggal, laga-laga ganda campuran tetap memberi sinyal bahwa eksperimentasi format tersebut belum sepenuhnya berjalan sesuai ekspektasi yang konservatif. Tidak ada satu pun dari empat pasangan spesialis ganda yang mampu mencapai babak terakhir empat, sehingga USTA memperoleh susunan semifinal yang mereka bayangkan saat mengubah format tersebut setahun lalu.
Di bagian semifinal lain, Mirra Andreeva dan Andrey Rublev dari Rusia akan menghadapi Karolina Muchova dan Jakub Mensik dari Ceko. Sementara itu, pada jalur yang berbeda, Gael Monfils dan Elina Svitolina menyingkirkan pasangan suami-istri yang sama-sama memiliki reputasi kuat.
Monfils menjelaskan dinamika mereka dengan bahasa yang menggambarkan perbedaan gaya mental. Ia mengatakan: “I’m a big fan of her game and mentality. Sometimes I think she’s ice and I’m the fire.” Ia lalu menambahkan tentang kebutuhan keseimbangan: “We needed to the find the balance. We did today.”
Dalam sorotan tambahan, Novak Djokovic dan Aryna Sabalenka mengalami keluaran lebih awal pada nomor tunggal meski keduanya datang sebagai nama besar. Sabalenka dan Djokovic hanya bertahan 49 menit sebelum tersingkir oleh Patten dan Siniakova.
Pada akhirnya, pasangan Williams-Alcaraz memperpanjang napas dibanding eksperimen lain yang sempat singkat. Namun, ketika turnamen memasuki perempat final, performa Alcaraz tampak semakin kurang tajam, dan Cobolli serta Bencic menang dengan meyakinkan. Alcaraz bahkan memakai pelindung kompresi di lengan kanan, sementara gaya rambutnya mengalami perubahan menjadi hitam pekat.












