jurnalistik.co.id – Menjelang US Open, Katie Boulter menegaskan ia tidak akan mengulang kesalahan kecil yang pernah dialami Andy Murray terkait cincin pernikahan.
Petenis putri asal Inggris itu akan masuk ke turnamen major penutup musim dengan pendekatan yang lebih tertib soal kebiasaan di lapangan, setelah Murray pernah sempat kehilangan cincin kawin.
Insiden tersebut bermula saat Murray, yang menjadi juara Grand Slam sebanyak tiga kali, memainkan cincin yang dikenakannya dan kemudian kaitannya ikut tersangkut pada tali sepatu.
Dalam cerita yang kemudian viral, Murray meninggalkan sepatunya di luar setelah latihan di California pada 2021, dengan cincin masih menempel.
Ketika ia menyadari cincin itu hilang pada hari berikutnya, akhirnya cincin tersebut ditemukan kembali dan keduanya kembali didapat setelah ia mengajukan permintaan lewat publik.
Boulter menyebut ia mengambil pelajaran langsung dari peristiwa itu. Saat berbicara menjelang US Open, ia menegaskan tidak akan melakukan hal yang sama.
“Saya belajar dari Andy. Saya tidak akan melakukan itu,” ujar Boulter.
Ia menambahkan dengan tegas soal rutinnya sendiri: “Saya tidak memakainya. Bukan saat pertandingan.”
Boulter menikah dengan Alex de Minaur pada musim panas ini. De Minaur sendiri saat itu berstatus petenis peringkat dunia nomor tujuh, sedangkan Boulter kini disebut berada di posisi nomor 60 dunia.
Upacara pernikahan mereka digelar dalam dua bagian. Di Inggris, keduanya mengucap janji dalam acara yang kecil dan privat, dihadiri delapan orang—bahkan Boulter menyebut fokusnya seperti momen bersama kakeknya.
Setelah itu, mereka melanjutkan perayaan yang lebih besar di Italia. Perayaan di Tuscany itu digelar pada bulan Juli dan dihadiri keluarga dekat serta teman-teman, dengan suasana yang lebih seperti pesta.
Meski demikian, Boulter mengaku sempat bersikap skeptis terhadap pidato de Minaur setelah pernikahan.
Ia mengatakan ia belum melihat persiapan apa pun untuk pidato tersebut, lalu de Minaur berkata seolah akan “mengalir saja.”
Namun, Boulter menilai hasilnya justru di luar dugaan. Ia mengaku menangis sepanjang waktu, bahkan menyebut dirinya terus terisak selama kurang lebih tiga jam selama seluruh rangkaian pidato.
Setelah pernikahan, Boulter tidak menunda untuk kembali ke rutinitas tenis. Ia menyebut memilih segera menyesuaikan diri dengan kondisi pertandingan, seperti “terjun ke dalam” sejak awal.
Berita Terkait
Ia juga menyoroti bahwa kondisi di Amerika Serikat berbeda dibandingkan Inggris, sehingga menurutnya tidak mungkin meniru suasana tersebut secara persis.
Karena itu, ia merasa penting untuk datang dengan kesiapan yang cukup, sekaligus menghindari rasa kurang terlatih saat harus beradaptasi lagi.
Boulter memulai rangkaian turnamennya sebelum US Open dengan menelan hasil yang beragam. Ia tersingkir pada babak pertama di Washington dan Toronto, kemudian mengalami keluar di babak kedua saat tampil di Cincinnati.
US Open sendiri akan dimulai pada hari Minggu. Dalam laga pembuka, Boulter akan menghadapi lawan dari Amerika Serikat, yaitu wildcard Carol Young Suh Lee, yang menempati peringkat dunia nomor 143.
Rangkaian kualifikasi: empat wakil Inggris menembus undian utama
Selain pembahasan Boulter, halaman yang sama juga menyoroti pencapaian di kualifikasi US Open, di mana empat pemain Inggris berhasil menembus undian utama.
Fran Jones, Harriet Dart, dan Harry Wendelken sama-sama menang pada pertandingan kualifikasi ketiga sekaligus terakhir yang berlangsung pada Jumat.
Sementara itu, Toby Samuel memastikan tempatnya lebih dulu pada Kamis, setelah lawannya, Cristian Garin dari Chili, mundur ketika sedang menjalani jeda hujan yang cukup panjang.
Keempat nama tersebut akan bergabung dengan pemain Inggris lain yang sudah terlebih dahulu masuk undian utama, yakni Arthur Fery, Cameron Norrie, Jan Choinski, serta Boulter.
Wendelken mencatat debut penampilannya di undian utama Grand Slam yang digelar di luar negeri, setelah bangkit untuk mengalahkan Vilius Gaubas dari Lithuania dengan skor 6-7 (3-7), 7-6 (7-5), dan 7-6 (10-5).
Jones, di sisi lain, meraih kemenangan yang lebih langsung. Ia mengalahkan Joanna Garland dari Taiwan dengan skor 6-4 dan 6-1 untuk lolos ke undian utama US Open untuk tahun kedua secara beruntun.
Namun, dua pemain Inggris lainnya gagal mencapai babak utama. Heather Watson dan Jacob Fearnley sama-sama tidak lolos setelah kehilangan pertandingan kunci di babak kualifikasi.
Watson sebenarnya menargetkan tampil di US Open nomor tunggal untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, tetapi Dart melakukan comeback setelah sempat tertinggal set dan break.
Dart akhirnya membalik keadaan dan menang 2-6, 6-4, 6-1 atas Watson.
Untuk Fearnley, ia kalah 4-6, 6-4, 6-4 dari Jurij Rodionov asal Austria. Pertandingan itu juga terganggu hujan sehingga bentangannya meluas dari Kamis hingga Jumat.
Pencapaian ini menjadi catatan sejarah, karena ini pertama kalinya sejak Australian Open 1988 ada empat pemain Inggris yang berhasil menembus undian utama setelah melalui kualifikasi di Grand Slam yang digelar di luar negeri.












