Olahraga

Prichard Colon Meninggal 11 Tahun Setelah Cedera Otak Saat Duel 2015 vs Terrell Williams

×

Prichard Colon Meninggal 11 Tahun Setelah Cedera Otak Saat Duel 2015 vs Terrell Williams

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prichard Colon: Dies 11 years after suffering brain injury during fight

jurnalistik.co.id – Petinju Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun. Kabar tersebut disampaikan ayahnya, Richard Colon, melalui media sosial.

Richard menyatakan bahwa kematian putranya terjadi setelah cedera otak serius yang dialami saat laga pada 2015. Ia juga mengungkap duka sekaligus berharap doa terus mengiringi keluarga.

Rangkaian cedera hingga koma panjang

Menurut laporan yang dibagikan ayah Colon, setelah pertarungan melawan Terrell Williams, Prichard mengalami kondisi yang memburuk hingga akhirnya pingsan di ruang ganti. Saat itu ia mengeluhkan pukulan berulang yang mengenai bagian belakang kepala.

Colon kemudian didiagnosis mengalami pendarahan otak. Ia menjalani operasi untuk membantu mengurangi pembengkakan di otak, sebelum akhirnya ditempatkan dalam kondisi koma selama 221 hari.

Setelah masa tersebut, Colon menjalani sisa hidupnya dalam kondisi vegetatif. Ia tidak mampu berjalan maupun berbicara, dan membutuhkan perawatan selama 24 jam.

“Good morning, my people. I regret to inform you of the departure of my son Prichard from this earthly world,” tulis Richard di Facebook. Ia menambahkan bahwa putranya kini berada di tempat yang lebih baik, serta berterima kasih atas doa dan dukungan selama bertahun-tahun.

Richard juga menyebut bahwa ia telah berupaya memenuhi keinginan Colon untuk berlibur ke Puerto Rico. Namun, harapan itu tidak dapat diwujudkan.

Laga 2015 melawan Terrell Williams

Sebelum menghadapi Williams, Colon datang dengan catatan tak terkalahkan: 16 pertarungan dengan 13 kemenangan lewat KO. Ia kemudian bertemu Williams dalam duel yang berlangsung di Fairfax, Virginia.

Dalam pertandingan kelas light-middleweight, Colon terlihat beberapa kali terkena pukulan di bagian belakang kepala. Williams juga mendapat pengurangan satu poin karena pukulan ilegal.

Di sisi lain, Colon kemudian dikenai pengurangan dua poin atas pelanggaran pukulan rendah (low blow). Ia juga sempat dijatuhkan pada ronde kesembilan, namun sebelum pertarungan benar-benar selesai, situasi berubah.

Ketika merasa pertarungan telah berakhir, tim sudut Colon melepas sarung tinjunya. Akibat tindakan tersebut, Colon dinyatakan didiskualifikasi.

Proses hukum yang belum tuntas

Orang tua Colon lalu mengajukan gugatan yang menuntut ganti rugi lebih dari $50 juta atau setara dengan ÂŁ37 juta. Gugatan tersebut ditujukan kepada dokter di pinggir ring serta pihak-pihak promotor yang terkait dengan pertarungan tersebut.

Hingga berita ini disampaikan, sengketa hukum itu disebut masih belum menemui penyelesaian.

Jejak karier dan penghormatan

Colon lahir di Florida, tetapi pindah ke Puerto Rico saat berusia 10 tahun. Di masa remaja, ia menunjukkan potensi dengan meraih gelar nasional di dua divisi berat.

Ia juga ikut berkompetisi dalam turnamen pra-Olimpiade Brasil dengan tujuan memperoleh tiket untuk Olimpiade 2012 di London. Namun, langkahnya berhenti di perempat final, sehingga ia kemudian masuk ke jenjang profesional dan melakukan debut pada 2013.

Atas prestasinya, WBA kemudian mengungkap penghormatan melalui akun resmi di X. Mereka menyebut Colon sebagai “A true warrior” dan menuliskan bahwa ia meninggalkan pelajaran mendalam tentang hidup, ketangguhan, dan olahraga.

Pada 2021, Colon juga dinobatkan sebagai honorary WBC world champion oleh Mauricio Sulaiman. Dalam unggahannya, Sulaiman menyampaikan bahwa perjalanan “sebelas tahun bertarung seperti juara sejati” akan dikenang, bersama dukungan tanpa syarat dari ibunya, Nieves, serta doa dan perhatian dari banyak orang.

Kehilangan Colon menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan komunitas tinju. Kisah hidupnya, dari perjalanan karier hingga dampak cedera yang berujung pada koma dan kondisi vegetatif, menjadi pengingat kuat tentang risiko di dalam ring.