Olahraga

PSG Raih Piala Super Eropa 2026 dan Menyusuri Jejak Real Madrid

×

PSG Raih Piala Super Eropa 2026 dan Menyusuri Jejak Real Madrid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Daftar Juara Piala Super Eropa: PSG Ikuti Jejak Real Madrid Usai Raih Gelar Edisi 2026

jurnalistik.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) menorehkan momen bersejarah dengan merebut gelar Piala Super Eropa 2026 sekaligus mengikuti jejak Real Madrid.

Langkah itu terwujud setelah PSG mengalahkan Aston Villa pada laga final Piala Super Eropa 2026 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Dengan hasil 2-1, PSG mempertahankan trofi Piala Super Eropa untuk dua edisi beruntun. Pencapaian ini membuat klub asal Prancis tersebut kini berdiri di jalur yang pernah dilalui Real Madrid.

PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 lewat gol Khvicha Kvaratskhelia. Keunggulan itu sempat bertahan sebelum Aston Villa merespons dengan menyamakan kedudukan pada menit ke-45 melalui Brian Madjo.

Setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda, pertandingan berubah arah pada babak kedua. Desire Doue kemudian mengunci kemenangan PSG dengan gol pada menit ke-62, yang sekaligus memastikan skor akhir 2-1.

Kemenangan ini juga menjadi penanda bahwa PSG melengkapi catatan gelar Eropa dalam rentang yang berdekatan. Sebelumnya, PSG juga menjuarai Liga Champions, sehingga trofi Piala Super Eropa 2026 menjadi tambahan penting bagi perjalanan kompetitif mereka.

Kemenangan yang mengukuhkan “jejak” Real Madrid

PSG kini menyamai narasi kejayaan yang lebih dulu ditorehkan Real Madrid. Real Madrid tercatat menjadi klub terakhir sebelum PSG yang mampu meraih Piala Super Eropa secara berturut-turut, pada 2016 dan 2017.

Di periode itu, Real Madrid juga berada dalam momentum luar biasa di Eropa dengan menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, yakni 2015-2016, 2016-2017, dan 2017-2018. Pola keberhasilan beruntun itulah yang kini coba ditelusuri PSG melalui kemenangan di edisi 2026.

Hasil final melawan Aston Villa sekaligus menegaskan bahwa PSG bukan hanya meraih trofi, tetapi juga menjaga konsistensi di situasi bertekanan tinggi. Trofi yang dipertahankan untuk dua musim berturut-turut menjadi bagian dari status mereka dalam daftar juara kompetisi ini.

Menurut catatan yang tercantum, kemenangan tersebut membawa PSG menjadi klub ke-26 yang tercatat sebagai peraih Piala Super Eropa. Selain itu, PSG juga menjadi klub Prancis pertama sekaligus satu-satunya dari negaranya yang mampu mempertahankan trofi dalam dua edisi beruntun.

PSG menang dengan momen kunci di dua babak

Persaingan sejak awal memperlihatkan ritme yang mengandalkan momen. PSG mulai mengendalikan jalannya laga saat Kvaratskhelia mencatatkan gol pada menit ke-20, sebuah tanda bahwa mereka mampu memanfaatkan momentum ketika pertahanan lawan belum sepenuhnya tertata.

Aston Villa tidak tinggal diam. Pada menit ke-45, Brian Madjo menemukan jalan untuk menyamakan skor, membuat pertandingan kembali terbuka dan menyisakan pertanyaan besar sampai peluit akhir.

Babak kedua kemudian memunculkan penentu. Desire Doue mencetak gol pada menit ke-62, mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk PSG. Sejak momen itu, PSG harus menjaga ritme pertandingan agar keunggulan yang sudah didapat tidak lepas.

Skor 2-1 pada akhirnya bertahan hingga laga selesai. Bagi PSG, ini bukan sekadar kemenangan dalam satu pertandingan, melainkan bukti bahwa mereka bisa menggabungkan ketepatan di momen-momen penting dengan daya tahan selama duel berlangsung.

Aston Villa dan Unai Emery yang kembali menunggu

Bagi Aston Villa, pertandingan final ini kembali berakhir tanpa trofi Piala Super Eropa. Klub Inggris tersebut juga tercatat mengalami kegagalan meraih gelar bersama Unai Emery.

Pelatih asal Spanyol itu sudah empat kali membawa timnya tampil di pertandingan perebutan trofi Piala Super Eropa. Riwayat tersebut dimulai saat Emery menangani Sevilla pada 2014 dan 2015, lalu berlanjut dengan Villarreal pada 2021, sebelum akhirnya memimpin Aston Villa pada 2026.

Dengan hasil yang diperoleh PSG, perjalanan Aston Villa di edisi ini berakhir pada tahap yang sama: tampil sebagai penantang, namun belum mampu mengangkat trofi.

Jejak juara: PSG menambah catatan di daftar sejarah

Kemenangan PSG di 2026 membuat posisi mereka dalam daftar juara semakin tegas. PSG tercatat meraih Piala Super Eropa pada 2025 dan 2026, sehingga mengumpulkan dua gelar untuk klub tersebut dalam kompetisi ini.

Di sisi lain, Real Madrid tetap menjadi salah satu nama paling menonjol dalam daftar juara. Real Madrid tercantum memiliki enam gelar pada daftar tersebut, yang mencakup 2002, 2014, 2016, 2017, 2022, dan 2024.

Bila ditinjau berdasarkan negara asal juara, Spanyol juga menempatkan Real Madrid sebagai penyumbang gelar terbanyak di kompetisi ini, yakni total enam. Pada kategori yang sama, catatan lainnya menyebut Inggris mengoleksi 10 gelar melalui Liverpool (4), Chelsea (2), Aston Villa (1), Manchester City (1), Manchester United (1), serta Nottingham Forest (1).

Garis besar daftar itulah yang membuat kemenangan PSG terasa memiliki bobot sejarah. Dengan mempertahankan trofi untuk dua edisi beruntun, PSG tidak hanya menambah gelar pada musim ini, tetapi juga memperpanjang narasi kompetisi yang selalu menyoroti klub-klub yang mampu tampil konsisten di panggung Eropa.

Final Piala Super Eropa 2026 pun ditutup dengan skor 2-1, hasil yang memastikan PSG menjadi pihak yang merayakan trofi pada edisi ini. Setelah menuntaskan laga dengan gol Kvaratskhelia, respons Madjo, dan penentu dari Doue, PSG kini resmi menyusuri jejak Real Madrid—dan menuliskan bab baru dalam daftar juara Piala Super Eropa.