Olahraga

Puyol Peringatkan Mourinho: Real Madrid Bisa Kembali Berbahaya

×

Puyol Peringatkan Mourinho: Real Madrid Bisa Kembali Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Carles Puyol Bicara Ancaman Mourinho Bersama Real Madrid

jurnalistik.co.id – Mantan kapten Barcelona, Carles Puyol, mengungkapkan penilaiannya soal langkah Jose Mourinho bersama Real Madrid. Menurut Puyol, kedatangan sang pelatih akan membuat raksasa Liga Spanyol itu tampil lebih berbahaya di lapangan.

Mourinho kembali menangani Real Madrid mulai musim panas 2026 dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Puyol pun menyatakan bahwa ia mengenal Mourinho tidak hanya sebagai lawan, tetapi juga dari pengalaman bekerja dalam lingkungan sepak bola yang sama dan masa rivalitas yang panjang.

Pada awal kebersamaan Mourinho di Madrid, perhatian juga muncul dari salah satu penampilannya pada laga uji coba melawan Schalke 04 di Veltins Arena. Dalam pertandingan pada Minggu (16/8/2026) itu, Mourinho terlihat dengan mata lebam.

Bagi Puyol, hubungan mereka sudah terbentuk jauh sebelum era persaingan sebagai pemain dan pelatih. Kisah keduanya dimulai pada tahun 1996, ketika Puyol masih berada di akademi Barcelona, sementara Mourinho menjabat sebagai asisten pelatih Bobby Robson di tim senior Blaugrana.

Setelah melalui fase tersebut, Puyol dan Mourinho kembali bersua dalam posisi yang berseberangan. Dari tahun 2010 hingga 2013, mereka bertemu sebagai rival: Puyol menjadi kapten Barcelona, sedangkan Mourinho menukangi Real Madrid.

Puyol mengingat atmosfer rivalitas El Clasico pada periode itu sebagai salah satu yang paling panas dalam sejarah sepak bola Eropa. Ia menekankan bahwa persaingan tersebut tak sekadar menyangkut dua tim, melainkan juga melibatkan figur-figur besar seperti Guardiola, Messi, dan Ronaldo dalam cerita pertemuan mereka.

“Kita sedang membicarakan pelatih hebat,” tutur Puyol. “Kami sudah bisa melihat bahwa dia sangat paham soal sepak bola. Dia kemudian membangun karier yang cemerlang dan pindah ke Real Madrid,” tambahnya saat mengenang pertemuan pertama mereka.

Menurut Puyol, pengalaman serta perjalanan Mourinho yang terus meningkat menjadi alasan mengapa Madrid berpotensi berubah. Ia menyebut Real Madrid akan lebih siap menghadapi kompetisi setelah periode yang sulit, khususnya karena tim sempat melewati dua musim tanpa trofi bergengsi.

“Kita lihat saja bagaimana kiprah mereka nanti,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Barcelona tetap memiliki tim berkualitas dan diharapkan menjalani musim yang sukses, meski persaingan kembali diprediksi makin ketat.

Dalam penutup penilaiannya, Puyol menyatakan keyakinan bahwa proses Mourinho bisa membuat Madrid semakin kuat. “Bersama Mourinho, mereka bahkan bisa menjadi lebih kuat,” tutup Puyol.

Namun, Puyol juga mengingat catatan awal Mourinho di Madrid pada perebutan gelar. Pada masa itu, ia hanya berhasil mengalahkan Barcelona sekali dalam perebutan gelar Liga Spanyol, tepatnya pada musim 2011-2012.

Puyol juga menyoroti bahwa kedatangan Mourinho bukan datang sebagai sosok asing bagi mereka yang lama mengikuti dinamika klub-klub top di Spanyol. Ia memandang Mourinho sebagai figur yang sudah teruji dari pengalaman profesionalnya, sehingga gaya komunikasi dan cara berpikirnya diyakini akan cepat terbaca oleh tim. Dengan bekal itu, Puyol menilai Real Madrid akan membawa perubahan pendekatan yang membuat lawan kesulitan mencari celah, terutama saat tempo pertandingan meningkat.

Di sisi lain, Puyol menyinggung momen yang sempat menjadi perhatian saat Mourinho menjalani masa awal di Madrid. Saat laga uji coba melawan Schalke 04 di Veltins Arena, pada Minggu (16/8/2026), kondisi mata Mourinho terlihat lebam. Bagi Puyol, detail seperti itu memperlihatkan bahwa proses adaptasi dan intensitas selama periode transisi bisa terjadi tanpa banyak basa-basi, dan itulah salah satu bentuk “tanda” yang muncul lebih cepat daripada ekspektasi banyak orang.

Menjelang penilaian akhirnya, Puyol menekankan bahwa arah kebangkitan Madrid tidak terlepas dari kenyataan mereka sempat melewati dua musim tanpa trofi bergengsi. Ia meyakini, dengan Mourinho, tim punya peluang menjalani tahapan yang lebih terarah untuk menghadapi kompetisi. Namun, catatan sejarah tetap dipandang penting: pada perebutan gelar Liga Spanyol, Mourinho hanya mampu mengalahkan Barcelona satu kali, yakni pada musim 2011-2012. Meski begitu, Puyol tetap berharap Barcelona mempertahankan kualitasnya dan menjalani musim dengan hasil yang baik, sementara persaingan El Clasico diprediksi makin panas.