jurnalistik.co.id – Roberto Martinez disebut mulai membuka ruang untuk berdialog dengan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) terkait posisi pelatih timnas Belanda yang saat ini kosong. Meski demikian, peluang kesepakatannya dinilai masih tipis.
Martinez, yang saat ini menjabat sebagai pelatih kepala timnas Portugal, masuk dalam radar pencarian pengganti karena KNVB membutuhkan sosok baru setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Lowongan tersebut muncul usai Ronald Koeman meninggalkan jabatannya setelah turnamen.
Koeman mundur setelah Belanda tampil di Piala Dunia 2026 dan harus mengakhiri perjalanan pada babak 32 besar. Pada fase tersebut, Der Oranje kalah melalui adu penalti melawan Maroko.
KNVB mencari pengganti Koeman, nama-nama besar sudah muncul
Menurut laporan De Telegraaf, KNVB telah bergerak selama beberapa pekan terakhir untuk mencari pengganti Koeman. Sejumlah nama sempat dikaitkan dengan kursi pelatih, termasuk Arne Slot, Louis van Gaal, dan Michael Reiziger.
Di tengah daftar kandidat itu, Martinez kemudian ikut disebut sebagai salah satu opsi yang mungkin dipertimbangkan. Namun, kedekatan wacana tersebut tidak serta-merta berarti adanya pembicaraan formal.
Martinez belum berdiskusi, tapi terbuka bila dihubungi
De Telegraaf mencatat bahwa Martinez belum melakukan pembicaraan dengan KNVB. Pernyataan itu kemudian dikonfirmasi melalui Jesse De Preter, pengacara sekaligus perwakilan Martinez.
De Preter menyampaikan bahwa pihaknya belum melakukan obrolan dengan federasi sepak bola Belanda. Ia menyebut Martinez baru akan menindaklanjuti jika proses komunikasi datang dari KNVB melalui pihak yang terlibat dalam pencarian.
“Jika Nigel de Jong menelepon, kami akan berdiskusi,” ujar De Preter seperti dikutip dari Voetbal International. Nigel de Jong sendiri disebut terlibat dalam tahapan pencarian pelatih dan menjadi figur kunci dalam komunikasi awal.
Berita Terkait
Meski Martinez dinilai terbuka untuk membahas kemungkinan tersebut, De Preter juga menilai peluang mendapatkan pekerjaan di Belanda tidak besar. Penilaian ini tidak datang tanpa alasan, mengingat beberapa hambatan yang menurutnya bisa memengaruhi jalannya kesepakatan.
Hambatan tradisi pemilihan pelatih dan aspek finansial
Menurut De Preter, ada dua persoalan yang dapat menjadi penghalang. Ia menyoroti kebiasaan KNVB yang secara tradisional memilih pelatih asal Belanda sebagai salah satu faktor yang membuat opsi seperti Martinez menghadapi tantangan.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan finansial yang diperkirakan memiliki jarak dengan ekspektasi yang biasanya berjalan dalam perundingan. De Preter merumuskan itu dalam pernyataan yang menekankan perbedaan pendekatan.
“Secara tradisional, KNVB memilih pelatih asal Belanda. Secara finansial, saya menduga ekspektasinya sangat jauh berbeda,” kata De Preter. Dari sudut pandangnya, kombinasi dua variabel itu membuat peluang mencapai kesepakatan sulit terwujud.
“Saya tidak melihat bagaimana ini bisa menjadi kesepakatan,” ujarnya. Kalimat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa meski nama Martinez bisa masuk daftar kandidat, proses menuju kesepakatan belum menunjukkan arah yang meyakinkan.
Hubungan De Preter dan Martinez sudah terjalin sejak 2016
De Preter juga menegaskan bahwa ia telah bekerja sama dengan Martinez sejak 2016. Kedekatan hubungan kerja itu membuatnya memahami pola komunikasi serta konteks rencana masa depan pelatih tersebut.
Ia bahkan menyebut keduanya membicarakan rencana mengenai masa depan Martinez pada pekan lalu. Artinya, pembahasan internal terkait langkah selanjutnya sudah dilakukan, meskipun keputusan besar tetap bergantung pada kontak dari pihak KNVB.
Dengan kondisi kursi pelatih Belanda yang masih terbuka pasca-perpisahan dengan Koeman, pencarian terus berjalan dan sejumlah nama tetap menjadi bahan pertimbangan. Di saat yang sama, sinyal dari pihak perwakilan Martinez menunjukkan bahwa kesempatan dialog memang ada, tetapi kemungkinan kesepakatannya dinilai kecil.












