jurnalistik.co.id – Rodri menyatakan Manchester City tetap yakin dengan posisi “tidak bersalah” terkait tuduhan pelanggaran keuangan, dan memilih mempertahankan kepercayaan tersebut sampai ada putusan yang secara tegas membuktikan sebaliknya.
Menurut pemain berusia 30 tahun itu, sikap percaya diri klub bukan sekadar pernyataan di ruang sidang, melainkan keyakinan yang terus dijaga para pemain sepanjang proses berjalan.
“They always express the confidence that they never did something wrong and we believe in that,” kata Rodri. Ia menambahkan bahwa klub akan terus memegang keyakinannya selama belum ada pembuktian bahwa City keliru.
“Until the moment they are proved wrong, we will believe the club. They always tell us the confidence they have on the innocence.”
Rodri mengemukakan pandangan tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan Spanyol di UEFA Nations League melawan Inggris di Wembley. Ia juga disebut bergabung dengan Barcelona pada Agustus, setelah sebelumnya dikenal sebagai salah satu gelandang kunci Manchester City.
Selama membela City, Rodri tercatat menjalani 298 penampilan dalam periode 2018 hingga 2026.
Di sisi lain, kasus keuangan City yang kini menjadi sorotan berawal dari temuan bahwa klub dinyatakan melanggar “mayoritas” dari 115 aturan keuangan yang menjadi dasar tuduhan Premier League. Manchester City juga disebut akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Pelajaran dari proses 2020
Rodri menyinggung pengalaman City pada 2020 sebagai rujukan keyakinan para pemain. Ia mengaitkannya dengan jalannya proses yang, menurutnya, menunjukkan bahwa hasil akhir bisa berbeda dari temuan awal.
“We had the example of 2020 that the process was the same and at the end nothing happened,” ujar Rodri. Ia menjelaskan bahwa City menghadapi situasi yang serupa, meski dakwaan yang dihadapi berbeda, namun pola prosesnya dianggap memiliki kesamaan.
“We have faced something similar, we had a similar judicial process. Different accusation but similar process.”
Berita Terkait
Rodri juga menyebut bahwa pada tahap pertama di 2020, City sempat dinyatakan bersalah, tetapi klub tetap percaya pada “innocence” yang dipertahankan selama proses. Pada akhirnya, City dinyatakan beroleh pembebasan.
“There as well in the first instance we were found guilty, but we believed in the club and the innocence that the club maintained and in the end we ended up acquitted. So, I believe in the justice system, and I believe in the innocence of the club.”
Dalam konteks itu, City disebut telah dibebaskan dari dakwaan terpisah terkait financial fair play oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) pada 2020. Sebelumnya, UEFA sempat menjatuhkan sanksi larangan kompetisi Eropa selama dua tahun terhadap klub.
Optimisme atas capaian klub
Rodri menegaskan bahwa kiprah City selama periode yang terhubung dengan kasus Premier League bukanlah sekadar cerita di lapangan, melainkan bagian dari pembuktian kerja yang, menurutnya, layak ditempatkan dalam penilaian. Ia menyebut City meraih delapan trofi pada rentang waktu yang tercakup dalam perkara tersebut.
Delapan trofi itu terdiri dari tiga gelar Liga Inggris, tiga gelar Piala Liga, satu Community Shield, dan satu Piala FA.
Atas pembahasan yang muncul bahwa City bisa saja kehilangan sebagian trofi sebagai bentuk hukuman, Rodri menolak gagasan tersebut. Ia menyatakan bahwa apa yang sudah diraih tidak dapat dicabut begitu saja, karena menurutnya pencapaian itu merupakan hasil dari usaha nyata.
“What we did, they cannot take out of us,” kata Rodri. Ia menambahkan bahwa yang dipertaruhkan bukan sekadar transaksi uang, melainkan “effort” yang dilakukan sehari-hari.
“It’s something that is not paid by money. It’s paid with effort, with the damage, with, you know, being shoulder to shoulder every day.”
Rodri pun menyampaikan keyakinannya bahwa pencapaian City selama era tersebut adalah sesuatu yang pantas diraih. Ia mengatakan dirinya merasa bersyukur bisa menjalani salah satu periode terbaik sepak bola Inggris bersama klub tersebut.
“I can tell you that everything was deserved, and I’m glad that I could live one of the best eras of English football in here.”











