Olahraga

Ronaldo Ditarik Saat Tertinggal, Al Nassr Balik Menang 3-2 atas Al Ettifaq

×

Ronaldo Ditarik Saat Tertinggal, Al Nassr Balik Menang 3-2 atas Al Ettifaq

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ronaldo Ditarik Keluar, Al Nassr Menang Comeback Dramatis atas Al Ettifaq

jurnalistik.co.id – Al Nassr memetik kemenangan dramatis saat bertandang ke markas Al Ettifaq pada pekan ketiga Liga Arab Saudi 2026/2027. Di Stadion Prince Mohamed bin Fahd, Rabu 26/8/2026, mereka sempat terpuruk dan akhirnya menang 3-2.

Perjalanan pertandingan berubah sejak menit ke-12. Kiper Bento harus menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran saat keluar dari sarang untuk menghentikan peluang Moussa Dembele.

Dengan pemain berkurang, Al Nassr menelan pukulan berikutnya. Al Ettifaq membuka keunggulan lewat Ondrej Duda pada menit ke-31, ketika tembakan dari luar kotak penalti gagal diamankan kiper pengganti Abdulrahman Al Otaibi.

Al Ettifaq kemudian memperbesar keunggulan menjelang turun minum. Pada menit ke-45+4, Alvaro Medran mencetak gol setelah sepakannya dari jarak jauh kembali tidak bisa dihentikan Al Otaibi.

Hingga babak pertama berakhir, tuan rumah unggul 2-0. Setelah jeda, pelatih Al Nassr Ange Postecoglou mengambil keputusan yang mengejutkan dengan menarik Cristiano Ronaldo dan memasukkan Abdulla Al Khaibari.

Keputusan tersebut memberi efek berbeda di babak kedua. Pada menit ke-74, Sadio Mane memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah menyelesaikan umpan terobosan.

Namun, pertandingan belum menemukan penutup yang tenang. Tiga menit berselang, Abdulelah Al-Amri menyamakan kedudukan lewat sundulan yang meneruskan sepak pojok Joao Felix, sehingga skor menjadi 2-2.

Drama berlanjut sampai menit-menit akhir. Pada menit ke-90, Mane kembali mencetak gol untuk membawa Al Nassr berbalik unggul 3-2.

Gol tersebut sempat dinilai offside oleh pengamatan awal. Melalui VAR, kepastian akhirnya turun: posisi Mane dinyatakan onside, dan wasit mengesahkan gol yang membuat Al Nassr memimpin.

Sisa waktu pertandingan dihabiskan Al Nassr dengan menjaga ritme permainan dan mempertahankan keunggulan. Mereka tetap bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar laga setelah kartu merah Bento, tetapi mampu menahan tekanan agar skor akhir tetap 3-2.

Kemenangan ini membawa Al Nassr menutup laga dengan sembilan poin dari tiga pertandingan dan menempati puncak klasemen. Sementara itu, Al Ettifaq harus puas mengoleksi enam poin dan berada di posisi keenam.

Kartu merah Bento membuat laga segera berubah karakter. Seusai menit ke-12, permainan tidak lagi berjalan dengan tempo normal karena kedua tim harus menyesuaikan jarak antarlini: Al Ettifaq lebih berani menguji ruang di belakang, sedangkan Al Nassr dipaksa mengatur ulang transisi agar tetap menjaga keseimbangan tanpa kehilangan kedalaman.

Ketika Abdulrahman Al Otaibi kemudian tampil sebagai penjaga gawang pengganti, ujian langsung datang dari skema serangan dari luar kotak penalti. Gol lewat Ondrej Duda bukan hanya soal peluang yang tercipta, tetapi juga menggambarkan bagaimana bola kedua dan koordinasi di area perebutan menjadi penentu setelah perubahan susunan pemain akibat kartu merah.

Menjelang turun minum, keunggulan Al Ettifaq semakin sulit dikejar karena gol jarak jauh Alvaro Medran lahir dari situasi yang sebelumnya berulang: tembakan yang tidak mudah dibaca dan upaya penyelamatan yang kali ini tidak menemukan hasil. Dengan skor 2-0 saat jeda, ritme pertandingan terasa lebih berat bagi Al Nassr, terutama karena mereka harus merespons ketertinggalan dalam kondisi yang sudah tidak ideal sejak awal.

Di babak kedua, langkah Ange Postecoglou dengan pergantian Cristiano Ronaldo ke Abdulla Al Khaibari menambah energi baru pada permainan Al Nassr. Perubahan itu terlihat pada fase ketika Sadio Mane mulai menemukan cara untuk menjadi ancaman nyata, termasuk pada gol pengurangan ketertinggalan menit ke-74 yang berawal dari umpan terobosan dan kemudian diselesaikan dengan ketenangan.

Setelah Mane membuka peluang lewat gol pertama, pertandingan kembali berputar pada momen penyamaan oleh Abdulelah Al-Amri melalui sundulan dari sepak pojok Joao Felix. Ketika memasuki menit-menit akhir, tensi meningkat karena gol penentu akhirnya datang lagi dari Mane pada menit ke-90—meski sempat ditelaah sebagai offside—yang kemudian ditegaskan melalui VAR. Momentum itu membuat Al Nassr tetap fokus menjaga kontrol, bertahan dengan 10 pemain, dan pada akhirnya mengunci kemenangan 3-2 sekaligus menegaskan posisi mereka di puncak klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga.