Olahraga

Harapan Luke Littler ke final Players Championship terganggu setelah kalah dari Jermaine Wattimena

×

Harapan Luke Littler ke final Players Championship terganggu setelah kalah dari Jermaine Wattimena

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Luke Littler's Players Championships finals dented by Jermaine Wattimena defeat

jurnalistik.co.id – Luke Littler mengalami kemunduran besar menjelang perburuan tiket final Players Championship pada November. Di perempat final PC27 yang digelar di Leicester, ia harus mengakui keunggulan Jermaine Wattimena.

Littler yang melakoni Pro Tour pertamanya di musim 2026 sejak awal langsung menghadapi tekanan tinggi. Pertandingan berujung pada penentuan di last leg, setelah kedua pemain terus saling mengejar angka.

Dalam momen penentu, Wattimena tampil mematikan lewat tembakan checkout 115. Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertamanya dalam enam pertemuan sebelumnya melawan Littler di tur PDC.

Setelah laga, Littler menanggapi hasil tersebut dengan sikap yang cenderung positif. Ia membagikan unggahan di Instagram dengan kata “on the move”, yang menandakan ia tetap menjaga momentum meski harapannya di fase ini terhenti.

Keberhasilan Littler di World Matchplay pada bulan lalu menjadi salah satu alasan mengapa perhatian besar diarahkan kepadanya sejak awal musim. Namun, kekalahan di PC27 membuat jalur menuju final November tidak lagi sepenuhnya mulus.

Persaingan tiket menuju final November

Final Players Championship di Minehead pada November ditentukan oleh peringkat: 64 pemain teratas berhak lolos. Saat ini, Littler berada di posisi 141 setelah mengoleksi £4.000 pada Selasa lalu, sekaligus menandai konsekuensi dari keputusan untuk melewatkan 26 event pertama di sirkuit.

Secara hitungan kompetisi, masih tersisa tujuh turnamen Players Championship yang dapat dimanfaatkan Littler untuk mengejar batas 64 besar. Salah satu di antaranya dijadwalkan berlangsung pada Rabu di venue yang sama, sehingga ia masih punya kesempatan untuk memperpendek jarak.

Meski demikian, rencana Littler juga dibatasi oleh arah partisipasinya sendiri. Ia sebelumnya menyatakan niatnya hanya tampil di event-event di Inggris Raya, yang berarti dari sisa kalender tersebut ia hanya memiliki tiga peluang tambahan untuk naik dalam klasemen merit.

Persaingan peringkat pun terlihat semakin menekan karena jarak poinnya terhadap posisi ke-64 cukup jauh. Littler masih tertinggal £22.250 dari Mario Vandenbogaerde yang saat ini menghuni peringkat ke-64, sehingga setiap hasil di sisa turnamen akan sangat menentukan.

Besaran hadiah juga menjadi penguat konsekuensi dari setiap pertandingan. Juara pada salah satu event Players Championship memperoleh £15.000, sedangkan runner-up menerima £10.000.

Dengan kekalahan dari Wattimena yang menutup langkahnya di PC27 lebih cepat dari target, Littler kini harus menata kembali strategi perburuan tiket. Namun, waktu yang tersedia relatif terbatas, dan setiap kesempatan menuju top 64 akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi permainannya.

Kekalahan PC27 itu juga memperlihatkan bahwa Littler dan Wattimena sama-sama mampu menjaga duel tetap ketat hingga fase akhir. Tuntutan meredam ritme lawan lalu mengeksekusi tembakan kunci pada momen krusial menjadi pembeda ketika pertandingan masuk ke last leg.

Meski langkahnya terhenti lebih cepat dari yang diharapkan, respons Littler yang tetap memilih nada optimistis memberi sinyal bahwa ia ingin segera memulihkan ritme jelang kesempatan berikutnya. Unggahan “on the move” dapat dibaca sebagai penanda bahwa fokusnya tetap diarahkan pada langkah-langkah setelah kegagalan di Leicester.

Di sisi klasemen merit, keputusan Littler untuk melewatkan 26 event pertama turut membuat posisi awalnya jauh lebih sulit dikejar. Dengan ia berada di peringkat 141 usai mengoleksi £4.000 pada Selasa lalu, sisa musim menjadi arena yang menuntut loncatan hasil, bukan sekadar perbaikan bertahap.

Walau masih ada tujuh turnamen Players Championship yang berpotensi dimanfaatkan, ruang geraknya tidak sepenuhnya bebas. Ia sebelumnya menyatakan hanya ingin bermain di event-event di Inggris Raya, sehingga dari kalender yang tersisa, peluang tambahan untuk mendongkrak peringkatnya pada praktiknya hanya tiga kesempatan.

Konsekuensi dari setiap laga juga terasa lebih nyata karena hadiah yang diperebutkan cukup besar. Juara mengantongi £15.000, sementara runner-up menerima £10.000, sehingga hasil di sisa turnamen akan sangat menentukan. Dalam situasi tertinggal dari peringkat ke-64, rangkaian performa berikutnya perlu konsisten agar jarak tidak semakin melebar.